Menonton Kelicikan dan Kemunafikan Erdogan di Irak

Website Islam Institute
Loading...

Prihatin Menyaksikan Kelicikan dan Kemunafikan Erdogan yang Kelihatan Nyata di Irak

Sanggup dilihat bahwa tindakan “bodoh” ini bahkan akan mendukung kedekatan Baghdad dan Moskow, serta memberi argumentasi Baghdad untuk secara legal meminta sokongan Rusia supaya melancarkan serbuan hawanya kepada ISIS dan lantas menginstall sistem rudal hebat untuk Irak seperti yang Saat ini dipunyai Suriah.

Islam-institute, BAGHDAD – Cuma Penting kurang dari 2 minggu bagi Presiden Erdogan untuk mempertunjukkan kemunafikannya. Media Turki sudah mengabarkan bahwa beberapa ratus pasukan Turki bareng dengan kisaran 20-25 tank serta artileri mereka sudah menerobos tapal batas Irak dan tinggal di Bashiqa, timur laut markas ISIS di Irak, Mosul. Yang aneh dan patut dijadikan pertanyaan ialah laporan dari kantor berita Turki, Anatolia, yang membela pelanggaran Tentara Turki itu dengan argumentasi selaku usaha untuk memberi sokongan dan pelatihan untuk Tentara Pashmerga Kurdi.

Dalam sebuah artikel di al-Masdar News, Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak sudah mengancam keras Turki dengan meminta negara itu untuk cepat menarik mundur Tentara, tank-tank dan artileri mereka yang sudah dikerahkan begitu saja tanpa pernah meminta izin dari Baghdad.

 

 

Al-Abadi menyebut dalam pernyataannya, “Pemerintah Irak menyeru Turki untuk cepat Mundur dari wilayah Irak. Kami sudah mengkonfirmasi bahwa Tentara Turki, kisaran 1 resimen lapis baja dengan sejumlah tank dan artileri, sudah masuk wilayah Irak, dengan Sangkaan melatih kelompok-kelompok di Irak, tanpa permintaan atau otorisasi dari pemerintah federal Irak. “

Bagian terpenting dari pernyataan PM Irak itu yang sanggup digaris bawahi ialah, bahwa pengerahan Tentara tersebut “terhitung” selaku sebuah pelanggaran serius atas kedaulatan Irak.

Pelanggaran teritorial yang terlalu terang yang Saat ini dilaksanakan Turki di Irak itu sejatinya ialah sama persis dengan apa yang Turki tuduhkan waktu melakukan tembakan jatuh jet perang Rusia kurang dari 2 minggu yang lalu. Turki menuding jet perang Rusia itu sudah menabrak wilayah hawanya walau cuma “17 detik” yang lantas jadi argumentasi bagi Ankara untuk melakukan tembakan jatuh jet perang tersebut. Dengan pembelaan terlalu cepat dari NATO untuk bagian anggotanya itu, Turki berusaha lolos dari kecaman Internasional atas serbuan yang sudah dilakukannya.

Bagaimanapun juga, menurut artikel al-masdar, pelanggaran wilayah negara lain bukanlah hal baru bagi Turki. Walaupun sesudah insiden aksi tembak jatuh pesawat Rusia, Turki menghentikan pelanggarannya kepada wilayah Yunani yang sudah dilakukannya selama bertahun-tahun untuk meredam kecaman dunia, tetapi tidak sampai 2 minggu lantas Turki telah mulai lagi dengan kebiasaanya menabrak kedaulatan negara lain melalui pengiriman sejumlah Tentara menerobos tapal batas Irak. Ini bukanlah ke-1 kalinya Turki menabrak kedaulatan Irak. Pada dasarnya Turki sudah secara konsisten menyerbu Tentara Kurdi di dalam wilayah Irak semenjak tahun 2003.

Yang menarik, walaupun tidak mengherankan, menurut artikel tersebut ialah bagaimana Washington melalui Obama membela Erdogan dalam insiden jet Rusia dengan mengumumkan bahwa Amerika Serikat menyokong hak Turki untuk membela diri dan wilayah udara serta teritorialnya, sementara waktu ini tatkala Turki yang menabrak kedaulatan negara lain dengan terlalu terang dan jauh lebih lama dari sekedar “17 detik”, NATO dan Washington seketika jadi bisu atas kemunafikan Ankara.

Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu, berkilah bahwa rotasi Tentara seperti ini ialah kejadian rutin dan bahwa kamp mereka itu sudah dibangun melalui koordinasi dengan pemerintah Irak. Aneh! Kalau sungguh begitu, lalu mengapa pemerintah Irak jadi begitu marah dengan pelanggaran ini?

loading...

Davutoglu mengumumkan melalui saluran NTV bahwa kamp itu didirikan untuk melatih prajurit lokal melawan teroris. Memberi argumentasi menggelikan bahwa Turki ingin membantu Mosul membebaskan diri dari Terorisme ISIS.

Washington sendiri mengakui bahwa pihaknya tahu dengan apa yang dilaksanakan Turki, tetapi dengan mudah negara itu “cuci tangan” kepada kemunafikan Turki dengan menjelaskan bahwa aksi Turki tidak ada kaitannya dengan gabungan anti ISIS yang dijalankan Amerika.

Sudah terungkap bahwa Pemerintah Regional Kurdi sudah meminta sokongan Turki yang dengan terlalu suka ditanggapi Ankara, dan tidak meminta izin pemerintah Baghdad Soal hal ini. 1 lagi pertanyaan yang pantas diusulkan untuk Turki, bagaimana tanggapan Ankara kalau kedudukan dibalik? gubernur Diyarbakir, kota di tenggara Turki dengan kebanyakan warga yang juga penduduk Kurdi meminta sokongan intervensi angkatan bersenjata pada negara Irak? Kemunafikan Erdogan pasti akan cepat dipertontonkan sebagaimana insiden jet Rusia. Dan kemunafikan Erdogan akan terus – menerus dilaksanakan selama ia merasa memperoleh sokongan dari Washington.

Telah diketahui bahwa Turki dekat dengan pemerintahan otonomi Kurdi di Irak meski pada kenyataannya Turki juga secara agresif senantiasa menyerbu Tentara partai PKK Turki, di Kurdistan Irak, Irak Utara.

Presiden Irak juga menyorot bahwa langkah Turki ini dengan mengumumkan hal itu Adalah pelanggaran norma-norma internasional, hukum dan kedaulatan nasional Irak. Hal itu akan menyebabkan destabilisasi lebih detail. Hal ini terbukti tatkala kepala keamanan parlemen dan komite pertahanan Irak, Hakim al-Zamili menyerukan akan dilaksanakannya serbuan udara kalau pasukan Turki dan segala perlengkapan militernya tetap Ada di wilayah Irak.

Bukti nyata dan paling Jelas Soal pelanggaran kedaulatan yang dilaksanakan Turki selain dari argumentasi memerangi ISIS “di Irak”, ialah keadaan sebenarnya bahwa sejatinya Turki tetap membombardir Tentara Kurdi non-Peshmerga dan memfasilitasi perdagangan minyak ISIS. Dengan pelanggaran berat kepada kedaulatan Irak ini, mungkinkah sesungguhnya Erdogan tengah menjaga jaringan minyak ISIS yang secara efektif terganggu gara-gara kehadiran Rusia di Suriah?

Baru beberapa hari lalu, Turki merilis bahwa mereka akan mengerahkan sampai 2000 pasukan ke Irak, naik dari beberapa ratus. Selaku tanggapan, Irak sudah memberikan ultimatum pada Turki supaya cepat menarik pasukannya dalam waktu 48 jam atau bersiap berhadapan dengan pembalasan Irak. pasukan relawan Irak, Kataib Hizbullah, juga sudah menyerukan jihad melawan Tentara Turki yang secara tidak resmi ditempatkan di Irak. Kita akan saksikan nanti, ancaman dari Baghdad atau Kataib Hizbullah itu akan ditanggapi seperti apa oleh Turki.

Presiden Rusia Vladimir Putin sudah menjelaskan bahwa Allah sudah menghukum para penguasa di Turki dengan mencabut logika mereka. Artikel itu mengumumkan bahwa tampaknya ujaran Putin itu benar adanya kalau menyaksikan kemunafikan menggelikan yang dipertontonkan Erdogan dalam pelanggaran wilayah kedaulatan di Irak.

loading...

Sanggup dilihat bahwa tindakan “bodoh” ini bahkan akan mendukung kedekatan Baghdad dan Moskow, serta memberi argumentasi Baghdad untuk secara legal meminta sokongan Rusia supaya melancarkan serbuan hawanya kepada ISIS dan lantas menginstall sistem rudal hebat untuk Irak seperti yang Saat ini dipunyai Suriah.

Akankah “perjudian” Turki terbayarkan di Irak? Ataukah bahkan berhadapan dengan kegagalan memalukan yang spektakuler seperti yang terjadi di Suriah? (AL/ARN/almasdarnews)

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :