Napi Muslim di AS Diberi Daging Babi demi Buka Puasa Ramadhan

Napi Muslim di AS Diberi Daging Babi demi Buka Puasa Ramadhan


loading…

WASHINGTON – Organisasi pembela hak-hak sipil Muslim terbesar di Amerika Serikat (AS) mengusulkan gugatan kepada petugas bui di Alaska. Gugatan diusulkan atas tudingan, membiarkan para narapidana (napi) Muslim kelaparan dan memberi mereka daging babi selama buka puasa Ramadhan.Gugatan diusulkan Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) atas nama dua napi Muslim yang menderita di Kompleks Bui Anchorage. Pihak yang digugat ialah petugas Department of Correction (DOC) Alaska.

Dalam gugatannya, CAIR menuduh para petugas bui menabrak hak konstitusional napi Muslim. Menurut CAIR, para napi Muslim memperoleh perlakuan diskriminatif, yaitu tak diberi makan yang hitungan total kalorinya diperlukan selama Ramadhan.

Lena Masri, direktur litigasi nasional demi CAIR, menjelaskan dalam sebuah pengumuman bahwa Konstitusi mencegah bui memaksa napi demi dibeda-bedakan antara iman dan jatah makanan mereka.

“Kami menginginkan bahwa pengadilan bakal melaksanakan apa yang tak bakal dikerjakan oleh pejabat Pemasyarakatan Anchorage; memastikan bahwa narapidana Muslim tak kelaparan atau dipaksa demi menabrak prinsip-prinsip iman mereka selama bulan suci Ramadhan,” kata Masri.

Daging babi yang diklaim diberikan terhadap napi Muslim itu terdapat dalam sandwich.

Menurut CAIR, hakim Pengadilan Distrik AS demi Alaska sudah mengabulkan gugatan mereka pada Kamis (24/5/2018). Hakim sudah memerintahkan petugas bui berhenti memberi para tahanan Muslim daging babi ketika mereka berbuka puasa selama Ramadhan.

Loading...
loading...

“CAIR sudah memberitahukan lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kefanatikan yang menargetkan Muslim Amerika dan anggota kubu minoritas lainnya semenjak terpilihnya Donald Trump selaku Presiden,” kata organisasi yang berpusat di Washington itu dalam sebuah pengumuman terbuka, yang dikutip AFP, Jumat (25/5/2018).

Selama Ramadhan, para napi Muslim di bui Anchorage berpuasa berkisar 18 jam sehari. Para penggugat mengeluh sebab ransum yang mereka terima setara dengan 1.100 kalori per hari atau jauh lebih tidak banyak dari hitungan total harian yang direkomendasikan berkisar 2.500 kalori demi napi lelaki.

Menurut para penggugat, paket ransum itu berisi makanan yang terbuat dari daging babi, yang dicegah dalam Islam. Dengan seperti inilah, nilai gizi makanan yang dapat dimakan tak mencukupi.

Temporer itu, Jeremy Hough, administrator standar demi DOC membantah bahwa sandwich demi napi Muslim berisi daging babi.

“Itu tidak daging babi. Ini ialah bologna kalkun,” kata Hough melalui telepon. “Sejatinya, ACC (yang disetujui) ialah fasilitas non-babi.”

(mas)

Napi Muslim di AS Diberi Daging Babi demi Buka Puasa Ramadhan

Loading...

[Surce]

loading...

You might like

About the Author: Muhammad Najib

KOLOM KOMENTAR ANDA :