Home / Inspirasi Islam / MUI Harus Menunjukkan Warna Islam Ramah Bukan Islam Marah

MUI Harus Menunjukkan Warna Islam Ramah Bukan Islam Marah

MUI seharusnya menunjukkan warna Islam yang bukan pemarah. Sehingga dengan demikian umat Islam harusnya tidak mau diadu-domba. Muslim yang pemarah di Indonesia itu jumlahnya lebih sedikit, tapi sering membuat ramai seakan Umat Islam semuanya pemarah ….

 

Semarang – Umat Islam diharapkan mampu menjadi tauladan bagi bangsa Indonesia secara menyeluruh. Banyak tantangan yang dihadapi umat Islam Indonesia hari ini, terutama dalam menjaga kerukunan dan persatuan. Perbedaan paham dalam Islam harusnya tidak menjadi kendala dalam menyatukan dan menguatkan agama. Salah satu upaya menyatukan Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat efektif untuk mengumpulkan tokoh-tokoh agama dan saling berembug.

Demikian disampaikan Ketua Umum MUI Kota Semarang Prof KH M Erfan Soebahar MAg saat menyampaikan sambutan pengukuhan pengurus dan rapat kerja di Aula Rumah Dinas Walikota Semarang (5/3/2016). Dalam rangka mewujudkan Semarang yang rukun dan damai, MUI berharap semua pengurus yang baru dikukuhkan mampu mewujudkan kebersamaan. “Semua program MUI harus jalan dan dekat dengan masyarakat. Sebab ulama sangat dinanti fatwanya” tegas Erfan

Walikota Semarang Hendrar Prihadi SE MM dalam sambutannya menyatakan bahwaKota Semarang harus tetap menjadi Kota kondusif. Agama Islam di Kota Semarang berkembang pesat dengan rembug bareng. Semua isu agama harus diselesaikan dengan baik. “Jangan pernah ada konflik agama di Kota Semarang” tegas Hendi selaku Ketua Dewan Penasehat MUI Kota Semarang.

Hendi juga berpesan agar kekompakan dan komunikasi MUI dengan Pemkot terjalin dengan baik. Terutama dalam penguatan organisai MUI. Segala kebutuhan yang diharapkan MUI Kota Semarang akan dibantu Pemkot sesuai dengan regulasi yang berlaku. Problem agama saat ini ada macam-macam, misalnya kelompok radikal dan sempat meresahkan masyarakat, MUI Kota harus tetap merangkul potensi masyarakat Kota Semarang.

Dan yang paIing penting MUI mampu mensosialisasikan fatwa yang menyejukkan umat Islam MUI juga perlu melakukan pemberdayaan masjid dan majelis taklim di Kota Semarang. “Kalau agama Islam di Kota Semarang semarak dan guyub, maka Kota ini akan berkah dan menjadi contoh nasional” ungkap Hendi.

Kondisi umat Islam memang banyak membutuhkan kedewasaan dalam menjalankan visi agama. Salah satu masalah yang membuat umat Islam mudah dipecah belah adalah ekonomi. “Islam harus kuat dalam segala hal, termasuk ekonominya. Sebab mukmin yang kuat lebih utama daripada mukmin yang lemah” kata KH Dr Daroji MSi Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Tengah. Kemiskinan yang melanda umat Islam harus segera diselesaikan dengan baik.

Tugas MUI memang sangat berat, terutama dalam memberdayakan masyarakat dengan menuntun dengan ajaran Islam yang benar. Dan MUI harus mampu menunjukkan warna Islam peramah bukan pemarah. Umat Islam jangan mau diadudomba. Jumlah orang Islam yang pemarah di Indonesia itu sedikit, tapi terkadang suka membuat ramai. Islam sebagai agama yang suci, jangan sampai ada yang menjelekkan Islam. “Tugas MUI adalah menyatukan umat Islam dengan prinsip kebangsaan dan kesatuan NKRI” pungkas Daroji.

M Rikza Chamami pengurus MUI bidang pendidikan 081227200111

(KBA/Kantor Berita Aswaja)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Abdullah bin Umar Al Baidlawi, Menulis Kitab Tafsir Qur’an Setelah Bangkit dari Kubur

Abdullah bin Umar Al Baidlawi, Menulis Kitab Tafsir Qur’an Setelah Bangkit dari Kubur. Suatu saat, ...