Kritik Pemimpin via Medsos Bukan Ajaran Islam

Aturan Dalam Islam Tentang Menasehati Pemimpin

Jika anda Non Muslim melihat seorang muallaf menjelek-jelekkan pemimpin negeri ini di Medsos, jangan Anda yakini itu sebagai etika Islami. Islam tidak mengajarkan hal itu. Demikian halnya kami tidak meyakini bahwa etika itu berasal dari agamanya yang dahulu.

Al-Quran, Al-Hadits dan Ulama kami memberi etika yang sangat santun dalam masalah ini:

  1. Al-Quran:

Maka bicaralah kamu berdua (Musa dan Harun) kepada Firaun dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut (Thaha 44).

Allah saja memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun berbicara kepada Firaun dengan lemah lembut. Mengapa kepada saudara sebangsa dan seagama sangat kasar dan tak beretika?

  1. Hadis Nabi Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallama

“Barang siapa ingin menasehati pemerintah, janganlah disampaikan terang-terangan. Tapi pegang tangannya, bawa tempat sepi (lalu sampaikan nasehat). Jika nasehatnya diterima maka bagus. Jika ditolak, ia telah menyampaikan kepada pemerintah sesuatu yang tidak baik baginya” (HR Ahmad, menurut al-Hafidz al-Haitsami ada 2 jalur yang salah satunya terpercaya dan sanadnya muttashil)

  1. Pendapat Ulama:

Asy-Syafii berkata: Barang siapa memberi wejangan pada saudaranya secara lirih, maka sungguh ia telah menasehatinya. Barang siapa memberi wejangan secara terang-terangan maka sungguh ia telah mengumbar kejelekannya (Imam al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin 2/30)

Ustadz Ma’ruf Khozin, Wakil Sekretaris MUI Kota Surabaya

Mengkritik Pemimpin Via Medsos bukanlah Ajaran Islam

 

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.