Muslim di Bui Alaska Diberi Makan Daging Babi Selama Ramadhan

Muslim di Bui Alaska Diberi Makan Daging Babi Selama Ramadhan

ALASKA – Narapidana Muslim di bui negara bagian Alaska, AS, dibuat “kelaparan” dan diberi produk makanan dari daging babi selama bulan Ramadhan. Dewan Hubungan Amerika-Islam mengungkap hal ini dalam gugatan federal mereka.

“Guna satu hal, tahanan Muslim diberi makanan dengan kalori jauh lebih rendah dibandingkan dengan narapidana lainnya,” kata Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) dalam gugatan federal yang diusulkan pada hari Rabu (23/05).

“Pejabat di Kompleks Pemasyarakatan Anchorage sudah menyediakan narapidana Muslim dengan tidak cukup dari setengah kalori yang mereka perlukan, sesedikit 500 kalori selama banyak hari, yang artinya diet kelaparan.”

Muslim yang menjalankan puasa di bulan suci, cuma makan dan minum antara matahari terbenam dan matahari terbit, tetapi para tahanan sebagai korban perilaku diskriminatif dari pihak berwenang yang tak mau menyediakan makanan halal demi mereka.

Ini dilaksanakan temporer para pejabat di bui secara konstitusional dicegah demi memaksa “narapidana memilih antara iman atau makanan mereka.”

“Kami menginginkan bahwa pengadilan bakal melaksanakan apa yang tak bakal dilaksanakan oleh pejabat Pemasyarakatan Anchorage: memastikan bahwa narapidana Muslim tak kelaparan atau dipaksa demi menabrak prinsip-prinsip iman mereka selama bulan suci Ramadhan,” ujar Lena Masri, direktur litigasi nasional demi CAIR, dalam sebuah pengumuman terbuka.
Alaska Department of Corrections belum mengomentari gugatan itu.

CAIR menuntut perintah pengadilan demi memberi “nutrisi yang cukup, bebas dari produk daging babi” bagi para tahanan. (ARN)


Muslim di Bui Alaska Diberi Makan Daging Babi Selama Ramadhan

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :