Berita Mesir

Mufti Agung Mesir: Bergembira dengan Maulid Nabi Berpahala Besar

Mufti Agung Mesir, Shawqi Allam serukan Umat Islam untuk melakukan Peringatan Maulid Nabi Saw dan abaikan fatwa Wahabi.

Tidak masuk akal dan melawan hati nurani, jika orang-orang bergembira atas kelahiran Nabinya lalu memperingati kelahiram Rasulullah Saw dianggap sesat. Apakah Anda sesat dan berdosa jika bergembira dengan kelahiran anak anda? Tidak. Apalagi bergembira dengan kelahiran Nabi Muhammad saw.

 

 

Islam-Institute, KAIROBertepatan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw dan Minggu Persatuan Islam, kantor Dar al-Fatwa Mesir membolehkan kaum muslimin untuk merayakan peringatan Hari Kelahiran Nabi Besar Muhammad Saw (Maulid Nabi Saw). Mufti Agung Mesir, Shawqi Allam juga meminta umat Islam untuk mengabaikan dan menolak fatwa Takfiri Wahabi yang menganggap Peringatan maulid Nabi Saw sebagai bid’ah dan sesat.  

Menurut situs berita “Middle East Online”, Dar al-Fatwa Mesir telah mengeluarkan pernyataan resmi, pada Senin (21/12), yang menyebutkan bahwa peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad “boleh secara hukum syariat”. Bahkan dianggap “termasuk dari salah satu amalan terbaik dan ibadah terbesar”,  karena mencerminkan “sukacita dan kecintaan kepada Nabi Saw”.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah memantau Kantor Fatwa Salafi Wahabi yang mengharamkan perayaan keagamaan, seperti Maulid Nabi Saw. Di mana salah satu dari pemimpin Salafi, Said Abd Azim, baru-baru ini mengharamkan perayaan kelahiran Nabi Saw dengan dalih bahwa itu merupakan bid’ah dan sesat.  

Dalam menanggapi fatwa tersebut, Dar al-Ifta Mesir mengatakan bahwa kecintaan kepada Nabi merupakan salah satu bagian dari tonggak keimanan. Lembaga Ulama Mesir juga menekankan bahwa perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad itu diperbolehkan secara hukum syari’at karena itu merupakan pilar pertama.

Dar al-Ifta Mesir juga menjelaskan bahwa “mayoritas ulama, sejak abad keempat hijriah, telah bersepakat akan legalitas perayaan Maulid Nabi Saw, di mana menghidupkan kembali malam-malam maulid Nabi dengan melakukan berbagai jenis ibadah, membagikan makanan, membaca Al-Qur’an dan do’a serta melantunkan puisi atau sya’ir pujian terhadap Rasulullah Saw”. 

Selain itu, para ulama senior di negara-negara Islam menyerukan untuk mengabaikan dan menolak Fatwa Wahabi ekstrim, yang dikeluarkan oleh beberapa tokoh garis keras Salafi rezim Arab Saudi yang mengharamkan perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. (AL/ARN)

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker