Nabi Menjelaskan Mayit Mampu Menguping, Ulama Wahabi Mengingkarinya

Loading...

Mayit sanggup menguping ialah perkataan Nabi saw. Umar berkata “Ya Rasulullah, apakah Engkau sedang berbicara dengan suatu kaum yang sudah jadi bangkai? Beliau menjawab “Tidaklah kalian lebih dapat menguping apa yang saya katakan daripada mereka. Cuma saja mereka tak dapat menjawab”

PENAFSIRAN “BODOH” ULAMA KHALAF WAHABI Kepada QS. FATHIR: 22

Nabi Menjelaskan Mayit Mampu Menguping, Namun Ulama Wahabi Mengingkarinya. Dalam Kitab “Kaif Nafham At-Tauhid?” hal. 20 Muhammad Ahmad Basyamil seorang ulama wahabi murid Bin Baz menjelaskan bahwa mayit tak sanggup menguping. Benarkah seperti ini?

Terjemah scan kitab berwarna kuning sbb:

“Dan tak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kpd siapa yang dikehendaki-Nya dan engkau sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat menguping.” [QS. Fathir: 22]. Tetapi sebab kebodohanmu dari ajaran Allah [sunatullah] dan keberpalinganmu dari mengambil pelajaran yang datang dari kitabullah [al-Qur’an], maka jatuhlah engkau dalam kebodohan dan jadilah hatikamu berpaling dari ke-Maha Kuasaan Allah atas segala sesuatu yang Dia [Allah] senantiasa menyertaimu, menguping dan melihatmu. Dan engkau menghadapkan wajahmu kpd mayit yang dimana dia [mayit] sudah melupakanmu dan dia tak mendengarmu dan melihatmu.”

  1. Ini ialah kaidah umum yang tetap tak akan berubah bahwa sesungguhnya mayit tak sanggup menguping, kecuali seseorang mendatangkan dalil spesial dalam kondisi spesial pula dan ini [dalil] spesial yang ketetapannya secara umum dalam keberadaannya. Maka darimana [tiba-tiba] ada dalil buat kuburiyun [ahli ziarah kubur] atas wali-wali mereka yang telah meninggal itu sanggup menguping? [suara dan do’a mereka]. Maka apakah sudah didatangkan [diterangkan] di dalam al-Qur’an bahwa sesungguhnya Syaikh Fulan atau Sayyid Fulan sudah memperoleh prioritas Allah di antara orang-orang yang telah meninggal [mayit] bahwa sesungguhnya mereka menguping orang yang memanggilnya siapa dia dan dimana dia? dan seterusnya…………”

KITA BANDINGKAN DENGAN PENJELASAN ULAMA SALAF SBB:

IBNU KATSIR MENJELASKAN AYAT DIATAS SBB:

وَمَا يَسْتَوِي الأحْيَاءُ وَلا الأمْوَاتُ إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَنْ يَشَاءُ وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ

“Dan tak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kpd siapa yang dikehendaki-Nya dan engkau sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat menguping.” [QS. Fathir: 22]

يقول تعالى: كما لا تستوي هذه الأشياء المتباينة المختلفة، كالأعمى والبصير لا يستويان، بل بينهما فرق وبون كثير، وكما لا تستوي الظلمات ولا النور ولا الظل ولا الحرور، كذلك لا تستوي الأحياء ولا الأموات، وهذا مثل ضربه الله للمؤمنين وهم الأحياء، وللكافرين وهم الأموات،
{ وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ } أي: كما لا [يسمع و] ينتفع الأموات بعد موتهم وصيرورتهم إلى قبورهم، وهم كفار بالهداية والدعوة إليها، كذلك هؤلاء المشركون الذين كُتِب عليهم الشقاوة لا حيلةَ لك فيهم، ولا تستطيع هدايتهم.

Alloh berfirman: Sebagaimana ketidaksamaan beberapa perkara yang mempunyai beragam penjelasan seperti antara buta dan menyaksikan keduanya tidaklah sama, tetapi antara keduanya mempunyai beberapa perbedaan, dan seperti ketidaksamaan antara kegelapan dan sinar jelas, keteduhan dan kepanasan, begitu pula ketidaksamaan antara orang yang hidup dan orang yang mati. Dan ini sebuah perumpamaan Alloh atas orang-orang mukmin itu selaku orang yang hidup, dan bagi orang-orang kafir itu orang yang mati.
{Dan engkau sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat menguping}yaitu: sebagaimana [tdk bisa mendengar dan] bermanfa’at buat orang mati sesudah kematiannya dan sesudah mereka kembali ke kubur mereka. Mereka itu ialah orang-orang kafir dengan memberi petunjuk dan seruan [berbuat baik] atasnya. Seperti ini pula mereka orang-orang musyrik yang sudah ditetapkan atas mereka kecelakaan tak ada bagimu daya dan kesanggupan untuk menunjukkannya.

IMAM AL-QURTHUBI MENJELASKAN AYAT DIATAS SBB:

.{ وَمَا يَسْتَوِي الأَحْيَاءُ وَلا الأَمْوَاتُ } قال ابن قتيبة: الأحياء العقلاء، والأموات الجهال. قال قتادة: هذه كلها أمثال؛ أي كما لا تستوي هذه الأشياء كذلك لا يستوي الكافر والمؤمن. { إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَنْ يَشَاءُ } أي يسمع أولياءه الذين خلقهم لجنته. { وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ } أي الكفار الذين أمات الكفر قلوبهم؛ أي كما لا تسمع من مات، كذلك لا تسمع من مات قلبه.

{Dan tak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati}Ibnu Qutaibah berkata: Orang yang hidup ialah orang yang berakal [pandai], dan orang yang mati ialah orang yang jahil [bodoh]. Qotadah berkata: ini seluruh ialah perumpamaan; yaitu sebagaimana ketidaksamaan beberapa perkara begitu pula ketidaksamaan orang kafir dengan orang  mukmin. {Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kpd siapa yang dikehendaki-Nya} yaitu para kekasih-NYA yang mereka sudah dijadikan untuk menduduki surga-Nya. {Dan engkau sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat menguping}yaitu orang kafir, mereka itu orang-orang yang sudah mati hatinya, yaitu sebagaimana tak mendengarnya orang yang telah mati. Seperti ini halnya tak sanggup mendengarnya orang yang sudah mati hatinya.

IMAM ATH-THOBARI MENJELASKAN AYAT DIATAS SBB:

وقوله ( وَمَا يَسْتَوِي الأحْيَاءُ وَلا الأمْوَاتُ ) يقول: وما يستوي الأحياء القلوب بالإيمان بالله ورسوله، ومعرفة تنزيل الله، والأموات القلوب لغلبة الكفر عليها، حتى صارت لا تعقل عن الله أمره ونهيه، ولا تعرف الهدى من الضلال، وكل هذه أمثال ضربها الله للمؤمن والإيمان والكافر والكفر

loading...

Dan firman Alloh: {Dan tak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati} dikatakan: tidaklah sama orang yang hidup hatinya dengan beriman kpd Alloh dan Rosul-Nya, mengetahui apa yang diturunkan Alloh, dan orang yang mati hatinya yang meliputi orang-orang kafir sehingga jadilah ketidaktahuan akan perintah-perintah dan larangan-larangan Alloh, dan tak mengetahui petunjuk dan kesesatan. Dan ini seluruh ialah perumpamaan Alloh untuk orang-orang mukmin dan keimanan, orang-orang kafir dan kekufuran.

MENURUT IBNU TAIMIYAH [MAJMU’ FATAWA BAB. JANAIZ]

وسئل ـ رَحمه اللّه:
هل يتكلم الميت في قبره أم لا ؟

فأجاب:
يتكلم، وقد يسمع ـ أيضاً ـ من كلمه، كما ثبت في الصحيح عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: (إنهم يسمعون قرع نعالهم). وثبت عنه في الصحيح: أن الميت يسأل في قبره فيقال له: من ربك ؟ وما دينك؟ ومن نبيك؟ فيثبت اللّه المؤمن بالقـول الثابت، فيقول: اللّه ربي، والإسلام ديني، ومحمد نبيي، ويقال له: ما تقول في هذا الرجل الذي بعث فيكم؟ فيقول المؤمن: هو عبد اللّه ورسوله، جاءنا بالبينات والهدي، فآمنا به، واتبعناه. وهذا تأويل قوله تعالى: {يُثَبِّتُ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ} [إبراهيم: 27]. وقد صح عن النبي صلى الله عليه وسلم أنها نزلت في عذاب القبر.

Ditanyakan kpd (Syeikhul islam Ibnu Taimiyah) rohimahulloh (semoga Alloh merohmatinya), “Apakah mayyit sanggup berbicara di dalam kuburnya atau tak?”

Maka beliau menjawab, “Berbicara, juga menguping mengenai hal perkataannya, seperti yang terbukti dan sudah ditetapkan dalam hadits Shahih bahwa Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ (Mereka [amwat] menguping suara langkah kaki mereka (zaa-ir)). Dan diriwayatkan dalam hadits Shahih bahwa orang mati ditanya dalam kuburnya. dikatakan kepadanya: Siapa Tuhanmu?, Apa agamamu?, dan siapa Nabimu? Maka Alloh meneguhkan (iman) kpd orang mukmin dengan respon yang teguh. Maka (mayit) berkata, “Allah ialah Tuhanku, Islam agamaku, dan Nabi Muhammad Nabiku,” dan dikatakan kepadanya, “Apa yang engkau katakan (ketahui) kpd orang ini (Muhammad) yang diutus kepadamu?” Maka orang mukmin berkata, “Dia (Muhammad) ialah hamba Allah dan Rasul-Nya, sudah datang kpd kami bukti-bukti dan petunjuk, dan kami beriman dengannya serta mengikutinya. Dan ini ialah takwil dari firman Alloh (Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki) [QS. Ibrahim: 27] Sungguh benar bahwa dari Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya ayat tersebut turun berkenaan dengan siksa kubur.

Nabi Menjelaskan Mayit Mampu Menguping

Diriwayatkan dengan sanad yang shahih bahwa orang-orang yang ikut dalam perang Badar sesudah wafat dapat menguping apa yang dikatakan Nabi Saw kpd mereka. Hadis tersebut diriwayatkan dalam Musnad Ahmad 1/26 no 182.

حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا يحيى بن سعيد وأنا سألته ثنا سليمان بن المغيرة ثنا ثابت عن أنس قال كنا مع عمر بين مكة والمدينة فتراءينا الهلال وكنت حديد البصر فرأيته فجعلت أقول لعمر أما تراه قال سأراه وأنا مستلق على فراشي ثم أخذ يحدثنا عن أهل بدر قال إن كان رسول الله صلى الله عليه و سلم ليرينا مصارعهم بالأمس يقول هذا مصرع فلان غدا إن شاء الله تعالى وهذا مصرع فلان غدا إن شاء الله تعالى قال فجعلوا يصرعون عليها قال قلت والذي بعثك بالحق ما أخطئوا تيك كانوا يصرعون عليها ثم أمر بهم فطرحوا في بئر فانطلق إليهم فقال يا فلان يا فلان هل وجدتم ما وعدكم الله حقا فإني وجدت ما وعدني الله حقا قال عمر يا رسول الله أتكلم قوما قد جيفوا قال ما أنتم بأسمع لما أقول منهم ولكن لا يستطيعون أن يجيبوا

Sudah menceritakan kpd kami Abdullah yang berkata sudah menceritakan kepadaku Ayahku yang berkata sudah menceritakan kpd kami Yahya bin Sa’id dan saya menanyakan padanya, ia berkata sudah menceritakan kpd kami Sulaiman bin Mughirah yang berkata sudah menceritakan kpd kami Tsabit dari Anas yang berkata “Kami berbarengan Umar di antara Mekkah dan Madinah, dan kami sama-sama menyaksikan bulan sabit. Saya termasuk orang yang tajam penglihatan sehingga saya dapat melihatnya. Saya berkata kpd Umar”Tidakkah engkau akan melihatnya?”. Umar berkata “Saya akan melihatnya tatkala saya terkapar di tempat tidurku”. Dia lalu menceritakan kpd kami mengenai hal para Ahli Badar. Dia berkata “Sesungguhnya Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam sudah memperlihatkan kpd kita tempat kematian mereka kemarin”.

Beliau bersabda “Ini tempat kematian fulan besok kalau Allah menghendaki dan ini tempat kematian fulan besok kalau Allah menghendaki”. Mereka lalu meninggal dunia di tempat itu. Saya berkata “Untuk Yang mengutusmu dengan membawa kebenaran tidaklah mereka melangkah untuk itu. Mereka dibantai di tempat itu”. Beliau lalu memerintahkan supaya mereka dimasukkan kedalam sumur. Beliau Shollallohu ‘alaihi wa sallam mendatangi mereka dan bersabda “Wahai fulan dan fulan, apakah kalian sudah menemukan apa yang Allah janjikan kpd kalian selaku suatu kebenaran?. Sesungguhnya Saya sudah menemukan apa yang Allah janjikan kepadaKu selaku suatu kebenaran”. Umar berkata “Ya Rasulullah, apakah Engkau sedang berbicara dengan suatu kaum yang sudah jadi bangkai?. Beliau menjawab “Tidaklah kalian lebih dapat menguping apa yang saya katakan daripada mereka. Cuma saja mereka tak dapat menjawab”

Hadis ini sanadnya Shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim. Syaikh Ahmad Syakir dalam Syarh Musnad Ahmad no 182 berkata “sanadnya shahih”. Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Musnad Ahmad tahqiq beliau berkata

إسناده صحيح على شرط الشيخين

Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim. Wallohu A’lam bish-Showab

 

Oleh Ibnu Mas’ud

Ibnu Mas’ud: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=384168278273771&set=a.104122672945001.8730.100000418070749&type=1

loading...

Loading...

You might like

About the Author: admin

6 Comments

  1. Salafy emang pengekor hawa nafsu yg menggunakan tameng Al Qur’an Al Sunnah. Lihat buktinya dalam scan kitab di atas.

    Jadi tidak benar talqin mayit itu meniru Yahudi Nasroni seperti anggapan Salafy Wahabi selama ini. Karena orang mati itu bisa mendengar kama qola Rosulullah Saw.

  2. Wahabi cuma ngaku2 doang ikut Qur’an n hadits, buktinya mereka ingkar seperti fakta dalam postingan di atas. Sebenarnya Wahabi cuman pengekor hawa nafsunya sendiri tetapi dinisbatkan kepada Qur’an n Hadits. Itu namanya kebohingan publik, tidak tahu malu deh Wahabi.

  3. menyedihkan menggelikan juga tak tau malu fatwa sana fatwa sni tapi nollll….menganggap dari alquran juga alhadist tapi seenak perut dia terjemahin dan tafsirkan…tobatlah wahai saudara muslimku dari akidah seperti itu….

KOLOM KOMENTAR ANDA :