Luhut Binsar Pandjaitan: Politisasi Rupiah Lemah Bentuk Pengkhianatan

Luhut ke Zulkifli Hasan: Nggak Ngerti Jangan Ngomong!

Luhut Binsar Pandjaitan: Politisasi Rupiah Lemah Bentuk Pengkhianatan

Pilpres 2019 – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut politisasi kepada isu pelemahan rupiah selaku bentuk pengkhianatan kepada negara.

Waktu ini menurut dia Komitmen pihaknya dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk duduk berbarengan dalam mengatasi problem ini.

“Kami setuju, kita jangan memain-mainkan politik untuk currency ini sebab dampaknya pada seluruh rakyat kecil. Jadi jikalau seluruh itu orang melaksanakan [politisasi rupiah] saya kira itu pengkhianatan pada negara,” ucap Luhut dalam konferensi pers di Perjumpaan Tingkat Pejabat Tinggi (SOM) AIS ke-2 di Oriental Mandarin, Jakarta Pusat, Kamis (6/9).

BacaSandiaga Uno Tukar 1000 Dolar Sok Jadi Pahlawan

Ia juga mengakui pemerintah waktu ini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan efisiensi dan menghindari budaya korupsi.

“Bedanya sekarang ini pemimpinnya tidak ada yang korupsi. Nah itu penting dicatat. Presidennya, anaknya, istrinya, semuanya bersih dan kerja keras. Mereka turun ke bawah. Orang bilang pencitraan, pencitraan apanya?” kata eks Menkopolhukam ini.

Kecuali itu, pemerintah juga sudah melaksanakan pengambilan keputusan dengan cara transparan.

“Tidak ada yang salah kecuali ada kita korupsi atau tidak efisien. Kita tidak kok. Kita telah membikin negeri ini tambah efisien. Sebab apa? Sebab semuanya telah sistem online,” kata dia.

sebelum ini, sejumlah politikus oposisi, seperti Fadli Zon dan Ferdinand Hutahaean, menilai pemerintahan Joko Widodo sudah gagal dalam menjaga rupiah dari depresiasi.

Tapi seperti ini, akan Cawapres Sandiaga Uno dan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief meminta seluruh pihak untuk tidak menggunakan pelemahan rupiah untuk menyerbu Pemerintah. [ARN]


Source by Samsul Anwar

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :