Mesir dan Arab Saudi Berebut Beli Senjata Rusia

Website Islam Institute

Timur Tengah: Mesir dan Arab Saudi Berebut Beli Senjata Rusia

Arab Saudi ialah negara kerajaan kaya raya yang memperoleh kekayaan dari industri Haji dan Umroh yang dengan kekayaannya itu mereka jadi royal dalam belanja senjata. Tidak cuma itu, Arab saudi dengan kekayaannya itu juga sudah jor-joran dalam pengeluaran biaya untuk menyokong operasi teror di Suriah dan Irak. Bahkan dengan kekayaan itu pula Arab Saudi menginvasi Yaman dan sudah mematikan lebih dari 7 ribu masyarakat Yaman, kebanyakan anak kecil dan perempuan, juga orang usia lanjut.

 

 

Islam-Institute, ABU DHABI – Ketertarikan negara Timur Tengah kepada senjata Rusia meningkat seiring meningkatnya ketidakstabilan situasi di wilayah tersebut. Sedemikian hal tersebut diadukan Penasihat Direktur Jend. Rosoboroneksport Mikhail Zavaliy ke TASS pada ekshibisi Dubai Airshow yang diadakan 8 – 12 November di Uni Emirat Arab.

“Saat ini di Timur Tengah terjadi lonjakan minat senjata dan peralatan angkatan bersenjata asal Rusia. Senjata domestik kami dibuat bukan untuk parade, melainkan untuk menuntaskan misi perang yang sulit di dalam keadaan cuaca yang negatif. Negara-negara di wilayah tersebut sadar betul akan efisiensi pemanfaatan senjata buatan Rusia dan bukan sekadar akibat promosi iklan. Oleh sebab itu, sebab ketidakstabilan situasi di wilayah ini, beberapa negara sudah menyampaikan ketertarikannya dengan senjata dan alat angkatan bersenjata yang sudah teruji untuk menjaga keamanan dan kedaulatan nasional,” ucap Mikhail Zavaliy.

Menurut Mikhail Zavaliy, para mitra Timur Tengah tertarik pada senjata dan peralatan darat dan sistem pertahanan udara. Rosoboroneksport sudah terus-menerus menulis peningkatan yang terjadi di Timur Tengah kepada persenjataan Rusia. Tercatat pada tahun 2014, Rusia dan Mesir sudah setuju untuk memperluas kerja sama militer-teknis. Menurut para ahli, volume kontrak mencapai lebih dari 2 miliar dolar AS.

Sumber dari TASS mengabarkan bahwa Kairo sudah memesan beberapa lusin helikopter Ka-52 Alligator. Kecuali itu, kemungkinan Kairo akan berbelanja rancangan geladak kapal untuk kategori helikopter Mistral. Kepala Administrasi Kepresidenan Rusia Sergey Ivanov menjelaskan bahwa Mesir bisa memperoleh kapal milik Rusia. Menurut dia, total kerja sama dengan Kairo bernilai lebih dari 1 miliar dolar AS.

Pembeli terbesar senjata Rusia dalam beberapa tahun terakhir ialah Irak yang jadi pemimpin perlawanan kepada anggota milisi ISIS. Bahkan pada tahun 2012, Irak sudah menyepakati paket kontrak untuk penyediaan bermacam peralatan angkatan bersenjata ke Baghdad, termasuk helikopter Mi-28NE dan Mi-35 dengan total senilai 4,2 miliar dolar AS.

Minat ke senjata Rusia ditunjukkan pula oleh negara-negara lain di kisaran wilayah Timur Tengah. Bahkan secara spesial, Arab Saudi menyampaikan ketertarikannya pada sistem rudal taktis Iskander-M dan kendaraan infanteri BMP-3.

Arab Saudi ialah negara kerajaan kaya raya yang memperoleh kekayaan dari industri Haji dan Umroh yang dengan kekayaannya itu mereka jadi royal dalam belanja senjata. Tidak cuma itu, Arab saudi dengan kekayaannya itu juga sudah jor-joran dalam pengeluaran biaya untuk menyokong operasi teror di Suriah dan Irak. Bahkan dengan kekayaan itu pula Arab Saudi menginvasi Yaman dan sudah mematikan lebih dari 7 ribu masyarakat Yaman, kebanyakan anak kecil dan perempuan, juga orang usia lanjut. (AL/ARN/MM/RBTH

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.