Kritik Pembubaran Sedekah Laut di Bantul, PBNU: Indonesia Bukan Negara Agama!

Kritik Pembubaran Sedekah Laut di Bantul, PBNU: Indonesia Bukan Negara Agama!

Kritik Pembubaran Sedekah Laut di Bantul, PBNU: Indonesia Bukan Negara Agama!

sekretaris jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini. Foto: Ristu Hanafi/detikcom

Sekretaris Jend. (sekretaris jendral) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini angkat bicara Soal kejadian pembubaran persiapan sedekah laut di Pantai Baru, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Menurut Helmy, aksi itu termasuk main hakim sendiri.

“Masarakat tidak boleh main hakim sendiri, Indonesia itu bukan negara agama, tapi negara yang beragama. Jika ada tudingan aktifitas itu dinilai musyrik, lha orang-orang yang bukan beragama Islam mampu dinilai musyrik seluruh, dan mampu dibenarkan dong untuk melaksanakan pelarangan peribadatan dan seterusnya,” kata Helmy, di sela ikut hadir acara Milad ke-6 Ponpes Ora Aji di Sleman, Sabtu (13/10) malam.

Loading...
loading...

Helmy mengajak semua lapisan masarakat untuk menghormati ragam budaya bangsa Indonesia yang majemuk. Menurut dia, banyaknya kebudayaan lokal di Indonesia Adalah khazanah kekayaan bangsa.

“Masalah keyakinan agama masing-masing bagaimana kita menguatkan di masing-masing, tapi tidak boleh melaksanakan perusakan pelarangan. Kita negara hukum, telah ada rambu undang-undang,” ujarnya.

Helmy pun menyesalkan adanya kejadian pembubaran persiapan sedekah laut tersebut. “Masalah apakah aksi pembubaran itu menabrak hukum, kita serahkan ke polisi. Yang terang kita menyesalkan tindakan itu, sebab nanti akan ada beberapa acara-acara budaya lainnya dinilai selaku (musyrik), pengakuan kebenaran milik siapa,” sebutnya.

“Kita menyokong aparat keamanan (untuk menyelidiki kejadian pembubaran persiapan sedekah laut). Saya mengajak kita mesti hormati budaya lokal, soal pandangan (musyrik), ya itu pandangan masing-masing,” lanjutnya.

Helmy juga Menyenggol aksi penolakan tradisi adat yang mencuat pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

“Musibah yang terjadi di Sulteng itu kehendak Allah, mari kita seluruh instropeksi, dalam agama kita tidak boleh berprasangka negatif untuk Allah. Dan bagi kami gempa Sulteng ujian bagi korban, semoga sabar, tabah, dan yang meninggal husnul khotimah,” ujarnya.

(DetikNews/SI)

Loading...


Suara Islam Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *