PA 212 Solo Raya Tidak Patuh Auran, Malah Polisi Yang Kena Getahnya

Usaha massa yang tergabung dalam Brothership Alumni (PA) 212 Solo Raya dianggap mendelegitimasi kepolisian. Mereka menuding kepolisian yang menghalangi para peserta datang ke tablig akbar, padahal acara tersebut belum mengantongi izin legal.

Seperti ini disampaikan Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98), Willy Prakarsa merespon aksi kepolisian yang menghalangi para peserta datang ke tablig akbar PA 212 Solo Raya sebab tidak ada izin, di Jalan Slamet Riyadi wilayah Gladag, Solo, Minggu (13/1).

“Ini ada usaha mendelegitimasi kepolisian. Tidak dapat dipungkiri jika massa ini kebanyakan dari ormas yang dibubarkan yaitu HTI,” ucap Willy, Senin (14/1).

Menurut dia, ada skenario spesial untuk menggiring opini supaya warga tidak percaya untuk kepolisian. Dia pun heran, kenapa jadi polisi kena getahnya padahal mereka yang tidak patuh aturan.

“Sudahlah, jangan buat hoax lagi, seakan-akan terzalimi tidak boleh ikut kajian agama. Acara itu tidak resmi, tidak ada izin. Itu pun bukan kajian agama tapi aktifitas politik arahnya ke 02 (Prabowo-Sandi),” tuding Willy.

Lebih detail dia Memperingatkan supaya para peserta maupun panitia dapat patuh pada aturan yang berlaku. dikatakan dengan tegas, pemberitahuan dan perizinan itu tak sama, apalagi hitungan total peserta ribuan dari bermacam daerah.

“Selaku masyarakat negara yang baik dan muslim yang baik, semestinya patuh aturan. Bukan malah bentak-bentak polisi, kemudian memojokkan polisi yang bertugas seakan-akan mereka menghalangi acara tablig akbar. Yang polisi lakukan itu mengamankan supaya situasi berjalan kondusif,” kata Willy.

Lebih jauh, Willy memastikan usaha yang ditunaikan kepolisian melaksanakan penyekatan telah pas lantaran acara tersebut terang tidak resmi. Dan disayangkan, PA 212 Solo Raya malah ngotot bahwa dalam menyampaikan pandangan cuma pemberitahuan. [rus]

Sumber: Rmol.co

Shared by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.