KPK Sita Uang Rp409 Juta dan Alat Kampanye Cawagub Sultra

KPK Sita Uang Rp409 Juta dan Alat Kampanye Cawagub Sultra


loading…

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai Rp409 juta, buku tabungan, catatan proyek-proyek sampai sejumlah alat‎ kampanye calon wakil gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Muhammad Syafei Kahar ketika menangkap Bupati Buton Selatan (Busel) Agus Feisal Hidayat dkk.Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan,  proses operasi tangkap tangan (OTT) diawali waktu Selasa, 22 Mei 2018 pukul 13.30, tim KPK memperoleh info adanya permintaan dari petinggi PT Barokah Batauga Mandiri Tony Kongres alias Acucu menuju salah seorang ‎pegawai bank di Kota Bau-Bau sekaligus orang kepercayaan Tony yaitu Aswardy.‎

Tony meminta menuju Aswardy demi menyediakan uang Rp200 juta dan supaya diberikan menuju ajudan Bupati Busel bernama Laode Yusrin.‎ Guna penyediaan uang Tony mempergunakan sandi dalam komunikasi yang tersadap KPK. “Terpantau (dari sadapan) ada penggunaan kalimat ‘ambilkan itu kori dua ritong’ yang dibungkan dengan nilai uang Rp200 juta,” tegas Basaria ketika konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (24/5) malam.

Pada Selasa yang sama, tim yang melaksanakan pemantauan di tempat menyaksikan Aswardy berjumpa Yusrin di bagian bank tersebut pukul 14.00. Lalu pukul 14.50 WIB, Yusrin keluar dari bank dengan membawa tas laptop berisi uang Rp200 juta.

Sehari berselang atau Rabu, 23 Mei 2018 sore pukul 16.40, tim langsung menangkap Yusrin di jalan sekitaran rumah jabatan Bupati Busel. Tim lain lalu mengamankan Tony di kediamannya.

sesudah itu berturut-turut sampai pukul 21.00, tim KPK mengamankan Agus Feisal Hidayat bareng driver Bupati Busel bernama Laode Muhammad Nasrun, Ari (konsultan politik demi pemenangan cawagub La Ode Muhammad Syafei Kahar dalam Pilkada 2018), dan PNS sekaligus Bendahara Sekretariat Daerah Pemkab Busel bernama Elvis di rumah jabatan Bupati Busel.

Disusul Fonny (keponakan Tony) diamankan di rumah Tony. Seterusnya Jossi Daniel Sedona dan Syamsuddin‎ selaku konsultan politik demi pemenangan cawagub La Ode Muhammad Syafei Kahar dalam Pilkada 2018 ditangkap di rumah Syamsudin. Terakhir Theo selaku pengurus proyek di Pemkab Busel diamankan di rumahnya.

Loading...
loading...

“Tim mengamankan uang total Rp409 juta dari S (Syamsudin) dan J (Jossi) yang diduga masuk didalamnya uang Rp200 juta yang dibawa YSN (Yusrin) dari bank sebelumnya. Selain uang Rp409 juta ditemukan alat kampanye pemilihan gubernur Sultra bagian pasangan calon wakil gubernur,” tegas Basaria.

Eks staf ahli Kapolri Bidang Sosial Politik ini mengungkapkan, secara keseluruhan dalam OTT ini KPK menyita enam kategori barang bukti. Pertama, uang Rp409 juta dalam pecahan Rp100.000, Rp50.000, dan Rp10.000. Kedua, buku tabungan atas nama Aswardy terkait penarikan Rp200 juta.

Ketiga, buku tabungan atas nama Fonny terkait penarikan Rp200 juta. Ke-4, barang bukti elektronik. Kelima, catatan proyek-proyek di lingkungan Pemkab Busel. Keenam, seperangkat alat-alat kampanye bagian cawagub. “Alat-alat kampanye tersebut dari banyak kategori telah kita sita. Memang itu alat kampanye ayahnya tersangka AFH yang sedang maju selaku calon wakil gubernur di Pilkada 2018 ini (La Ode Muhammad Syafei Kahar),” ujarnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengumumkan, alat perangkat kampanye tersebut disita masing-masing kategori. Di antaranya kaus, spanduk, topi, poster, dan stiker. Dugaan awal dari temuan tim KPK bahwa alat kampanye tersebut berasal dari uang hasil penerimaan Agus sebelumnya.

“Jadi kami mendalami asal usul biaya pembelian alat-alat kampanye tersebut,” tegas Febri.

(whb)

KPK Sita Uang Rp409 Juta dan Alat Kampanye Cawagub Sultra

Loading...

[Source]

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :