Lintasan Sejarah 19 Juni 2018

Lintasan Sejarah 19 Juni 2018

Hari ini, Selasa tanggal 19 Juni 2018 yang bersesuaian dengan penanggalan Islam 5 Syawal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Khordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini kejadian bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Muslim bin Aqil Memasuki Kota Kufah

1379 tahun yang lalu, tanggal 5 Syawal 60 HQ, Muslim bin Aqil, sepupu Imam Husein, masuk ke kota Kufah dengan maksud demi menerima baiat atau janji setia dari rakyat kota itu terhadap Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw.

sebelum ini, rakyat Kufah mengirimkan ribuan surat terhadap Imam Husain di Madinah demi meminta supaya beliau datang ke Kufah dan memimpin revolusi menentang pemerintahan Bani Umayah yang despotik.

Pada awal kedatangan Muslim bin Aqil, 18 ribu warga kota itu menyampaikan janji setia mereka terhadap Imam Husein dan Muslim pun mengirimkan berita terhadap Imam Husain bawah rakyat Kufah sudah siap menyokong beliau. Tapi, enggak lama lalu, atas represi kejam dari pemerintahan Bani Umayah, rakyat Kufah mundur dan berbalik menentang Imam Husein.

Muslim bin Aqil

Jenderal Ahmad Yani Lahir

96 tahun yang lalu, tanggal 19 Juni 1922, Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani lahir di Purworejo, Jawa Tengah.

Jenderal  Ahmad Yani ialah seorang pahlawan revolusi dan nasional Indonesia. Beliau dikenal selaku seorang pasukan yang senantiasa berseberangan dengan PKI (Partai Komunis Indonesia). Saat menjabat selaku Menteri/Panglima Angkatan Darat semenjak tahun 1962, ia menolak keinginan PKI demi membentuk Angkatan Kelima yang terdiri dari pekerja dan tani.

Jabatan terakhir selaku Menteri/Panglima Angkatan Darat(Men/Pangad) semenjak tahun 1962.

Sejarah

Ali Syariati Wafat

41 tahun yang lalu, tanggal 29 Khordad 1356 HS, Doktor Ali Syariati, seorang cendekiawan Iran kontemporer, gugur di London akibat dibunuh oleh agen rahasia rezim Shah Pahlevi.

Ali Syariati lahir pada tahun 1933 di Sabzewar, timur laut Iran. Pada ketika menuntut ilmu di bidang sastra Persia, Ali Syariati aktif dalam aktifitas politik menentang rezim Shah. Ia lalu meneruskan studi ke Universitas Sorbonne Perancis sampai meraih gelar doktor di bidang sejarah agama-agama.

seusai kembali ke Iran, Doktor Ali Syariati aktif memberikan ceramah-ceramah terhadap kaum muda Iran yang membicarakan problem keadilan, perlawanan kepada  kezaliman, dan masalah-masalah agama yang dikaitkan dengan situasi sosial zaman itu. Pidato-pidato Ali Syariati tidak sedikit memberikan pencerahan terhadap para pemuda Iran dan dia sebagai bagian penggerak revolusi Islam di Iran.

Dalam usianya yang pendek, Ali Syariati meninggalkan lebih dari 200 karya penulisan, di antaranya berjudul Islam dan Insan, Sejarah Peradaban, dan Haji.

Ali Syariati

 

Source by Hakim Abdul

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :