Menjaga dan Merawat Bhinneka Tunggal Ika Indonesia

Website Islam Institute

Selaku negara yang mempunyai semboyan Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia  Mempunyai 714 suku, Punya 1.100 Bahasa Lokal dan warga Indonesia ialah penganut agama berbeda-beda. Berikut ini kami sajikan laporan singkat dan cuplikan-cuplikan pidato Presiden Jokowi terkait usaha negara menjaga kebhinnekaan Indonesia.
Tulisan seutuhnya oleh Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Setkab RI…..

KEBERAGAMAN INDONESIA TAKDIR TUHAN YANG HARUS DIJAGA

Presiden Jokowi mengumumkan sukacitanya untuk bisa berjumpa dan bersilaturahmi kembali dengan para kyai, ulama, dan habaib dari semua penjuru Tanah Air. Perjumpaan tersebut diadakan bersamaan dengan acara pembukaan Muktamar XII Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaron an Nahdliyyah (JATMAN) di Pekalongan, Jawa Tengah, Senin, 15 Januari 2018.
“Ialah barokah dari Allah saya bisa dipertemukan kembali dengan para pewaris nabi yang tekun mempelajari dan mengamalkan ajaran, etika, moral, dan akhlak yang bersumber dari Rasulullah,” ucap Presiden mengawali sambutannya.
Presiden meyakini waktu seseorang mendalami, mempelajari dan mengamalkan agama Islam, ialah apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW. “Maka orang itu akan senantiasa menjaga betul yang namanya Ukhuwah, baik Ukhuwah Islamiyyah, Ukhuwah Wathaniyyah dan Ukhuwah Basyariyyah,” ucap Presiden.
Presiden lalu meneruskan sambutannya dengan Memperingatkan soal keberagaman yang ada di Indonesia. Ia berujar, telah jadi kodrat-Nya bagi bangsa Indonesia untuk hidup dalam keberagaman dan saling menghargai sesama.
“Kita mempunyai 714 suku, agama ada bermacam-macam, dan 1.100 bahasa lokal yang berbeda-beda. Inilah anugerah Allah yang diberikan, takdir yang wajib kita jaga dan perkuat bersama-sama,” ucapnya.
Keberagaman dan kekayaan budaya inilah yang pernah membikin Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, terkejut mendengarnya. Waktu berjumpa Presiden Joko Widodo, Ashraf Ghani sempat memberikan pesannya ke Presiden untuk betul-betul menjaga brothership dan kemajemukan.
Karena, Ashraf tidak ingin supaya pertikaian yang sampai waktu ini masih terjadi di Afghanistan juga terjadi di Indonesia.
“Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sampai titip pesan ke saya, hati-hati negaramu itu negara besar, jika ada sengketa cepat selesaikan. Apalagi antarsuku, amat berbahaya. Apalagi antaragama, lebih berbahaya. Cepat selesaikan,” kata Presiden.

Loading...
loading...

Presiden Joko Widodo Ajak Menajaga Bhinneka Tunggal Ika

Loading...

Oleh karena itu, dalam perjumpaan hangat itu, Kepala Negara mengajak para elemen bangsa untuk terus menjaga brothership dan persatuan kita.
“Kuncinya, seperti yang tadi disampaikan Habib Luthfi: Pancasila selaku ideologi negara, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan Undang-Undang Dasar 1945 itu betul-betul wajib kita jadikan pedoman dalam bernegara,” ia menambahkan.
Kecuali itu, Presiden juga mengajak masarakat untuk senantiasa Mempertajam kepekaan sosial dengan terus membantu saudara-saudara kita yang dilanda kesusahan dan kemiskinan. Mereka wajib kita bantu supaya bisa hidup lebih baik dan lebih sejahtera.
“Merekalah yang wajib kita bantu supaya mereka bisa hidup lebih baik dan mereka bisa hidup lebih sejahtera. Supaya mereka memperoleh Peluang yang sama dalam memperoleh servis pendidikan, akses servis kesehatan, dan membenahi kesejahteraan mereka,” katanya.
Ikut datang mendampingi Presiden, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ra’is ‘Am Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaron an Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya.
Pekalongan, 15 Januari 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Setkab RI
KEBERAGAMAN INDONESIA TAKDIR TUHAN YANG HARUS DIJAGA

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :