Menteri Info Saudi: Haji untuk Ibadah, Bukan Politisasi

Menteri Informasi Saudi: Haji untuk Ibadah, Bukan Politisasi

Menteri Info Saudi: Haji untuk Ibadah, Bukan Politisasi

Menteri Info Arab Saudi, Awad bin Saleh al-Awad, berjumpa dengan delegasi media dari negara-negara Islam untuk membahas pengaturan ibadah haji tahun sekarang.

Ia menjelaskan, dalam ibadah haji kali ini, saban menteri di Kerajaan Saudi mempunyai tugas masing-masing untuk mempersiapkan ibadah haji, termasuk mengikuti kemajuan pengaturan ibadah haji. Kemajuan pengaturan ibadah haji ini dinilai jadi kebanggaan pemimpin seluruh menteri di Arab Saudi.

Awad yang juga merupakan politisi menjelaskan, pihaknya ingin penyampaian pesan haji ke dunia dilaksanakan secara profesional melalui fakta, angka, statistik, dan persiapan media untuk meliput acara terbesar di dunia, ialah haji.

“Haji itu wajib untuk saban musim. Kepemimpinan Saudi menganggapnya selaku tugas Islam yang Saudi amat bangga untuk memperluas jasanya (ibadah haji),” kata Awad dalam perjumpaan dengan delegasi media, Jumat (27/7/2018) waktu setempat.

Ia menerangkan, seluruh lembaga di Saudi bekerja sesuai dengan satu sistem untuk melayani para peziarah Rumah Allah, mulai dari masuk jemaah haji ke Kerajaan. Lalu jemaah itu berpindah tempat untuk melaksanakan ibadah di dua masjid suci, lalu pulang ke rumah masing-masing.

Awad menambahkan, kepemimpinan yang bijaksana dalam Pelaksanaan haji ini dilaksanakan enggak cuma untuk menyenangkan Allah Swt.

Loading...
loading...

“Kami menekankan berulang kali. Haji ialah kewajiban untuk menyembah Allah Swt. Haji bukanlah tempat untuk mendiskusikan agenda dan praktik politik sebab ini bertentangan dengan prinsip-prinsip ibadah haji, yang merupakan kewajiban dasar saban muslim,” katanya.

Perjumpaan Menteri Info Arab Saudi, Awad bin Saleh al-Awad dengan delegasi media dari Asia dan Afrika (Yadi Hendriana/iNews))

Kata dia, Makkah ialah tempat ibadah suci dan platform untuk wahyu. Muslim datang dari saban sudut belahan dunia.

“Haji ialah tindakan penyembahan dan pengudusan. Ritual haji ialah ibadah. Islam bersatu dalam satu pakaian, satu tempat, dan satu tingkat untuk warna dan kebangsaan yang tak sama dan nggak mempolitisirnya. Tak ada ruang untuk haji dan hasutan,” jelasnya.

Ia mengatakan dengan tegas, saban jemaah haji nggak akan memikirkan usaha politisasi maupun melaksanakan penghasutan. Usaha politisasi haji, menurut dia ialah tindakan putus asa yang nggak sah.

“Valaj diberlakukan 1400 tahun yang lalu dan nggak hari ini atau kemarin, rukun Islam kelima dan akan tetap sedemikian, Insya Allah,” katanya.

Menteri Info Arab Saudi itu meneruskan, pihak Kerajaan amat tertarik untuk memfasilitasi para tamu Allah itu supaya dapat mengatasi segala rintangan. Hal itu dilaksanakan Kerajaan Saudi untuk memberikan pelayanan tertinggi kpd tamu Allah.
(erh/okezone.com)

Loading...

Source by Hakim Abdul

loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :