Logika Tumpul Tengku Zulkarnain

Logika Tumpul Tengku Zulkarnain

Logika Tumpul Tengku Zulkarnain

Beberapa bulan yang lalu saya membikin akun twitter barengan dengan akun FB dengan nama yang sama. Target saya waktu itu cuma 1, ingin meng-counter twitteran busuk dari 1 orang yang mengaku-ngaku ulama. Beberapa kali saya lihat cuitannya bersliweran di media sosial dan portal berita dunia maya. Omongan nga terang berisi hasutan dengki yang senantiasa kontra dengan pemerintah.

Ustad tengku demikianlah dia senantiasa menyebutkan namanya. Katanya berasal dari Medan tapi dengar-dengar kenyataannya nga pernah sekolah legal mengenai hal agama. Tetapi herannya dia dapat punya jabatan tinggi di perkumpulan kaum ulama se Indonesia, memperoleh gelar KH pula. Atribut agamais-nya pun komprehensif dengan daster putih dan sorban di kepala.

Tetapi sayang, kerjaannya saya juga nga tahu apa selain sedikit ceramah di sini dan di sana. Sepertinya dia lebih sibuk bermain-main dengan jarinya mengejar setoran supaya dapat terpenuhi quota . Tiap-tiap hari cuitannya di twitter lebih dari pada jadwal minum obat dapat sampai ada 5. Biasanya asal bacot, nga punya dasar data yang valid dan juga bukan fakta yang sejatinya.

Sebutan raja hoax sejatinya telah dapat diberikan dan dinobatkan ke dia. Sering salah menyebut dan buat fitnah, tapi waktu diberitahu, cuitannya cuma dihapus nga ada embel-embel lanjutannya. Walaupun telah meninggalkan kegaduhan sedemikian rupa tapi nga ada sekalipun dia meminta maaf. Udah gitu, merasa paling benar dan nga juga pernah mau mengklaim khilaf.

Tiap-tiap tulisannya senantiasa menimbulkan twitwar dan silang sengketa. Para cebong anggota milisi dan kampret laknatullah beberapa yang ngumpul dan bersarang di lapaknya. Saling caci maki, mengeluarkan janji serapah seakan-akan masing-masing telah jadi pembawa kunci surga. Saya cuma mau menanyakan, jikalau kita yang jadi pemicu awal problem, apakah kita tidak berdosa?

Saya sempat membalas twit twitteran-nya sekali 2. hingga yang kali ketiga saya langsung diblok olehnya. Soalnya saya katakan padanya jikalau nanti nasibnya insha Allah akan sama seperti Jonru dan akan masuk sel. Tinggal menanti ada yang mengabarkan sebab rekam jejaknya telah nyata adanya.

Twitter ialah pemain yang kecil dan lincah yang cukup eksis di dunia maya. Fitur dengan lambang burung biru yang dapat dipakai untuk menyampaikan pesan dalam kata-kata singkat sehingga mudah dibaca. Beberapa poli-tikus yang kurang kerjaan yang buat hal ini jadi tugas Inti. hingga pernah saya baca jikalau ada member d(h)ewan yang pasang monitor jumbo di dalam kantornya.

Ada beberapa Twitter-er yang saya kagumi di dunia maya. Bang Riza Iqbaldan juga masbro Narkosun (Sunarko Sunarko). Mereka berdua senantiasa dapat mengcounter ujaran bodong dari pada politisi-politisi busuk yang ada. Bermain-main dengan kata memutar balikkan apa yang telah para pecundang tersebut lontarkan sehingga panah berbalik arah.

Salutnya dengan bang Riza Iqbal, dia punya simpanan segudang data-data. Jadi jikalau mengcounter omongan warung sebelah senantiasa dengan fakta yang ada. Herannya saya dia dapat menyimpan dan ingat detail seluruh berita dari mass media. Saya aja kadang-kadang udah lupa ini hari rebo apa selasa.

Beberapa saya lihat Pembalasan twit mereka selaku meme di FP Katakita. Buat ketawa ngakak dan sampai sakit perut dibuatnya. Herannya saya akun mereka sampai sekarang aman-aman saja. Tidak diblok pihak sebelah, kayaknya ‘Nih orang nga ada matinya’…

Tabik.

Sumber : Status Facebook B. Uster Kadrisson

(redaksiindonesia/suaraislam)


Shared by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.