Muslim di Islandia Cuma Punya Waktu 2 Jam guna Berbuka, Tarawih, dan Sahur

Muslim di Islandia Hanya Punya Waktu 2 Jam untuk Berbuka, Tarawih, dan Sahur

Muslim di Islandia Cuma Punya Waktu 2 Jam guna Berbuka, Tarawih, dan Sahur

Muslim di Islandia wajib menjalani puasa Ramadan selama 22 jam sehari. Ini artinya, Muslim di negara yang cuma berpenduduk kisaran 334 ribu jiwa itu punya waktu cuma kisaran dua jam guna berbuka, shalat tarawih, dan makan sahur. Sebab di Islandia, fajar mulai terbit pukul 04.00 dan matahari terbenam kisaran pukul 23.00.

Ibadah puasa dijalankan mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Di Indonesia, puasa dijalankan selama kurang lebih 13 jam. Tetapi di wilayah lingkaran Arktik atau Kutub Utara, waktu puasa mampu jauh lebih panjang, terutama bila berlangsung di musim panas.

Bagian negara yang mempunyai rentang waktu puasa terpanjang ialah Islandia -di mana ummat Muslim wajib berpantang dari lapar, haus dan segala hal yang mampu membatalkan puasa- sampai 22 jam.

Sulaman, lelaki asal Pakistan yang geser ke Islandia lima tahun lampau, ialah salah seorang yang menjalani puasa selama 22 jam itu. “Dalam Islam, Anda berpuasa semenjak terbit fajar sampai terbenam matahari, jadi aku berpuasa selama hampir 22 jam,” katanya dilansir NU Online, Sabtu (2/6) dari bbc.com.

Dia menyebut berpuasa nyaris seharian bukanlah hal yang berat guna dijalani. “Iman yang membikin aku mampu menjalani ini. Kalau Anda percaya, seluruhnya bakal mudah dan lama-kelamaan tubuh Anda bakal terbiasa sebab itu telah sebagai rutinitas,” ucap Sulaiman.

Di sisi lain, istri Sulaiman, Zara, tak berpuasa di Ramadan tahun sekarang. Zara tengah mengandung. Tetapi, Zara bakal tetap bangun ketika fajar guna membantu suaminya mempersiapkan sahur. Sulaiman makan sahur pada pukul 02.00.

Umumnya dia menyantap yoghurt dan buah selaku menu sahur sehari-hari. seusai menjalankan salat Subuh, Sulaman tidur selama lima jam sebelum bangun dan bersiap berangkat kerja. Dia menjelaskan tetap bekerja seperti biasa dan tak meminta keringanan sebab berpuasa.

Yaman, pemilik restoran kebab di Reykjavik, mengumumkan hal serupa. Iman dan ketakwaan membuatnya sanggup menjalani puasa panjang tanpa mengeluh. “Memang tak mudah, tapi kalau Anda telah meyakini sesuatu, Anda bakal tetap menjalaninya,” ujar dia.

Adapun ketika waktu berbuka puasa tiba, Yaman dan sekelompok ummat Muslim lainnya lebih memilih melaksanakan buka puasa bersama-sama di masjid sekaligus menjalankan shalat Tarawih. Setelah shalat, mereka kembali sahur bersama-sama sebelum kembali ke rumah masing-masing.

Di Islandia, terdapat kisaran 1.000 orang yang memeluk agama Islam. Tetapi tak seluruhnya orang menjalani jam puasa yang panjang seperti Sulaman dan Yaman.

Hal itu dibenarkan Mansoor, imam sebuah komunitas Muslim di Reykjavik, ibu kota Islandia. Di komunitas Mansoor, ummat Muslim berpuasa selama 18 jam.

“Terdapat surat dalam Al-Qur’an soal puasa Ramadhan yang menjelaskan Allah memudahkan umat-Nya berpuasa,” papar Mansoor yang menyebut hal itu dikerjakan sebab terdapat banyak kasus di mana ummat Muslim pingsan, ketika menjalani waktu puasa yang amat panjang.

Terdapat banyak anjuran soal lamanya puasa Ramadhan bagi ummat Muslim yang berada di negara dengan waktu siang yang lebih panjang dari malam.

Mereka dapat berbuka puasa mempergunakan waktu matahari terbenam di negara terdekat yang tak mempunyai siang hari terus menerus, negara kebanyakan Muslim terdekat, atau mengunakan rentang waktu puasa Arab Saudi. Pilihan lainnya, mengikuti waktu matahari terbenam setempat.

Karim Askari, Direktur Eksekutif Yayasan Islam Islandia menjelaskan ummat Muslim di Islandia mampu mengikuti anjuran manapun sesuai dengan keyakinan mereka. “Ada yang berpuasa selama 22 jam, ada juga yang mengikuti waktu berpuasa di negara Eropa, seperti Prancis,” paparnya.

Di sisi lain, Askari menjelaskan kendati berpuasa lebih lama, Ramadhan di Islandia bahkan lebih mudah dijalani. “Berpuasa di iklim yang panas jauh lebih sulit. Orang cenderung lebih mudah emosi sebab lapar dan haus ketika cuaca panas, tapi di iklim yang dingin, puasa bakal lebih mudah,” terang Askari.

Selain Islandia, waktu puasa yang cukup panjang juga dijalani ummat Muslim di Swedia, Norwegia, dan Finlandia yang berpuasa selama 20 jam. Adapun ummat Muslim di Inggris berpuasa selama 18 jam, sementara di Jerman, puasa berlangsung selama 17 jam. (Red: Fathoni/NU Online)

You might like

About the Author: Hakim Abdul

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.