Home / Berita Indonesia / Mahasiswa UIN Melecehkan Al Qur’an

Mahasiswa UIN Melecehkan Al Qur’an

Mahasiswa UIN Melecehkan Al Qur’an dalam OSPEK UIN Sumut

Mahasiswa UIN bernama TUAH AULIYA FUADI membuat Pernyataan-pernyataan yang sangat Kontroversial, melecehkan Al Qur’an di dalam pelaksanaan Ospek Mahasiswa baru.

Setelah melalui proses yang cukup panjang bersama teman-teman ‘Asyirah ASWAJA UIN SUMUT, teman-teman PMII dan teman-teman di forum peduli UIN SUMUT beserta Seluruh Ormas Umat Islam se Sumatera Utara yang digagas oleh ‘Asyirah Ahlus Sunnah Wal Jamaah, akhirnya surat pemecatan pun telah dikeluarkan oleh pihak rektorat terhadap mahasiswa Fakultas Syariah semester 5 UIN (Universitas Islam Negeri Medan Sumatera Utara), atas nama Tuah Auliya Fuadi. Mahasiswa ini dipecat atas kasus pelecehan serta penginjakan al Qur’an

Sebelumnya, mahasiswa UIN bernama TUAH AULIYA FUADI membuat Pernyataan-pernyataan yang sangat Kontroversial, melecehkan Al Qur’an di dalam pelaksanaan Ospek Mahasiswa baru. Dalam kegiatannya itu dia menularkan pemikiran sesatnya kepada mahasiswa baru tersebut dengan mengatakan :

“Dahulu di zaman Rasul, al Quran itu hadir dalam wajah jelek. Aromanya busuk pula lagi itu ( yang pastinya bau bangkai)“. dan “Kalau anda sanggup akankah Anda menghentikan seseorang yang hendak memperkosa anak kecil? Kalau jawaban Anda “iya” berarti Anda lebih bermoral dibandingkan Tuhan Anda“.

 

Terlebih lebih banyak sekali informasi yang mengatakan bahwa TUAH AULIYA FUADI pernah melempar al Qur’an di hadapan khalayak ramai.  Juga di dalam media sosial Facebooknya TUAH AULIYA FUADI juga sering membuat status-status Kontroversial yang begitu banyak mendapat reaksi keras para netizen.

Pernyataan-pernyataan serta tindakan yang dilakukan TUAH AULIYA FUADI tersebut sudah dapat dihukumi murtad. Kata-kata di atas dapat di hukumkan murtad (keluar dari agama Islam) karena istihza’, yakni mencela agama Allah.

Lantas, apa hukuman bagi orang yg murtad? Dalam penjelasannya, Ustadz Muzani Al Fadani (Ketua Biro Dakwah ‘Asyirah ASWAJA SUMUT) menerangkan bahwa orang yang murtad harus tahzir (diberi efek jera) agar hal itu memiliki kemungkinan kecil untuk di ulang nya kembali, kemudian diperintahkan kembali untuk masuk Islam, dengan cara bersaksi (mengucapkan dua kalimat syahadat kembali) di hadapan hakim.

Jika si pelaku menolak untuk taubat dan kembali ke agama Islam maka orang tersebut harus dibunuh sebagaimana dicatat oleh Imam Syafi’i dalam Al-Umm 1/295, beliau menyatakan:

وَإِذَا ارْتَدَّ رَجُلٌ عَنْ الْإِسْلَامِ أَوْ امْرَأَةٌ اُسْتُتِيبَ أَيُّهُمَا ارْتَدَّ، فَظَاهِرُ الْخَبَرِ فِيهِ أَنْ يُسْتَتَابَ مَكَانَهُ فَإِنْ تَابَ، وَإِلَّا قُتِلَ، وَقَدْ يَحْتَمِلُ الْخَبَرُ أَنْ يُسْتَتَابَ مُدَّةً مِنْ الْمُدَدِ
Artinya: Apabila seorang laki-laki atau perempuan murtad dari Islam maka hendaknya (hakim pengadilan) memerintahkannya untuk bertaubat. Apabila tidak mau, maka dibunuh.

 

Pelajaran Bagi UIN Seluruh Indonesia

Pesan untuk Tuah Auliya Fuadi, tidak cukup bagi anda hanya sekedar meminta maaf. Kalau kejahatan hanya dibalas dengan kata MAAF maka penjara tidak akan berisi. Anda wajib bertaubat dan bersyahadat kembali di hadapan khalayak ramai, inilah yang pantas anda lakukan. Agar hal ini menjadi pelajaran bagi seluruh umat Islam, wabil khusus Universitas-universitas Islam dan UIN di seluruh Indonesia.

Dengan adanya keberanian dari ashhab-ashhab kami di UIN-SU, setidaknya mereka bukan golongan yang dikatakan Rasul sebagai “selemah-lemah iman” ketika berhada[pan dengan kemungkaran.

عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ
[رواه مسلم]

Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman. (Riwayat Muslim) – (al/Muhammad Aulia Lubis/UIN-SU)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Afi Nihaya Faradisa, Saya Cuma Ajak Berpikir, Kenapa Saya Di-bully

Tulisan Afi Nihaya Faradisa (19) di akunnya pada jejaring sosial Facebook, berjudul ”Warisan’‘, menjadi viral. ...