Kualitas Amal Refleksi Kualitas Hati

Kualitas Amal Refleksi Kualitas Hati

Kualitas Amal Refleksi Kualitas Hati


Ada sepenggal cerita menarik yang Penting kita renungkan dalam-dalam, sehingga jadi sebuah pembelajaran dalam hidup bahwa kualitas amal yang kita kerjakan ialah cerminan kualitas hati kita.

“suatu tatkala ustad Ahmad memperoleh sebuah kiriman hadiah yaitu beberapa ekor kambing dari seorang saudagar kaya raya. ustad Ahmad terlalu bersyukur sebab kelak kambing-kambing tersebut sanggup digunakan untuk membantu Jiran kisaran rumah. tidak lama lalu ada murid sekaligus Jiran ustad Ahmad yang baru saja menikmati hasil panen perekebunan singkongnya, menyebut saja namanya Ali.

Ali Hadir dengan membawa 1 karung singkong yang diperuntukkan khsusus untuk ustad Ahmad dan Famili, ustad Ahmad terlalu terharu dengan ketulusan Ali, sebab bermaksud membalas kebaikan si Ali maka ustad Ahmad meminta istrinya untuk membagikan 1 kambing yang diperoleh dari saudagar kaya supaya kambing tersebut bisa digunakan dengan baik oleh Ali.

singkat cerita Ali pulang membawa 1 ekor kambing selaku ujaran terima kasih ustad Ahmad,di tengah perjalanan Ali berjumpa dengan Farid yang agak penasaran menyaksikan Ali membawa seekor kambing jantan, “Hai Mas Ali dari mana anda memperoleh kambing tersebut? dia menjawab bahwa kambing itu ialah hadiah ustad Ahmad selaku Pembalasan pemberian singkong darinya.

Mulailah farid berfikir,”Jikalau Ali saja yang cuma memberikan singkong bisa hadiah kambing, mungkin kalo saya membawakan sekarung durian maka sanggup saja kan saya memperoleh 2 ekor kambing, selintas hal itu yang terpikir dalam benak Farid.

Tidak lama lalu Farid bergegas dengan full ghirah berkunjung rumah ustad Ahmad tidak lupa ia membawa 1 karung durian. Cara yang sama juga dia katakan untuk ustad Ahmad bahwa dia baru saja memanen buah durian dari kebunnya, padahal kebun saja dia tidak punya tapi untuk sebuah obsesi memperoleh sesuatu yang lebih tidak apa-apa lah berbohong sedikit pikirnya.

Ustad pun sangat-sangat berterima kasih atas pemberian dari farid, sejenak dia dialog untuk istrinya ….sebab kambing yang ada ialah untuk membantu orang-orang kisaran, ustad dan istri setuju untuk membagi setengah karung singkong pemberian Ali. Farid yang telah tidak sabar menanti dihadiahkan 2 ekor kambing kelihatan tercengang tatkala mendapati bahwa dirinya cuma dihadiahi setengah karung singkong”.

Kelihatan terang bukan Illustrasi dari sepenggal cerita di atas, bahwa kualitas amal yang kita kerjakan sebetulnya ialah refleksi (cerminan) kualitas hati kita, amal yang tidak ikhlas semata cuma memperhitungkan untung dan ruginya, seberapa ganjaran yang ia dapatkan maka kualitas hati kita masih memperlihatkan kebutuhan dan pamrih semata, manakala tidak ada imbalan yang kita dapatkan maka kita tidak tergerak untuk melaksanakan keinginan untuk berbagi (Willingness to Share), dan hal itulah yang jadi ukuran eksistensi kita selaku makhluk sosial, so jikalau kita mau memperlihatkan kualitas the best dari pribadi kita jadilah insan-insan yang maksud akhirnya ialah mencari ridho Allah, dalam beramal hal yang terpenting ialah memasukkan Spiritual Questiont bahwa hati kita ke maksud akhir yaitu ridho Allah.

Kita akan tahu bagaimana jadi orang yang berguna, eksistensi kita di masarakat akan diperhitungkan beberapa orang kalaulah kualitas hati kita terjaga dengan baik, bukan semata-mata ‘Pencitraan’ atau ingin di lihat selaku orang baik. Allah maha tahu amal yang kita kerjakan, sehingga kewajiban kita ialah menjaga hati & amal kita supaya tidak di kotori oleh niat-niat yang tidak murni dalam ber amal.

 

IslamiDotCo by Ahmad Naufal

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.