Nabi Muhammad

Nabi Muhammad

Nabi Muhammad

Di Thaif, sebuah kota di utara Makkah, dalam situasi yang terlalu kritis, Nabi dikejar-kejar oleh sejumlah anak muda yang berusaha membunuhnya. mereka melempari Nabi dengan batu dan kotoran unta untuk keledai. tubuhnya cedera dan berdarah. Nabi tidak berdaya, Ia memohon pertolongan Allah, dan Doanya mengguncang ‘Arasy tempat para malaikat berkumpul. jibril lalu memimpin iring-iringan Malaikat menjumpai Nabi dan menawarkan sokongan: “wahai Nabi kalau engkau meminta kami mencabut gunung-gunung, lalu ditimpakan untuk warga Thaif yang su’ul adab itu, kami akan lakukan”.

Nabi Saw dengan santun menjawab: “Bahkan kalau mereka tidak mau beriman dan patuh untuk Tuhan, saya masih tetap menginginkan akan ada anak kecil dan cucu-cucu mereka yang menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Biarkan saja mereka, sebab mereka sungguh orang-orang yang tidak tahu: “Allahumma Ihdi Qawni fa innahum la Ya’lamun” (wahai Tuhan, berilah petunjuk untuk mereka, sebab mereka belum tahu).

Loading...
loading...

Nabi saw terlalu meyakini bahwa kebenaran tidak ajkan pernah sirna  dan dikalahkan. kebenaran pasti akan menang. Beliau juga tahu bahwa orang-orang yang memusuhi kebenaran ialah orang-orang bodoh, sebab itu mesti diberikan petunjuk dan pendidikan yang baik. begitulah kearifan seoarang Nabi yang agung ini.

Keyakinan akan datangnya kebenaran  dan hancurnya kebhatilan itu lalu terbukti “katakan (wahai Muhammad)”, begitu kata Tuhan, “sudah Hadir kebenaran  dan sudah sirna kebhatilan. sesungguhnya kebhatilan . sesungguhnya kebhatilan sungguh-sungguh hancur”. (Qs. Al-Isra : 81).

Tidak lama sesudah itu, kemenangan kian nyata waktu masarakat berbondong-bondong ikut risalahnya. Tuhan lalu menyerukan supaya mereka bersyukur dan meuji Tuhan sebab semuanya ialah berkat pertolongan-Nya: “Apabila pertolongan Allah dan kemenangan sudah Hadir. dan kami menyaksikan manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhan-mu dan ohonlah ampun kepada-Nya. sesungguhnya Dia Maha Penerima Taubat”. (Qs. Al-Nashar:1-3)

Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *