Mungkin Irak Akan Minta Sokongan Rusia Perangi Teroris ISIS

Website Islam Institute

Mungkinkah Irak Akan Minta Sokongan untuk Rusia Perangi Teroris ISIS di Irak

Untuk mengatasi kubu teroris, Rusia, Iran, Suriah dan Irak baru-baru ini membentuk pusat intelijen di Baghdad untuk berbagi info mengenai hal peta power teroris.

Islam-Institute, BAGHDAD – serdadu relawan Irak yang memerangi teroris ISIS sudah meminta untuk Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi untuk meminta Rusia melaksanakan serbuan udara pada posisi teroris di Irak.

Aliansi Nasional Irak di parlemen menjelaskan untuk Reuters pada Rabu (21/10) bahwa permintaan legal untuk serbuan udara Rusia sudah disampaikan ke Abadi dalam perjumpaan Minggu lalu, dan bahwa ia belum secara legal merespon hal itu.

“Abadi menjelaskan dalam perjumpaan itu bahwa ini bukan waktu yang pas untuk memasukkan Rusia dalam perang melawan ISIS sebab cuma akan mempersulit situasi dengan Amerika,” kata seorang politikus senior yang dekat dengan perdana menteri, Reuters mengabarkan, tanpa menyebutkan nama politisi itu.

AS Amat Kuatir Irak Akan Minta Sokongan untuk Rusia Perangi Teroris ISIS di Irak.

Jubir Abadi, Saad al-Hadithi, menjelaskan Perdana Menteri belum membicarakan serbuan udara dengan Kremlin, dan menambahkan, bagaimanapun, bahwa ia “tidak mengesampingkan tiap-tiap sisi yang sanggup memberikan sokongan ke Irak.”

Juga pada hari Rabu, Muen al-Kadhimi, figur publik senior milisi Brigade Badr, menjelaskan Rusia lebih menentukan dalam kampanye udara kepada ISIS di Suriah – yang diawali akhir bulan September lalu – dari pada gabungan Amerika yang konon menargetkan posisi ISIS di Suriah dan Irak.

Loading...
loading...

“Saya percaya bahwa pemerintah akan merespon intimidasi, khususnya sesudah mandat legal dari Aliansi Nasional untuk Perdana Menteri Abadi meminta partisipasi Rusia,” kata Kadhimi.

Untuk mengatasi kubu teroris, Rusia, Iran, Suriah dan Irak baru-baru ini membentuk pusat intelijen di Baghdad untuk berbagi info mengenai hal peta power teroris.

Permintaan kubu Irak atas serbuan udara Rusia kepada ISIS Hadir walaupun pernyataan oleh Jend. Joseph Dunford, ketua Gabungan Kepala Staf, yang menjelaskan pada hari Selasa bahwa Washington sudah memenangkan jaminan dari Irak bahwa hal itu tidak akan terjadi.

“Menhan Irak, Khalid al-Obeidi dan Perdana Menteri menjelaskan: ‘Tentu saja.’ Tidak ada permintaan sekarang bagi Rusia untuk menyokong mereka … dan Rusia belum meminta mereka untuk Hadir dan melaksanakan operasi,” kata Dunford selama perjalanan ke ibukota Irak, Baghdad.

Moskow meluncurkan serbuan udara kepada teroris ekstrim di Suriah atas permintaan Damaskus pada 30 September, tidak lama sesudah majelis tinggi parlemen Rusia memberi Presiden Vladimir Putin mandat untuk mempergunakan angkatan udara di negara Arab.

Semenjak September 2014, AS dan beberapa sekutunya sudah melaksanakan serbuan udara yang diklaim menarget posisi ekstrimis ISIS di dalam wilayah Suriah tanpa otorisasi dari Damaskus atau mandat PBB. Serbuan udara di Suriah Adalah perpanjangan dari kampanye udara pimpinan AS kepada Sangkaan posisi ISIS di Irak, yang diawali pada bulan Agustus 2014. Beberapa mengkritik akan ketidak-efektifan penggerebekan gabungan AS ini. (AL/ARN/PTV)

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :