Liga Santri Nusantara, Ada Adzan Sepak Bola Dihentikan

Liga santri Nusantara – Cuma ada di Liga Santri Nusantara, waktu kumandang Adzan, pertandingan sepak bola dihentikan. Ya, memang baru kali ini ada pertandingan sepak bola dihentikan sebab ada kumandang suara adzan.

Pertandingan tersebut cuma ada di Liga Santri Nusantara (LSN). Seperti kali ini, pertandingan LSN regional IV Jawa Timur, yang dihelat di Kabupaten Bangkalan. Di luar dugaan sudah menampilkan beberapa keunikan.

Seperti dalam pertandingan antara Pondok Pesantren Anndidhomiah Kecamatan Sepulu melawan Pondok Pesantren Atta’awun Kecamatan Socah. Dihelat di lapangan sepak bola alun-alun utara Kabupaten Bangkalan.

Waktu azan Asar berkumandang di sebelah barat lapangan pertandingan, wasit langsung meniup peluit panjang selaku tanda istirahat atau water break pemain. sesudah azan selesai, wasit meniup peluit panjang selaku tanda pertandingan dilanjutkan kembali.

Kedua pemain pondok pesantren tersebut, kembali meneruskan pertandingan. Situasi ini, memetik komentar penonton.

“Namanya saja liga santri, maka wajar kalau ada suara azan pertandingannya distop,” kata Hasan. Bagian penonton, Senin (29/8/2016).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cuma ada di Liga santri Nusantara, pemain bola cium tangan wasit

Keunikan lainnya, terjadi sebelum dan sesudah pertandingan. Seluruh pemain bersalaman dengan wasit dan para santri itu mencium tangan wasit. Persis seperti santri mencium tangan para Kiyainya dan para Ustadznya di pesantren.

“Tak ada aturan dalam sepak bola, pemain mesti mencium tangan wasit. Tetapi sebab santri diajari etika, maka tak ada problem kalau mencium tangan juga diterapkan di dalam pertandingan,” ujar Ahmad. Ia koordinator pengawas pertandingan Liga Santri Nusantara regional Jawa Timur IV.

Koordinator LSN regional Jawa Timur IV, Hasani menceritakan, beberapa keunikan dalam pertandingan LSN, tak mengurangi sportivitas pertandingan. Sebab santri diajari ta’dzim ke yang lebih sepuh, maka wajar kalau mencium tangan wasit. Itu ialah bentuk penghormatan ke pemimpin pertandingan.

“Pendidikan karakter santri itu juga terbawa ke dalam pertandingan. Seperti mencium tangan orang yang lebih tua,” ungkap Husni. Harapannya, sesudah ganti presiden kelak akan tetap ada pertandingan sepak bola Liga Santri Nusantara.

Simpan

Simpan

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :