Nabi Muhammad Bukan Pelaknat, Bukan Pula Pencaci

Website Islam Institute
Loading...

Nabi Muhammad bukan pelaknat, bukan pula pencaci, lalu kenapa sekarang beberapa Ummat Islam jadi pelaknat dan pencaci? Inilah nasehat bagi yang suka mencaci, melaknat saudara sesama muslim. Bahkan ada di antara ummat Islam yang hobi mencaci dan melaknat ulama.

Taushiyyah ini disampaikan Al-Habib Umar bin Hafidz dari Tarim, Hadramuat, Yaman. Nasehat yang meruntuhkan penyakit hati: kesombongan, tinggi hati, dan ujub. Di depan kita ada qudwah (teladan) dari Nabi Muhammad Saw. Beliau ialah Rasulullah yang kita teladani perilakunya dan kita ikuti sunnah-sunnahnya. Ternyata Nabi Muhammad bukan pelaknat, bukan pula pencaci. Rasulullah Saw bersabda:

“Seorang mukmin nggak melaknat, menuduh dan berkata keji.”

“Saya nggak diutus selaku pelaknat ataupun berteriak-teriak di pasar.”

Nabi Muhammad bukan pelaknat, bukan pula pencaci. Begitu juga dengan pengikut baginda Nabi Muhammad dari kalangan ulama. Tak ada di antara mereka pelaknat yang suka melaknat orang. Bukan juga pencaci, yang mencaci bahkan kepada orang awam. Para ulama yang mengikuti Nabi Muhammad bukan pencaci kepada para ulama lainnya.

Terlebih lagi para sahabat  Nabi Saw. dan tabi’in. Mereka (para sahabat dan tabi’in) ialah sumurnya penghargaan dan asas kehormatan. Tak ada di antara mereka yang hobi melaknat ataupun mencaci. Penghargaan dan penghormatan mereka begitu tinggi kpd siapa saja selain dirinya. Sebab mereka mengikuti Nabinya, Nabi Muhammad bukan pelaknat, bukan pula pencaci.

Nabi Muhammad bukan pelaknat, lalu para pelaknat itu mengikuti siapa?

Metode (dakwah) yang baik dan benar nggak ada caci maki sama sekali. Nabi Saw. nggak diutus untuk mencaci dan memaki. Tak pula seorang wali Allah bertugas untuk mencaci atau memaki. Tak pula berdiri hakikat ilmu dengan caci maki sama sekali.
Tidaklah berdiri suatu madzhab dengan caci maki kecuali madzhab iblis dan madzhab pengikut iblis, pada saban waktu dan masa. Merekalah yang terbiasa meneruskan tradisi caci maki kepada manusia. Melaknat manusia. Memancing emosi dan menanam kebencian di antara ummat Islam.

Adapun para Nabi, para ulama dan para wali, mereka menebar kasih, menyebar persaudaraan, menyebarkan akhlaq. Mereka menyebarkan kesucian hati, menyebarkan sikap menghargai, senantiasa menetapkan batasan. Mereka mengekang hawa nafsu, bersifat sabar dan menahan amarah. Inilah jalan yang ditempuh para nabi, para wali, para ulama dan orang-orang shaleh. (Wangsit materi via Alwiyah/Kampus.sarkub.com)

loading...

Lalu para Muslim pencaci dan pelaknat itu mengikuti siapa? Padahal Nabi Muhammad bukan pencaci. Dan ternyata juga, Nabi Muhammad bukan pelaknat.

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :