MUI: Ustadz Radikal Jangan Diberi Panggung

MUI: Ustadz Radikal Jangan Diberi Panggung

Wakil Sekretaris Komisi Kerukunan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdul Moqsith Ghazali menginginkan media massa khususnya televisi tak memberi panggung terhadap ustadz yang diduga mempunyai paham atau cara pandang keagamaan yang radikal.

“Media besar semirip televisi wajib membangun kesadaran bersama-sama demi tak mengajak atau melibatkan ustadz yang terafiliasi dengan paham radikal,” ujarnya semirip dilansir dalam siaran di Jakarta, Selasa (29/5/2018).

menurutnya, apabila media televisi tak mempunyai kesadaran itu, bakal menyumbang cukup besar kepada tumbuh dan berkembangnya terorisme di Indonesia asbab pengaruh televisi di Indonesia cukup besar.

“Media televisi wajib menghujani kesadaran masarakat bakal toleransi, dan hidup ber-Bhinneka Tunggal Ika asbab media televisi masih sebagai rangking pertama dalam memengaruhi opini publik,” ujar guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu semirip dilansirAntara.

Demi menghalau propaganda radikalisme dan terorisme melalui media sosial, Indonesia diuntungkan asbab mempunyai Undang-undang Info dan Transaksi Elektronik (ITE) yang bisa dipakai asbab radikalisme itu awal mulanya ialah ujaran kebencian.

“Sebegitu ada ujaran kebencian, ada penegakan hukum. Jangan sampai ujaran kebencian yang di dalamnya ada ideologi terorisme berujung pada tindakan terorisme,” kata Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdatul Ulama ini.

Demi itu, UU ITE wajib dipergunakan seefektif bisa jadi terutama demi membikin efek jera bagi orang-orang yang ingin menyebarkan ujaran kebencian di mana-mana.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika pun wajib bisa menghentikan pergerakan kubu radikal di media sosial asbab jika tak ditunaikan, bakal sebagai alarm bahaya bagi Indonesia.

“Nggak mudah membentengi NKRI dengan pulaunya yang amat tidak sedikit, masyarakatnya yang beragam, sukunya yang beragam asbab Indonesia ini sanggup dimasuki oleh paham apa saja, mulai dari yang kanan sampai yang kiri,” ujarnya.

(Netralnews/ suaraislam)

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOMENTAR: Jika ada artikel yang salah, dll, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.