Menangislah Sekarang sebab Berpisah dengan Anakmu yang Menuntut Ilmu di Pesantren

Menangislah Sekarang karena Berpisah dengan Anakmu yang Menuntut Ilmu di Pesantren

Menangislah Sekarang sebab Berpisah dengan Anakmu yang Menuntut Ilmu di Pesantren

Pesan KH. HASAN ABDULLAH SAHAL, pimpinan pondok gontor demi para orangtua yang melepas putra-putrinya demi menuntut ilmu.

“Jika mau punya anak bermental kuat, orangtua-nya wajib lebih kuat, punya anak itu jangan cuma sekedar sholeh tapi juga berguna demi ummat, orangtua wajib berjuang lebih ikhlas.. ikhlas.. ikhlas”.

Bocah-bocah mu di pondok pesantren gak bakal mati sebab kelaparan, gak bakal bodoh sebab gak ikut les ini dan itu, gak bakal terbelakang sebab gak pegang “gadget”. Insya Allah Anakmu bakal dijaga langsung oleh Allah sebab sebagaimana janji Allah yang bakal menjaga Alqur’an..percaya.. percaya..dan wajib percaya.

Lebih baik kau menangis sebab berpisah SEMENTARA dengan anakmu demi menuntut ilmu agama, dari pada kau nanti “yen wes tuwo nangis sebab bocah-bocah mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo..” (jika telah tua menangis karean anak2 kau lalai thdp urusan akhirat….kebanyakan memikirkan urusan dunia, berebut harta, pamer rupa muka…lupa surga)

“Jadi wali santri itu wajib punya 5 sifat dan sikap, yaitu T.I.T.I.P.”

1.Tega
Wajib tega… wajib tega… wajib tega… wajib percaya jika di pesantren anakmu itu dididik bukan dibuang. Wajib tega, sebab pesantren ialah medan pendidikan dan perjuangan…

2.Ikhlas
Wajib ikhlas…wajib sadar jika anakmu itu Nggak bakal dibiarkan terlantar… wajib ikhlas anakmu dididik, dilatih, ditempa, diurus, ditugaskan, disuruh hafalan, dan sebagainya… jika merasa anakmu dibuat nda senyaman hidup dirumah… ambil anakmu serkarang juga..!

3.Tawakkal
sesudah itu serahkan sama Allah. Berdoalah! Sebab pesantren bukan tukang sulap, yang sanggup merubah begitu saja santri-santrinya… maka berdoalah…

4.Ikhtiar
Biaya dan do’a. Ini ialah kewajiban. Amanat.

5.Percaya
Percayalah bahwa anak kalian ini dibina, betul-betul DIBINA. Apa yang mereka dapatkan disini ialah bentuk pembinaan. Jadi jika menyaksikan anak-anakmu diperlakukan bagaimanapun, percayalah itu ialah bentuk pembinaan. Itu ialah pendidikan.

Jadi, jangan SALAH PAHAM !
Jangan SALAH SIKAP !
Jangan SALAH PERSEPSI !

Mereka itu beribadah dengan menuntut ilmu
Mereka senantiasa diajarkan demi mendoakan ibu-bapaknya.
Mereka berangkat demi kembali.
Bertemulah jarang-jarang supaya CINTA makin berkembang.

Source by Hakim Abdul

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOMENTAR: Jika ada artikel yang salah, dll, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.