Lima Tuntunan Berbulan Madu Bagi Para Pengantin Baru

Lima Tuntunan Berbulan Madu Bagi Para Pengantin Baru

Lima Tuntunan Berbulan Madu Bagi Para Pengantin Baru


Perkawinan merupakan bagian perkara yang disunnahkan dalam islam selaku sarana demi menyatukan seorang laki-laki dan wanita yang saling mencintai dalam suatu ikatan yang sah atau halal. Sebagaimana dalam sabda Rasululloh saw :

النِّكَاحُ سُنَّتِي فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

“Merid ialah sunnahku, barang siapa mengingkari sunnahku maka bukan termasuk golonganku”

Sabda Rasululloh diatas merupakan suatu bentuk nyata bagaimana semestinya seorang insan menjaga kesucian fitrahnya yang diciptakan oleh Allah secara berpasang-pasangan demi menjaga kelangsungan generasi ummat insan di dunia ini.

Dalam sebuah perkawinan, saban pasangan suami istri tentu bakal mengalami yang namanya bulan madu. Tapi, para ulama sesungguhnya sudah tidak sedikit mecatat kitab yang menerangkan ketentuan dan tuntunan berbulan madu sesuai dengan tuntunan Islam.

Syaih Muhammad al-Tahami bin Madani dalam Qurratul Uyun menerangkan enam adab ketika berbulan madu.

Pertama, seorang suami maupun istri kala bersenggama dianjurkan demi menanggalkan seluruh pakaiannya, tetapi bukan artinya senggama dikerjakan dalam kondisi terbuka tanpa tutup sama sekali sebab nabi mencegah hal itu dan mencelanya, sebagaimana dalam hadits

اذا جامع احدكم فلا يتجرّدالحمارين

“Apabila salah seorang diantara kau seklaian melakuakan senggama dengan istrinya, maka jangan telanjang sebagaimana telanjang himar (keledai).

Kedua, kala seorang suami bakal melaksanakan senggama dengan istrinya, hendaknya didahului dengan bersenda gurau dengan istri, bermain-main, bermesra-mesraan dengan berbuat sesuatu yang diizinkan, misalnya merangkulnya, mencium-cium pipi, kening, dan lain sebagainya.

Ketiga, seorang suami dianjurkan demi mengharumkan bau mulut. Hal itu disunnahkan demi menambah rasa cinta istri. Sedangkan seorang istri disunnahkan demi menghias diri dan mempergunakan wewangian

Ke-4, suami Nggak diizinkan memberi kepingan dirham atau memberikan sesuatu kala hendak melaksanakan sesuatu kepada istrinya, atau supaya istrinya melepas celana dalamnya, sebab hal semacam itu amat menyerupai zina.

Kelima, disunnahkan bagi suami istri yang hendak melaksanakan senggama, demi membaca Basmallah dan mengucap do’a :

بِسْمِ اللهِ اللهُمَّ جَنِّبَاالشَّيطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Dengan menyebut nama Allah, jauhkanlah diri kami daripada syetan, dan jauhkanlah syetan dari sesuatu yang sudah Engkau rezekikan terhadap kami”

Kenapa disunnahkan membaca basmallah dan doa kala bakal bersenggama? Sebab, ketika suami istri melaksanakan senggama dengan Nggak menyebut nama Allah, maka syetan bakal ikut serta dalam senggama itu.

Selain itu, kalau dalam senggama itu Allah menakdirkan sebagai anak, syetan Nggak bakal sanggup membuatnya bahaya kalau suami istri tersebut sudah memulainya dengan membaca basmallah dan do’a.

Wallahu A’lam.

Source by Ahmad Naufal

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :