Menyebut Kuis Ikan Joko Widodo Selaku Pembodohan, Apa Yang Hendak Ditutupi Rocky Gerung?

Menyebut Kuis Ikan Jokowi Sebagai Pembodohan, Apa Yang Hendak Ditutupi Rocky Gerung?
Loading...

Menyebut Kuis Ikan Joko Widodo Selaku Pembodohan, Apa Yang Hendak Ditutupi Rocky Gerung?

Rocky Gerung ini suka mengandalkan kesanggupan intelektualnya selaku bahan untuk memaksakan kehendaknya. Ingat kan dengan kasus “kitab suci fiksi”? Dia pun membikin definisi fiksi sendiri, supaya tak sama dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Dia juga ndak mau menguping penjelasan petinggi PT Inalum terkait divestasi saham Freeport, dengan alasan bahwa orang itu hanyalah petugas humas, ndak akan dapat menjawab pertanyaannya.

Padahal petinggi PT Inalum ini telah siap untuk menjawab pertanyaan Rocky. Dia juga pintar membolak balik fakta. Dia menyebut UI yang melamarnya jadi guru besar supaya kelihatan jika UI dalam posisi lebih rendah, padahal memang itu lah prosedur perekrutan guru besar ndak tetap di UI. Sedangkan jika mau jadi guru besar tetap, yang bersangkutan wajib melamar ke UI. Dia pun tersandung aturan bahwa guru besar untuk program S1 wajib punya gelar S2, makanya dia ndak dapat melamar jadi guru besar tetap di sana. Pokoknya segala sesuatu itu salah orang lain deh. Termasuk ketidakmauan Rocky meneruskan pendidikan ke jenjang S2, mungkin?

Nah, rupanya Rocky lagi berusaha memojokkan Presiden Joko Widodo, tetapi kelihatan seperti kehabisan bahan sih. Dia pun menyasar ke kuis nama-nama ikan yang biasa dibawakan oleh Presiden Joko Widodo di berbagai kesempatan beliau berjumpa dengan rakyat. Tujuannya sih buat rame-rame saja, sekalian menghibur masyarakat. Ya nggak? Saya juga mau menyebut nama ikan untuk memperoleh hadiah sepeda dari Presiden Joko Widodo. Saya kira para pembaca pun juga mau.

Pertanyaannya memang dibikin gampang, masak dibikin njelimet dan rumit. Intinya, siapa pun yang memperoleh kesempatan ditanyai oleh Presiden Joko Widodo dalam kuis itu, dipastikan akan memperoleh hadiahnya. Apakah salah menghibur hati rakyat? Membikin bocah-bocah sampai orang tua tersenyum, tertawa terbahak-bahak, dan bahagia. Membahagiakan orang lain itu bisa-bisa memperoleh pahala juga lho. Atau karma baik. Salahkah ini?

Bagi Rocky Gerung kuis itu malah disebut selaku bentuk pembodohan. Dia menganggap bentuk pertanyaan Joko Widodo ke bocah-bocah cuma pada taraf menghapal, bukan mengajarkan bocah-bocah soal logika. “Sekarang, tiap-tiap ada Presiden, dia (anak) buru-buru menghapal nama ikan. Sebab itu, namanya pembodohan, dipaksa menghapal,” kata Rocky. Rocky menjelaskan sedianya ‘Presiden Pintar’ memberikan pertanyaan yang merangsang nalar kritis anak. Dia mencontohkan pertanyaan ‘Kenapa ikan ndak dapat memanjat pohon’.

loading...

“Bayangkan jika kuis ini datang dari seorang Presiden. Maka si anak akan menanyakan ke orang tua dan kepala sekolah. Hal ini akan memancing anak berpikir keras,” jelas dia. “Jikalau pertanyaan jenius datang dari yang jenius akan terjadi kritisisme dia tidak akan menghapal lagi. Itu yang disebut revolusi mental merubah paradigma. Tetapi itu jika presidennya punya otak,” kata Rocky (cnnindonesia.com).

Penjelasan dari Rocky Gerung itu dibuat ilmiah, tetapi itu cuma sebuah penyesatan. Sekedar dibuat untuk memancing perhatian saja. Biar rame hehehe… Memancing apa sih? seusai memperoleh perhatian, mungkin akan ada penyokong Presiden Joko Widodo yang jadi terprovokasi. Lalu menghujat Rocky Gerung. Lalu jadi rame lagi. Seperti kasus “kitab suci fiksi”, ada yang menduga bahwa kehebohan yang diciptakan oleh Rocky Gerung memang sengaja, dalam rangka menenggelamkan kasus “fiksi” lain. Menyebut saja “novel fiksi Indonesia bubar”. Dan terbukti memang efektif. Semacam cover up untuk menutupi keblunderan lain.

Jadi kira-kira keblunderan apa yang sedang berusaha ditutupi oleh pernyataan Rocky Gerung ini? Sesungguhnya saya ingin dihadiahi sepeda oleh Presiden Joko Widodo eh Rocky Gerung, kalau dapat menjawab pertanyaan ini hehehe… Lho, katanya kan jika cuma disuruh menyebutkan nama-nama ikan menjadikan kuis itu selaku bentuk pembodohan. Coba kita buat pertanyaannya jadi lebih rumit. Sekali lagi, kira-kira keblunderan apa yang sedang berusaha ditutupi oleh pernyataan Rocky Gerung di atas? Yuk tebak-tebak buah manggis. Jikalau tebakannya kena dan benar, akan membikin pihak tertentu meringis, atau jangan-jangan nangis?

Hayo pembaca, mari ikutan menebak. Jikalau menurut saya sih, ini terkait angka kemiskinan yang disebut oleh para lawan politik Presiden Joko Widodo. Angka salah yang ndak ditunjang dengan data. Angka yang telah beberapa dikabarkan di media. Pun telah dimentahkan oleh data yang juga telah beberapa dikabarkan di media. Tuh, bener nggak ya? Dapet sepeda nggak ya?

Ninanoor

(seword/suaraislam)

loading...


Source by Ahmad Zaini

Loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :