Menistakan Ulama NU, Bacaleg PKS Dipolisikan

Menistakan Ulama NU, Bacaleg PKS Dipolisikan
Loading...

Menistakan Ulama NU, Bacaleg PKS Dipolisikan

Baldatuna.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Salatiga, Jawa Tengah mengadukan akan calon legislatif (bacaleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis S ke Polres Salatiga, Senin (3/9/2018). Anis diadukan ke polisi lantaran Disangka melaksanakan penistaan dan penghinaan kepada figur publik NU, KH Maruf Amin di media sosial.

Tanfidzah PCNU Kota Salatiga Zaenuri menjelaskan, postingan foto KH Maruf Amin dan kalimat “semoga Pak kiai menjemput hidayah sebelum malaikat menjemput” yang diupload Anis S di akun Facebook miliknya telah mengusik masyarakat NU di Salatiga. Sebab itu, PCNU mengadukan Anis S ke Polres Salatiga untuk Memperingatkan yang bersangkutan supaya mampu membenahi diri dan bijak dalam bersosial media.

“Postingan Anis S di media sosial kami nilai telah menistakan ulama NU. Untuk menjaga supaya situasi tetap baik dan kondusif, maka kami mengadukan Anis S ke Polres Salatiga. Dan kami menghargai langkah yang akan diambil pihak kepolisian,” katanya ke awak media di Kantor PCNU Kota Salatiga, Jalan Kartini No 2, Senin (3/9/2018).

loading...

menurutnya, langkah yang ditempuh PCNU Kota Salatiga dalam menyikapi permasalah tersebut tidak ada muatan politik. “Aduan ini tidak ada muatan politik. Langkah yang kami lakukan ini untuk meredam masyarakat NU supaya tidak bertindak sendiri-sendiri untuk kondusivitas Salatiga,” ujarnya.

Kuasa Hukum PCNU Kota Salatiga, M Sofyan menjelaskan, dari hasil identifikasi dan tracking akun milik Anis S, diketahui bahwa selama ini yang bersangkutan aktif di media sosial dengan meng-uploud konten yang Disangka provokatif dengan tendensius untuk menciptakan atau menebar kebencian kepada hal yang terkait dengan institusi pengadu. “menurut fakta-fakta dan bukti-bukti, maka tidak terbantahkan lagi pihak pengadu mempunyai hak dan kedudukan hukum untuk mengusulkan pengaduan kepolisian kepada teradu,” ujarnya.

Dia menilai, tindakan yang ditunaikan Anis S sudah menimbulkan implikasi hukum. Di antaranya, dalam yurisdiksi hukum pidana, maka terduga sudah memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 jo 311 KUHP jo Pasal 27 ayat (3) UU No 11 Tahun 2016 soal Pergantian atas UU No 11 Tahun 2008 soal Info dan Transaksi Elektronik.

“Atas dasar itu, kami mengadukan Anis S ke polisi supaya ada pembelajaran bagi teradu yang lalu tidak muncul lagi tindakan sebagaimana ditunaikan teradu,” katanya.

Sumber: sindonews.com

loading...

Source by Hakim Abdul

Loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :