Marak Teror Ulama, NU dan Muhammadiyah Waspada

Marak Teror Ulama, NU dan Muhammadiyah Waspada. Maraknya teror terhadap kiai dan tempat ibadah di beberapa daerah, langsung diantisipasi oleh sejumlah organisasi Islam. Di antaranya oleh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang mewaspadai kemungkinan terjadinya serangan di wilayah Nganjuk.

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nganjuk Kiai Hasyim Affandi mengatakan, kondisi di Kabupaten Nganjuk saat ini kondusif. Meski demikian, dia tetap meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan adanya serangan terhadap kiai dan tempat ibadah seperti di beberapa daerah lain di Jatim.

 

Para pemuda  Muhammadiyah Bersiaga hadapi teror

Karena serangan bisa terjadi secara tiba-tiba. Jadi, waspada itu penting, kata Kiai Hasyim.

Dia meminta agar kasus penyerangan terhadap ulama bisa disikapi secara dewasa. Kiai Hasyim mengimbau masyarakat tidak mudah tersulut emosi menanggapi kejadian tersebut. Sebab, jika hal itu terjadi masyarakat akan mudah terprovokasi.

Dampaknya, bisa saja terjadi konflik horizontal antar masyarakat dan golongan di Nganjuk yang sejauh ini aman. Itu sangat berbahaya, lanjut Ketua Yayasan Takmir Masjid Al Hidaya, Dusun Kedunglo, Desa Cengkok, Kecamatan Ngronggot ini.

Terpisah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Nganjuk Arifin Abduh mengatakan, pihaknya menyiapkan pemuda-pemuda di Muhammadiyah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Meski demikian, seperti halnya Kiai Hasyim, Arifin menyebut kondisi Kabupaten Nganjuk sangat kondusif. Hanya untuk antisipasi, ujarnya.

Pasca-kejadian serangan dan teror, lanjut Arifin, pemerintah dan ulama harus bertanggung jawab. Terutama, untuk mendinginkan suasana di Nganjuk yang punya hajat besar pemilihan kepala daerah (pilkada).

Sementara itu, Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta mengatakan, polisi sudah memaksimalkan pengamanan di Kabupaten Nganjuk sebelum marak teror. Kami menerapkan patroli skala besar, kata Dewa.

Perwira dengan pangkat dua melati di pundak ini mengatakan, patroli itu menyasar sejumlah lokasi. Selain tempat ibadah dan sejumlah tempat strategis lainnya, patroli juga masuk hingga ke desa-desa.

Dewa sendiri selama beberapa bulan terakhir rutin mendatangi sejumlah tempat ibadah di Kabupaten Nganjuk. Di setiap tempat ibadah yang dikunjungi, pria asal Bali ini juga mengajak masyarakat berdialog. Saya rutin turun ke polsek-polsek dan mendatangi tokoh masyarakat di sana, lanjutnya.

Tidak hanya itu, Dewa menyebut Polres Nganjuk juga memaksimalkan peran bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas) di tiap desa. Bhabinkamtibmas, lanjut Dewa, dibekali dengan beberapa keterampilan. Mulai menjalankan fungsi tentang lalu lintas, bhabinkamtibmas juga bisa menjalankan fungsi intelijen. Termasuk mendeteksi kerawanan wilayah.

Apakah semua bhabinkamtibmas dibekali senjata api? Ditanya demikian, Dewa menyebut tidak semua bhabinkamtibmas memegang senjata. Meski demikian, mereka bisa melakukan koordinasi jika mendeteksi kerawanan di wilayah mereka. Hanya bhabinkamtibmas yang memenuhi syarat yang memegang senjata. Ada tes dan pengawasannya, tandas Dewa optimistis situasi di Kabupaten Nganjuk tetap kondusif. (rk/baz/die/JPR/jawapos.com)

You might like

About the Author: admin

KOMENTAR: Jika ada artikel yang salah, dll, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.