Home / Berita Indonesia / Menlu Iran Javad Zarif Minta Umat Islam Bersatu Melawan Israel

Menlu Iran Javad Zarif Minta Umat Islam Bersatu Melawan Israel

Menteri luar negeri Iran Javad Zarif serukan Persatuan Umat Islam untuk melawan pendudukan Israel atas Palestina

 

 

Islam-Institute, JAKARTA  – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyerukan umat Islam di seluruh dunia untuk memperkuat persatuan mereka dalam melawan pendudukan Israel dari tanah Palestina.

“Kita sebagai umat Islam harus mengesampingkan perbedaan dan dalam kerangka terorganisir mengambil langkah-langkah praktis untuk mengakhiri pendudukan”, kata Zarif, Senin (7/03).

Menteri luar negeri Iran membuat pernyataan sambil menanggapi KTT Luar Biasa OKI ke-5 yang mengangkat tema isu-isu Palestina di ibukota Indonesia, Jakarta.

Diplomat top Iran itu mengecam Israel karena “rencana ekspansionisnya” dalam mengubah demografi al-Quds (Yerusalem) dan Judaisme-nya.

Sebagai langkah menuju pembebasan penuh Palestina, Zarif mengatakan, negara-negara Muslim harus “mencegah upaya ilegal agresor Israel dalam mengubah status quo yang diduduki al-Quds.”

Dia mengatakan “lanjutan dari kebrutalan pendudukan Israel” di wilayah Palestina merupakan pelanggaran “prinsip-prinsip dasar hukum internasional.”

Di tempat lain dalam sambutannya, Zarif mengkritik Dewan Keamanan PBB, yang gagal mengambil tindakan keras terhadap Israel hingga menimbulkan “ancaman terhadap perdamaian dan keamanan global.”

Zarif juga menyerukan kepada negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk tetap berkomitmen dalam memperjuangkan hak rakyat Palestina.

Menteri luar negeri Iran mengatakan bahwa sejumlah besar pemimpin negara dan non-negara di seluruh dunia telah menjauhkan diri dari Israel karena kebijakan-kebijakannya.

Dia menyatakan sikap Republik Islam Iran yang akan terus mendukung Palestina dalam pertempuran mereka melawan Israel.

Indonesia menjadi tuan KTT Luar Biasa dua hari terkait Palestina dan al-Quds atas permintaan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang diadakan untuk mengkonsolidasikan upaya organisasi dalam mendukung rakyat Palestina dalam perjuangan mereka untuk hak-hak mereka dan mempersiapkan untuk dimulainya kembali proses perdamaian dalam agenda tertentu dan terjadwal.

Ketegangan telah meningkat tinggi di wilayah Palestina yang diduduki sejak Agustus 2015, ketika Israel memberlakukan pembatasan masuknya jamaah Palestina ke dalam kompleks Masjid al-Aqsa di Timur al-Quds – situs paling suci ketiga dalam Islam setelah Masjid al-Haram di Mekkah dan Masjid al-Nabawi di Madinah.

Lebih dari 190 warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, telah kehilangan nyawa mereka di tangan pasukan Israel sejak awal Oktober lalu. (AL/ARN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Abuya Muhtadi Dimyathi Banten dan Masyarakat Banten Minta HTI Diusir dari Indonesia

Abuya Muhtadi Dimyathi Banten dan Masyarakat Banten Minta HTI Diusir dari Indonesia. Ratusan mahasiswa dan ...