Nggak Usah Serius Mikir Politik, Full Rekayasa, Anggap Saja Nonton Reality Show

Nggak Usah Serius Mikir Politik, Penuh Rekayasa, Anggap Saja Nonton Reality Show

Nggak Usah Serius Mikir Politik, Full Rekayasa, Anggap Saja Nonton Reality Show

Baldatuna.com — Kecuali politik kebangsaan dan ketatanegaraan, nggak usah serius-serius mikir politik, khususnya politik praktis yang melibatkan para elit. Anggap saja menonton reality show kayak di tipi-tipi itu. Lucu, full rekayasa, dan terang beberapa ngibulnya.

Sebelum dipinang Pak Joko Widodo selaku cawapres, Pak Jusuf Kalla pernah melontarkan statemen, “Bila Joko Widodo jadi Presiden, dapat hancur negara ini.”

Konyolnya, Pak JK lalu jadi RI-2 mendampingi sosok yang dia kritik. Hahaha…

Di lain pihak, ada juga video Pak Prabowo yang menggunakan baju kotak kotak diapit Joko Widodo dan Ahok.

“Saudara Joko Widodo telah dipilih, yang dipilih bukan Indonesia tapi dunia. Bagian dari 25 walikota the best di dunia, sebab itu kita mesti jadikan dia Gubernur the best di Indonesia”, kata Pak Prabowo waktu mengkampanyekan Joko Widodo dalam pilkada Jakarta. Jejak digital sungguh bengis, jenderal!

Loading...
loading...

Pengen ketawa, tapi kok takut dosa. Ya wis, mesem saja lah. Wong dalam politik itu hal absurd yang unik juga terjadi. Gus Dur sungguh perkasa berhadapan dengan lawan-lawan politik dan ideologis yang sepadan, setangguh Real Madrid waktu berhadapan dengan raksasa di zona Champions Eropa. Tetapi titik lemah para jawara sungguh terpeleset waktu berhadapan dengan lawan yang tidak dinyana. Seperti Madrid yang pernah dijungkalkan klub liliput Murcia, Gus Dur juga disodok sama keponakannya, yang sampai Saat ini juga jualan nama Gus Dur kemana-mana. Sungguh, sebagaimana Samson yang punya kelemahan fatal, Gus Dur juga punya: dia senantiasa ditelikung sama yang punya nama “Min”. Tahu sendirilah. Hahaha

Dalam bahasa Zimbabwe purba, polah tingkah begini disebut dengan istilah “nggiyapleki”. Adapun dalam bahasa Swahili kuno, perilaku sedemikian ini disebut dengan istilah kampretos mamamia lezatos domestos nomos.

Sebab politik itu reality show, jadi ya anggap saja nonton acara Rumah Uya, Katakan Putus, atau nonton tayangan Buat Mewek. Ya begitulah. Dinilai keadaan sebenarnya, tapi kpk meragukan. Dianggap tayangan boongan-rekayasa nanti orangnya marah. Hahaha.

Jadi, ayolah nonton politik praktis yang mulai menghangat menjelang pilkada dan pemilihan presiden begini nggak usah pethentengan. Kita gegeran mau saling bacok, elit yang dibela malah berunding bagi bagi ghanimah. Ealah. Jadi ya ayo dibikin santai. Karena dalam politik sebuah kejadian itu sungguh asyik kalau dikemas secara dramatik.

Ayo ngopi dulu luuuur, teluuuuur…

Dishare dari Tulisan Gus Rijal Mumazziq

Loading...

Source by Hakim Abdul

loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *