Mengenal Strategi Bisnis Family Mart Indonesia

Family Mart Targetkan Jumlah Gerai Menjadi 36 Mini-market Tahun Ini

Family Mart sebuah jaringan mini-market terbesar kedua di dunia, terus memperluas pasarnya di Indonesia. Rencananya, pada 2015, Family Mart Indonesia (FMI) akan menambah sebanyak 10-15 toko barunya.

“Tahun ini, kami mau buka 10-15 toko baru, terbanyak masih di Jakarta. Namun, ke depannya, perusahaan akan berekspansi di kota-kota besar lainnya, seperti Bandung dan Surabaya,” ujar Managing Director Family Mart Indonesia, Andre Gunawan kepada VIVA.co.id di Cinere, Depok, Minggu 1 Maret 2015.

Andre menjelaskan, hingga saat ini, sudah ada 21 toko Family Mart yang tersebar di Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, dan Tangerang Selatan. Dia menyebutkan, khusus untuk DKI Jakarta sekitar 15-17 toko.

Sayangnya, saat ditanyakan berapa dana yang digelontorkan perusahaan untuk membangun satu tokonya, dia enggan memberikan angka pastinya. “Saya tak bisa sebutkan. Paling tidak sekitar ratusan juta rupiah untuk satu tokonya. Diharapkan akhir tahun ini, akan berjumlah sebanyak 36 toko di Indonesia,” tutur pria kelahiran 28 Agustus 1962, itu.

 

Andre Gunawan, Managing Director Family Mart Indonesia, menyampaikan bahwa pada tahun ini, perusahaaan berencana menambah 10-15 toko baru. (VIVA.co.id / Rimba Laut)

Selain itu, lanjut Andre, kekuatan terbesar dari perusahaan dalam menarik pelanggan adalah terletak pada pelayanan yang diberikan dan suasananya. Jadi, katanya, para pelanggan yang datang dapat merasakan kenyamanan.

“Kebanyakan memang kalangan rumah tangga, seperti ibu-ibu yang gunakan Family Mart sebagai ajang arisan selain berbelanja bulanan. Tapi, ada juga yang datang untuk membicarakan bisnis di toko-toko kami hingga tempat nongkrongnya anak-anak muda,” tuturnya.

Di sisi lain, dalam meningkatkan jumlah tokonya demi mendapatkan pelanggan baru yang lebih banyak, perusahaan lebih menitikberatkan area-area yang berada di pinggir jalan. “Yang jelas, kami tidak akan buka di dalam-dalam kompleks perumahan. Sementara itu, masih terus di pinggir jalan sehingga memudahkan masyarakat untuk datang dan bertransaksi,” ujarnya.

Family Mart Indonesia pertama kali hadir di Bulungan, Jakarta pada Oktober 2012. Toko minimarket ini merupakan terbesar kedua di dunia setelah Seven Eleven yang keduanya merupakan ritel asal Jepang.

Keberadaan Family Mart juga berkembang di negara-negara Asia lainnya. Sebut saja, Vietnam, Filipina, Taiwan, Korea, Tiongkok, Jepang, dan Thailand.

 

Family Mart di Tengah Wacana Pembatasan Pergerakan Mini-market

Sebelumnya, muncul wacana dari pemerintahan Joko Widodo yang akan membatasi pergerakan mini-market yang beroperasi di Tanah Air, terlebih yang berada di kota-kota besar. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi para pengusaha ritel untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanannya.

Dalam hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Satria Hamid Ahmadi, menegaskan bahwa jika asing bisa masuk ke pasar lokal, maka seharusnya pengusaha ritel dalam negeri juga bisa melakukan aksi yang sama. Saat ini, menurut dia, porsi asing yang ada di Indonesia mencapai sekitar 10 persen dari total pengusaha ritel yang ada.

“Peran pemerintah penting dalam mendorong pengusaha lokal untuk ‘go international’. Kerja sama antar pemerintahan juga penting guna memastikan usaha yang dibangun bisa tumbuh dengan baik,” katanya.

Satria pun mengungkapkan, majunya pengusaha ritel negara Sakura itu di Indonesia juga berkat dukungan pemerintahnya. “Saya ingat banget, sebelum ritel Jepang masuk sini, sebut saja Seven Eleven dan Family Mart, maka semua menteri terkait datang langsung ke sini secara informal untuk melihat seberapa besar potensi pasar pengusaha ritelnya,” ujarnya.

Gambaran seperti itu, menurut dia, yang harus dicontoh oleh pemerintah Indonesia di masa depan. Apalagi, sektor ritel dapat menjadi agen pemasaran produk-produk lokal di pasar internasional. (al/art/viva.co.id)

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :