Max Thunder, Latihan Angkatan bersenjata yang Buat Korut Murka

Max Thunder, Latihan Angkatan bersenjata yang Buat Korut Murka


loading…

SEOUL – Latihan angkatan bersenjata bareng antara Amerika Serikat (AS) dengan Korea Selatan (Korsel) di Semenanjung Korea senantiasa sebagai sumber ketegangan. Tapi, guna tahun sekarang latihan tempur udara Max Thunder berada di level lain.Korea Utara (Korut) menyebut latihan Max Thunder selaku aksi provokasi angkatan bersenjata yang disengaja. Latihan ini juga dijadikan alasan oleh Korut guna membatalkan perbincangan antar Korea. Ini ialah sinyal problem pertama jelang perjumpaan puncak Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura. Belakangan, pertemun ini juga dicancel oleh Trump, merampas kesempatan Jong-un guna pertama kalinya berjumpa dengan Presiden AS itu.

Max Thunder dilaksanakan tiap tahun oleh pasukan udara AS dan Korsel. Kedua negara sekutu itu mengumumkan bahwa latihan tersebut bersifat defensif dan diperlukan guna melatih serta mempertahankan aliansi angkatan bersenjata.

Tapi di mata Korut, di mana ingatan soal kampanye pemboman brutal AS selama tempur Korea masih segar, latihan itu dipandang tak sama. Pyongyang, dan sejumlah pengamat luar, menganggap latihan itu selaku tindakan agresi, ancaman implisit kepada rezim Kim Jong-un.

CNN berada di antara sekelompok kecil awak media yang diberi akses menuju latihan: memfilmkan jet perang F16 yang sarat dengan rudal pencari panas dan peluru kendali GPS, dan lalu menargetkan ancaman udara imajiner.

Rekaman dari latihan itu diembargo secara ketat sampai mereka selesai pada hari Jumat.

Sersan Staf Joseph Pullins, yang sedang mengevaluasi persenjataan F16, mengakui bahwa Max Thunder tak bagaikan latihan normal, tak bagi Korut yang cuma sejumlah mil jauhnya.

Loading...
loading...

“Maksud aku, kami senantiasa tahu bahwa Anda tahu ada ancaman yang cukup dekat,” katanya.

“Jadi, kau cuma wajib siap guna melaksanakan pekerjaanmu dan sanggup mengeksekusinya,” imbuhnya bagaikan dilansir dari CNN, Sabtu (26/5/2018).

Kolonel David Shoemaker, komandan Fighter Wing 51 AS yang mengawasi latihan tahun sekarang, menjelaskan dia sadar bakal ketegangan yang meningkat di berkisar latihan, tetapi berpendapat bahwa latihan itu tetap diperlukan.

“Ini ialah pelatihan yang kami perlukan terlepas dari situasi politik. Pelatihan ini sudah berlangsung selama sejumlah dekade,” katanya.

Korut sudah mengeluh selama sejumlah dekade, tetapi tahun sekarang semestinya tak sama. Delegasi Korsel yang berjumpa dengan Kim Jong-un menjelaskan pemimpin Korut itu tampaknya memahami kebutuhan mereka dan tak bakal bereaksi.

Ini bisa jadi merupakan penilaian salah pada sisi sekutu AS. alasannya komentar Kim Jong-un datang sebelum latihan angkatan bersenjata Foal Eagle – latihan besar-besaran pada musim semi yang biasanya disertai dengan lonjakan besar dalam ketegangan – tidak Max Thunder.

Max Thunder, Latihan Angkatan bersenjata yang Buat Korut Murka

Loading...

[Surce]

loading...

You might like

About the Author: Muhammad Najib

KOLOM KOMENTAR ANDA :