Memalukan! Bupati Cianjur Pelopor Gerakan Shalat Subuh Berjamaah Terkena OTT Komisi Pemberantasan Korupsi di Halaman Masjid


Bupati Cianjur ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi

JAKARTA – KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) kembali melaksanakan operasi tangkap tangan oknum kepala daerah yang diketahui ialah Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar. Uniknya, uang korupsi Irvan diserahterimakan di halaman masjid.

Komisi Pemberantasan Korupsi sudah menangkap bagian tersangka yang terkait dengan Perkara Irvan, yaitu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi, di tempat halaman masjid tersebut pada Rabu subuh, 12 Desember 2018.

Baca: Gus Mus: Takbir Politik Mainan pemain politik

“Tim Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan 2 orang yaitu CS dan driver di halaman Masjid Agung Cianjur kisaran pukul 05.00,” kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Basaria Panjaitan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta seperti dikutip dari tempo, Rabu, 12 Desember 2018.

Sebelum penangkapan itu, Komisi Pemberantasan Korupsi mengidentifikasi sudah terjadi perpindahan uang dari mobil Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Cianjur Rosidin yang dikendarai sopirnya ke mobil Cecep kisaran pukul 05.00 WITA.

Baca: Politisasi Agama, Cara HTI dan Khawarij Hancurkan Negara

Uang itu dikemas dalam kardus berkelir coklat. Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi, kardus berisi uang yang dikumpulkan dari sejumlah kepala sekolah SMP di Cianjur tersebut senilai Rp1,5 miliar.

sesudah transaksi tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi membekuk Cecep dan sopirnya yang masih ada di halaman masjid. Selang 17 menit lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Rosidin di rumahnya.

sesudah menangkap 3 orang, tim Komisi Pemberantasan Korupsi bergerak ke rumah Ketua Majelis Kerja Kepala Sekolah Cianjur Rudiansyah dan Bendahara MKKS Taufik Setiawan di rumah masing-masing kisaran pukul 05.37 WITA.

Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi, ke-2 orang ini bertugas menarik fee dari kepala sekolah sebelum disetor ke Irvan. Kisaran pukul 06.30, tim Komisi Pemberantasan Korupsi kembali bergerak ke pendopo Bupati dan menangkap Irvan. Enam orang yang ditangkap tersebut lalu dibawa ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi pukul 10.30.

Secara terpisah, Komisi Pemberantasan Korupsi juga menangkap Kepala Seksi di Dinas Pendidikan Cianjur Budiman, dan membawanya ke Komisi Pemberantasan Korupsi. sesudah menangkap tujuh orang tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan 4 orang di antaranya, yaitu Irvan, Cecep, Rosidin dan kakak ipar Irvan, Tubagus Cepy Sethiady. Nama terlahir Disangka berperan selaku perantara.

Baca: Pro Khilafah dan ISIS Tunggangi Gerakan #2019GantiPresiden

Komisi Pemberantasan Korupsi menduga Irvan dan sejumlah pihak meminta, menerima, dan memotong pembayaran terkait Biaya Alokasi Spesial Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018 sebesar 14,5 % dari total Rp 46,8 miliar. Dari hitungan total itu, Komisi Pemberantasan Korupsi menengarai Irvan memperoleh jatah 7 %.

Salat Subuh Berjemaah

Walaupun terjerat korupsi, Bupati Cianjur selama ini dikenal senantiasa menyokong aktifitas keagamaan.

Pada 2016 silam, Bupati Cianjur mempelopori “Gerakan Salat Subuh Berjamaah” dan mewajibkan semua anak buahnya untuk ikut salat subuh. Waktu itu, dia menerangkan, salat subuh akan Melepaskan virus buruk dan positif. (ARN)

Source link

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.