Manfaat Kartanu : ‘Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama’

Manfaat Kartanu bagi penduduk Nahdliyin: manfaatnya terkait pemahaman agama, pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, info, penjagaan, keamanan dan tradisi Aswaja (Ahlussunnah wal jema’ah) …

Islam-Institute, Jakarta – Pembuatan Kartanu (Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur sudah berlangsung semenjak awal Maret ini di beberapa tempat yang tak sama, disesuaikan dengan koordinasi antarpihak panitia pembuat Kartanu dan sejumlah penduduk Nahdlyin setempat.Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang Ahmad Samsul Rijal menerangkan bahwa Kartanu jadi identitas jam’iyyah yang sudah diatur dalam Anggatan Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Anggota dimaksud ialah saban penduduk negara Indonesia yang beragama Islam, baligh, dan mengumumkan diri setia kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi.

“Kartanu selaku hak anggota secara detail diatur dalam ART Bab III, Pasal 7 ART. Kartanu ialah identitas berbarengan dalam satu Jam’iyyah NU,” katanya di Jombang, Rabu (9/3) kemarin.

Sedangkan untuk penduduk Nahdliyin yang mempunyai Kartanu, kata Rijal, terdapat beberapa manfaat dari aspek pelayanan-pelayanan. Di antaranya pelayanan terkait pemahaman keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, info, penjagaan, keamanan dan tradisi Ahlussunnah wal jema’ah (Aswaja).

“Melekat pada pemilik Kartanu ialah hak untuk dilayani sebagaimana ART NU pasal 7, dan itu dapat diusahakan berbarengan, ialah pelayanan agama, pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, info, penjagaan, keamanan dan tradisi Aswaja,” ujarnya.

Dalam pelayanan jam’iyah keagamaan, ia menceritakan dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan keagamaan yang digelar penduduk warga. Hal ini hendaknya dapat dilaksanakan langsung oleh penduduk NU yang masuk struktur pengurus di masing-masing tingkatan dari anak ranting dan seterusnya.

“Nahdliyin ialah penduduk patuh beragama, mengikuti tradisi keagamaan yang baik dan menyukai majelis-majelis kajian agama. Karenanya, struktural NU sampai anak ranting perlu program kajian agama yang langsung digelar oleh struktural. Inilah pelayanan Jam’iyah,” ungkapnya.

Sedangkan dalam aspek pendidikan, lanjut Rijal, beberapa kampus di Jawa Timur khusussnya telah memberikan dispensasi ongkos melalui Kartanu. Nahdliyyin melihat pendidikan selaku jalan utama mencapai kebijaksanan dan kesanggupan hidup. Dalam konteks ini, problem pendanaan pendidikan dapat diatasi dengan saling membantu dg cara meringankan dan mendekatkan pelayanan pendidikan.

“Bagian yang sudah diusahan di kampus Unsuri (Universitas Sunan Giri) Surabaya dengan diskon 20 % dengan kepemilikan Kartanu dan di kampus Unisma (Universitas Islam Malang). Dan yang lain dapat kembangkan pola sama,” ujarnya.

Seperti ini pula dengan kesehatan dan info yang memadai. Membangun pasar dan mengembangkan konsumen ialah manajemen modern dalam bidang ekonomi. “Di Jombang, sementara yang sudah diusahakan PCNU Jombang ialah pelayanan kesehatan di RSNU, RS UNIPDU dan BKIA Muslimat dengan diskon-diskon tertentu,” pungkasnya.  (Al/Syamsul Arifin/Mahbib/NU Online)

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :