Netanyahu Akui Power Israel sebab Sokongan Arab Saudi

Islam-Institute, JAKARTA – Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu secara tidak terduga mengungkap bahwa rahasia “power dan kebesaran Israel” ialah sebab sokongan luas negara-negara Arab kepada negara Israel.

Pengakuannya tersebut dapat dilihat dalam video di bawah,  Perdana Menteri rezim zionis pertama memulai dengan mengancam warga negara-negara Arab, lantas menganggap Iran selaku musuh terbesar zionis Israel. Oleh sebab itu israel bekerjasama dengan para pemimpin Arab dan meminjam tangan ekstrimis ISIS untuk membantai Syiah selaku simbol power Iran.

Benyamin Netanyahu juga menyinggung Qatar,  Emirat, Arab Saudi, Yordania, dan Mesir serta negara-negara Arab lainnya yang sudah berusaha melaksanakan normalisasi politik dengan negaranya, dan menghargai atas usaha dan usaha mereka.

Netanyahu ialah bagian penguasa Zionis Israel yang paling menjengkelkan. Para penguasa Arab yang dipimpin oleh kerajaan Saudi merangkul orang ini dan ideologi rasisnya.

Para pejabat Israel sampai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sudah berbicara blak-blakan mengenai hal hubungan mesra mereka dengan penguasa Arab yang dipimpin oleh House of Saud di Semenanjung Arab. Ada juga jabat tangan terbuka antara pejabat dari kedua rezim bahkan tatkala mereka tak mempunyai hubungan diplomatik resmi.

Contohnya pada waktu Konferensi Keamanan Munich di Jerman (12-14 Februari 2016) tatkala eks kepala intelijen Arab Saudi, Turki al Faisal berjabat tangan dengan Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya’alon. Keduanya tersenyum seakan-akan mereka sudah saling kenal selama bertahun-tahun.

Bahkan yang lebih mengejutkan lagi surat berita Jerusalem Post mengutip pernyataan Hamad bin Isa Aly Khalifah yang menjelaskan, “Israel tak cuma sanggup mempertahankan diri mereka saja, bahkan sanggup mempertahankan eksistensi negara-negara Arab di wilayah”. Pernyataan Raja Bahrain tak mengherankan sebab pada Rabu (2/03), GCC mengumumkan Hizbullah selaku organisasi teroris sejalan dengan agenda Israel dan melaksanakan pelayanan untuk organisasi teroris bersenjata yang didanai dan didukung oleh rezim Arab.

Dalam beberapa hari terakhir, ada laporan bahwa Menteri Luar Negeri Saudi Adel al Jubeir akan melaksanakan kunjungan rahasia ke Tel Aviv untuk berjumpa dengan pejabat Israel. Apa perjumpaan ini akan memperlihatkan bahwa rezim Saudi sedang mempersiapkan waktu yang tepat untuk mengakui negara Israel?

Pengamat timur tengah Abdel Bari Atwan menjelaskan bahwa Arab Saudi tak akan merangkul sepupu mereka Bani Isra’il sendirian. Sebaliknya, mereka ingin membawa anggota Dewan Kerjasama Teluk serta anggota Liga Arab untuk menyerah ke Zionis Israel dan mengakui kedaulatan Israel. Pemberian tersebut akan berlangsung belum diputuskan tapi pengamat percaya keputusan strategis sudah dibuat.

Loading...
loading...

Enam minggu lalu waktu menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Netanyahu memilih untuk berbicara dengan Fareed Zakaria dari CNN untuk mengungkap hubungan rezimnya dengan penguasa Arab. Pada 21 Januari 2016 dalam wawancara dengan Zakaria, Netanyahu menjelaskan: “Arab Saudi mengakui bahwa Israel ialah sekutu bukan musuh sebab mempunyai prinsip dan ancaman yang sama, yaitu Iran”.

Pada Oktober 2014, Turki al Faisal menjelaskan rezim Arab sudah membikin keputusan strategis untuk tak melawan Israel. Ini ialah pengakuan publik dari keputusan strategi lama selama peregangan dalam beberapa dekade.

Rezim Arab Saudi tak pernah berjuang melawan Zionis Israel; senjata dan rudal Arab saudi cuma ditujukkan untuk menghabisi Ummat islam yang tak bersalah. Lihatlah di Yaman, di Suriah dan Irak.

Pertanyaannya, apa yang sudah mendukung kerajaan Saudi dan Isra’il saling merangkulan? Saudi takut dari meningkatnya kekuasaan Islam yang dimanifestasikan oleh Iran. Mereka lebih suka melawan Islam dari pada Zionis Israel Israel. Dalam kasus apapun, pengakuan mereka yang mengumumkan mengikuti prinsip-prinsip dan ajaran Islam ialah kebohongan dan kemunafikan.

Ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai hal apa yang akan dikerjakan gerakan perlawanan Palestina “Hamas”. Arab Saudi sudah menyerah ke Zionis Israel dengan menjelaskan gerakan perlawanan Hizbullah selaku organisasi teroris. Tentu, mereka juga akan menekan Hamas, kalau melawan maka akan masuk dalam daftar organisasi teroris.

Netanyahu sudah meniyindir secara tidak langsung konflik Israel-Palestina, sementara rezim Saudi merangkul Zionis Israel. Dia meneruskan dengan menjelaskan bahwa konflik dengan Palestina sanggup lebih baik ditangani sesudah aliansi Israel-Arab terbentuk. Dia juga menjelaskan bahwa Israel dan negara-negara Arab akan “sungguh-sungguh berusaha merealisasikan maksud itu.”

Mesir dan Yordania mempunyai hubungan diplomatik resmi dengan negara Zionis Israel. Israel juga sudah membuka kantor di Abu Dhabi, Qatar dan Maroko. Nampaknya, Saudi bersama-sama negara-negara Arab yang lain akan mengikuti langkah Mesir dan Yordania, dan terbukti normalisasi hubungan sudah dibangun oleh kedua belah pihak.

Kaum Muslim semestinya tak mempunyai keraguan mengenai hal pengkhianatan kerajaan Arab Saudi kepada Islam. Rasulullah (saw) pun sudah meramalkan bahwa fitnah besar akan muncul dari Najd, tempat kelahiran Bani Saud.  (AL/ARN)

 

 

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :