Menkominfo Himbau Supaya Masarakat Lindungi Data Pribadi

Menkominfo Himbau Agar Masyarakat Waspada Lindungi Data Pribadi

Menkominfo Himbau Masarakat Waspada Lindungi Data Pribadi. Menteri hubungan Rudiantara meminta masarakat waspada dan mempunyai kesadaran kepada keamanan data pribadi mereka. Hal ini diperlukan untuk mencegah pencurian dan penyalahgunaan identitas.

Rudiantara juga meminta supaya masarakat tidak memberi data pribadi pada badan yang tidak mempunyai otoritas dan mengembangkan kebiasaan mengganti PIN dan password untuk tiap-tiap akun yang dipunyai.

“Biasakan ganti password, biasakan ganti PIN, biasakan jangan memberikan fotokopi, atau info KK dan NIK untuk badan yang tidak mempunyai otoritas,” tutupnya.

Hal ini diungkap Rudi terkait maraknya Perkara penyalahgunaan NIK dan KK selama masa registrasi kartu prabayar.

Di Peluang yang sama, Menkominfo Rudiantara menerangkan bahwa pihaknya juga sudah meminta pihak kepolisian untuk menindak pelaku penyalahgunaan NIK dan KK tersebut.

Menkominfo Himbau Agar Masyarakat Lindungi Data Pribadi

“Saya telah berkoordinasi dengan polisi bahwa nanti kalau ada yang menyalahgunakan identitas NIK dan KK tidak sesuai dengan miliknya silakan diproses,” ucap Rudi yang sebelumnya mengatakan dengan tegas tidak ada kebocoran sistem di Kominfo.

Loading...
loading...

sebelum ini, lelaki yang kerap dipanggil Chief RA itu menerangkan bahwa setidaknya ada 2 ancaman pidana yang bisa diterapkan untuk menjerat pelaku penyalahgunaan identitas ialah melalui Undang Undang Sistem Info Administrasi Kependudukan (Sisminduk) dan Undang-Undang Info dan Transaksi Elektronik (ITE).

menurut UU Sisminduk, pelaku akan dihukum 2 tahun sel. Sementara, pelanggaran UU ITE memberikan ancaman sel bahkan mencapai 12 tahun dan denda 2 miliar.

Tanggapan BSSN Masalah penyalahgunaan NIK dan KK

Sementara itu, terkait penyalahgunaan NIK dan KK ini Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menilai pihaknya akan melakuan pengamanan untuk memastikan tidak ada kebocoran data dari sisi sistem.

“Tentunya kami akan kembali pada sistem pengamanan negara jadi Intinya saat data centernya yang dipakai untuk menabung seluruh data itu kita jaga dulu jangan sampai dapat diretas atau ditembus oleh siapa pun,” kata Djoko Setiadi, Kepala BSSN waktu dijumpai di acara kampanye Hari Kebudayaan Keamanan Info di Jakarta, Rabu (7/3).

Kalau terjadi kebocoran, Djoko meyakini bahwa potensi penyebabnya ialah peretasan. Hal itu dinilainya terlalu berbahaya khususnya di masa menjelang tahun politik.

Loading...

“Sebab potensi terjadinya kebocoran ini ialah sebab terjadi peretasan-peretasan atau barangkali kebocoran-kebocoran yang saya sendiri juga belum tahun pasti sehingga diretasnya nggak kira-kira di luaran sana dan yang protes juga ribuan. Hal ini terlalu berbahaya. Untuk itu, kita juga bekerjasama dengan bermacam pihak,” katanya. (cnnindonesia/eks)

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :