Masalah Spanduk #JokowiBersamaPKI, Joko Widodo: Sabar, Sabar, Sabar!

Website Islam Institute

Masalah Spanduk #JokowiBersamaPKI, Joko Widodo: Sabar, Sabar, Sabar!

JAKARTA – Presiden Jokowi angkat suara Soal spanduk bertuliskan #JokowiBersamaPKI di masa kampanye Pemilihan presiden 2019 ini. Spanduk putih bernada fitnah itu terpasang di wilayah Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Beberapa disampaikan di bawah isu Presiden Joko Widodo itu PKI. Dan bahkan akhir-akhir ini beberapa spanduk seperti itu. Saya 4 tahun sekarang sabar, sabar, sabar,” kata Joko Widodo di Bumi Perkemahan Ragunan, Jumat (7/12).

Spanduk itu telah terpasang pada Selasa (4/12). Dalam spanduk tertulis #PKIBerkedokPancasila, #JKWBersamaPKI, #JKWHoaksNasional, #JKWSontoloyoNasional, #JKWGenderuwoNasional, 2019 Tenggelamkan PKI.

Kecuali itu, kelihatan pula tulisan ‘Prabowo-Sandi for Presiden Indonesia Kuat’. Foto Prabowo dan Sandi Ikut terpajang di bagian kanan beserta nomor urut 02 dan lambang parpol pengusungnya dalam Pemilihan presiden 2019.

Joko Widodo mengklaim selama ini diam saja dan isu itu terus beredar. Padahal, ia dalam bermacam Peluang belakangan ini sudah mengklarifikasi hal tersebut tetapi spanduk itu malah terpasang beberapa hari lalu.

Eks Wali Kota Solo ini menekankan bahwa ia baru lahir pada 1961 dan PKI telah bubar pada 1965. Ia juga mengklarifikasi beredarnya foto seseorang yang mirip dengannya waktu pimpinan PKI DN Aidit berpidato pada 1955.

Ia berpendapat hal ini betul-betul wajib diluruskan karena berdasar survei kisaran 9 juta warga Indonesia masih percaya isu itu.

“Apa ada PKI balita? Cara berpolitik seperti itu wajib dihentikan. Itu merusak cara kita berdemokrasi dan mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

sebelum ini, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) DKI Jakarta masih memburu pelaku pemasangan spanduk itu. Komisioner Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta Puadi menyebut konten spanduk Disangka mengandung unsur menghasut dan mengadu domba seperti yang tertuang dalam Pasal 280 UU No 7 tahun 2017 Pasal 1 butir d.

Batas waktu untuk menelusuri pemasangan spanduk yaitu 7 hari, atau pada Selasa (11/12) Minggu depan. Kalau tidak ada alat bukti yang memuaskan, Badan Pengawas Pemilu tidak akan meneruskan penelusuran. [Sfa]

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk berbagi via Google+(Membuka di jendela yang baru)

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.