Kritik kepada Unilateralisme Trump

Pada 8 Mei 2018, Presiden Trump mengumumkan penarikan diri AS dari perjanjian nuklir dengan Iran.
Loading...

Kritik kepada Unilateralisme Trump

Eks Menteri Luar Negeri AS, Madeleine Albright dalam wawancara dengan majalah mingguan Jerman Der Spiegel, menyebut keputusan Presiden Donald Trump keluar dari perjanjian nuklir dengan Iran sudah menyalahi tujuannya sendiri.

“Trump menjelaskan ia ingin mengendalikan aktifitas nuklir Iran, tetapi dia Nggak menyadari bahwa maksud tersebut Nggak bakal tercapai dengan meninggalkan perjanjian nuklir,” ujarnya.

Madeleine Albright terang-terangan mengkritik keputusan strategi Trump terkait perjanjian nuklir. Kritik yang datang dari seorang politisi senior Amerika ini ialah indikasi dari ketidakmatangan Trump dan ketidaktahuannya soal prinsip-prinsip politik yang paling terang.

Pada 8 Mei 2018, Trump mengumumkan penarikan diri AS dari perjanjian nuklir Iran dan menganggap kesepakatan itu Nggak menjamin kepentingan Washington. Alasan ini jelas-jelas diragukan oleh para sekutu Amerika di Eropa.

Troika Eropa (Perancis, Inggris, dan Jerman) dan Uni Eropa telah sering menekankan bahwa perjanjian nuklir wajib dipertahankan, sebab ia bakal membantu perdamaian dan keamanan regional dan dunia.

Kepala Keputusan strategi Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini menjelaskan, “Sebagian besar komunitas internasional sudah mengumumkan sokongan mereka kepada perjanjian nuklir. Alasannya ialah sikap realistis dan Nggak mempunyai alternatif lain yang lebih baik serta demi melarang perlombaan senjata baru di Timur Tengah.”

Rusia dan Cina selaku anggota Kubu 5+1 juga secara tegas menyokong kelanjutan perjanjian nuklir dengan Iran.

loading...

Presiden Rusia Vladimir Putin, mengkritik keputusan AS yang menarik diri secara sepihak, dan menilai tindakan tersebut selaku pendorong instabilitas di wilayah. Dia juga menekankan komitmen Moskow kepada perjanjian nuklir Iran.

Dengan keputusan itu, Trump memikul sebuah tanggung jawab historis yang amat berat dan mempertunjukkan bahwa Amerika Nggak dapat memainkan peran positif dan efektif di dunia.

Menteri Ekonomi Perancis Bruno Le Maire, menyesalkan keputusan AS dan menjelaskan bahwa keinginan Amerika demi sebagai gendarmerie ekonomi di planet ini, Nggak dapat diterima. Dia bahkan menyarankan pembentukan sistem keuangan independen yang bakal mengakhiri ketergantungan Eropa terhadap sistem kredit dan perbankan AS.

Dari sudut pandang Eropa, tindakan Trump ini ialah sebuah kekhilafan besar, sebab membahayakan keamanan internasional secara politik, angkatan bersenjata atau bahkan secara ekonomi.

Sekarang Madeleine Albright selaku politikus veteran Amerika, menyuarakan pandangan Eropa dan juga Rusia soal kekhilafan besar Trump keluar dari perjanjian nuklir.

Kalau maksud utama Trump ialah demi menghentikan program nuklir damai Iran atau menekan Tehran, tentu saja sikap yang diambil Iran pasca keluarnya AS dari perjanjian itu sepenuhnya bertentangan dengan keinginan Trump. Selain itu, Iran Nggak pernah tunduk pada tuntutan tidak resmi dan arogansi Amerika.

Sejatinya, penarikan AS dari perjanjian nuklir dengan Iran terjadi atas dasar pendekatan unilateralisme Trump; sebuah keputusan strategi yang dikritik keras oleh komunitas internasional, termasuk sekutu dan rival-rival Washington. (RM)

Source by Hakim Abdul

Loading...

INFO POPULER

______________________
loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :