Home / Berita Timur Tengah / Melawan Teroris, Libya Akan Meminta Bantuan Militer Rusia

Melawan Teroris, Libya Akan Meminta Bantuan Militer Rusia

 

Untuk Melawan Teroris, Komandan Angkatan Darat Libya Akan Meminta Bantuan Militer Rusia

 

Dalam konferensi pers bersama utusan PBB itu, Khalifa Haftar sang Jenderal Komandan Angkatan Darat Libya tersebut untuk kesekian kalinya menuntut pencabutan embargo senjata. Dia menjelaskan bahwa kurangnya pasokan senjata merupakan “problem riil” bagi Libya yang menghambat pertempuran dengan beberapa kelompok teroris di Benghazi.

 

 

Melawan Teroris, Komandan Angkatan Darat Libya Akan Meminta Bantuan Militer Rusia.

Islam-Institute, TRIPOLI –  Khalifa Haftar, Komandan Angkatan Darat Libya,mengatakan bahwa dia yakin bahwa Rusia akan mampu memerangi terorisme Libya dengan sangat baik, seperti halnya kesuksesan militer Rusia dalam memerangi kelompok-kelompok teroris di Suriah. Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan bagi Libya untuk meminta bantuan militer Rusia dala perang melawan terorisme yang diusung oleh kelompok-kelompok teroris di Libya.

Khalifa Haftar menjelaskan bahwa masalah paling serius yang dihadapi oleh Libya sekarang ini adalah terorisme. Pernyataan itu disampaikannya saat konferensi pers bersama dengan utusan khusus PBB untuk Libya, Martin Kobler di kota Al Marj, pada Selasa (15/12),  Haftar juga menambahkan: “dalam hal ini, siapa yang dapat memberikan bantuan maka kami akan bersamanya.”

Komandan jenderal tentara Libya itu mencatat bahwa upaya Rusia dalam perang melawan terorisme telah diakui secara internasional. Hal ini bisa dilihat dalam perang melawan kelompok-kelompok teroris yang menebar aksi kejam dengan mengatas-namakan Islam di Suriah.

Khalifa Haftar juga mengatakan bahwa, “terdapat beberapa indikasi bahwa Rusia memiliki keseriusan dalam memerangi terorisme, maka dengan demikian pada periode mendatang, kami akan mempelajarinya terkait masalah ini.”

Dalam konferensi pers bersama utusan PBB itu, Khalifa Haftar sang Jenderal Komandan Angkatan Darat Libya tersebut untuk kesekian kalinya menuntut pencabutan embargo senjata. Dia menjelaskan bahwa kurangnya pasokan senjata merupakan “problem riil” bagi Libya yang menghambat pertempuran dengan beberapa kelompok teroris di Benghazi.  (Al/Sfa/RT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Konflik Arab Saudi VS Iran Berimbas ke Ibadah Haji

Konflik Arab Saudi VS Iran – Pada Musim Haji tahun 2016 ini warga Iran tak bisa ...