NATO Lepas Tangan Kalau Terjadi Perang Turki VS Rusia

Negara-negara anggota NATO menolak ikut campur tangan apabila terjadi konfrontasi antara Turki dan Rusia….

 

 

Islam-institute, JERMAN – Negara-negara anggota NATO sudah mengumumkan “tanda bahaya” pada eskalasi ketegangan antara Turki dengan Rusia, dan menjelaskan mereka ndak akan terlibat dalam konfrontasi apapun di antara dua negara tersebut.

Pejabat dari anggota NATO mengumumkan keprihatinan serius terkait ketegangan yang muncul semenjak aksi tembak oleh F16 Turki kepada pesawat Rusia Su-24 Rusia di dalam wilayah Suriah. (baca: St. Baecios / Saint Paisios: Turki Bakal Lenyap Akibat Perang)

Mereka juga prihatin atas ancaman Turki yang akan menyebarkan pasukan darat ke Suriah, di mana Rusia melaksanakan kampanye udara kepada kubu teroris atas permintaan Damaskus.

“Angkatan bersenjata dari dua negara keduanya aktif dalam pertempuran sengit di tapal batas negara Turki-Suriah, dalam beberapa kasus cuma beberapa kilometer saja”, majalah Jerman Der Spiegel mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Luksemburg Jean Asselborn.

“NATO ndak dapat membiarkan dirinya ditarik ke dalam eskalasi angkatan bersenjata dengan Rusia selaku akibat dari ketegangan baru antara Rusia dan Turki”, tambah Asselborn.

Dia juga menjelaskan bahwa Pasal 5 yang tertera dalam perjanjian Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yang menjamin sokongan untuk negara-negara anggotanya, dalam konfrontasi potensial dengan musuh, “cuma berlaku saat negara anggota diserang bukan menyerbu”.

Presiden Prancis Francois Hollande juga menekankan pada Jumat bahwa keterlibatan Ankara pada perang Suriah menghasilkan risiko perang antara Turki dan Rusia.

Der Spiegel mengutip diplomat Jerman yang ndak disebutkan namanya menjelaskan, “Kami ndak akan membayar harga untuk perang yang diawali oleh Turki.” (Baca: Kelicikan Politik Erdogan untuk Bantai Bangsa Kurdi Dimana pun)

kepemimpinan NATO mengumumkan keprihatinan yang sama sesudah Turki menjatuhkan jet Rusia dalam wilayah Suriah pada bulan November 2015.

“Kita mesti menghindari insiden kecelakaan lepas kendali”, kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada waktu itu kpd Reuters.

“Saya pikir saya telah mengumumkan dengan amat terang bahwa kami menyerukan tenang dan de-eskalasi. Ini ialah situasi yang serius”, tambahnya.

Ancaman terbaru Ankara yang ingin meningkatkan aksi anarkis di Suriah, Rusia menyerukan perjumpaan Dewan Keamanan PBB untuk membicarakan resolusi yang disusun Moskow untuk menyikapi kemungkinan intervensi darat oleh Turki dan Arab Saudi. (Baca: 500 Teroris ISIS Masuk Suriah Dibantu Otoritas Keamanan Turki)

“Situasi ini jadi lebih tegang sebab meningkatnya ketegangan di tapal batas negara Suriah-Turki dan negara Turki berencana untuk menyampaikan pasukan ke Suriah utara”, sedemikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia kpd kantor berita TASS.

Rancangan resolusi yang menyerukan seluruh negara untuk menghindari “retorika provokatif dan pernyataan inflamasi” yang seterusnya dapat memicu campur tangan asing dalam urusan internal Suriah dari pada mempromosikan resolusi politik dari konflik.

Perjumpaan Dewan Keamanan diadakan pada hari Jumat, Amerika Serikat, Prancis dan Inggris seluruh menolak resolusi yang diusulkan Rusia. (AL/ARN)

 

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :