Nabi Nggak Mengangkat Orang yang Meminta Jabatan

Website Islam Institute

Nabi Nggak Mengangkat Orang yang Meminta Jabatan

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا وَرَجُلاَنِ مِنْ قَوْمِي، فَقَالَ أَحَدُ الرَّجُلَيْنِ: أَمِّرْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَقَالَ الآخَرُ مِثْلَهُ، فَقَالَ: «إِنَّا لاَ نُوَلِّي هَذَا مَنْ سَأَلَهُ، وَلاَ مَنْ حَرَصَ عَلَيْه

Loading...
loading...

Abu Musa berkata, “Saya masuk menemui Nabi bersama-sama dengan dua orang teman. Lalu salah seorang dari kedua orang itu berkata, “Jadikanlah (angkatlah) saya selaku amir (pejabat) wahai Rasulullah”. Lalu yang seorang lagi juga meminta hal yang sama. Lalu Nabi bersabda, “Sungguh saya nggak akan mengangkat selaku pejabat orang yang memintanya dan nggak juga orang yang berambisi kepada jabatan itu”. (HR. Bukhari, Abu Daud dan Nasai).

Ibnu Hajar berkata, “Siapa yang mencari kekuasaan dengan begitu ambisiusnya, maka ia nggak akan ditolong oleh Allah.” (Fathul Bari, 13: 124)
Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :