Korut: Kampanye Kotor AS Ancam Komitmen Kim-Trump

Korut: Kampanye Kotor AS Ancam Kesepakatan Kim-Trump

Korut: Kampanye Kotor AS Ancam Komitmen Kim-Trump

PYONGYANG – Korea Utara mengkritik keras tudingan AS yang menyebut bahwa negara itu Ada di balik serbuan cyber pada tahun 2014 dan 2017 dan mengumumkan tudingan itu ialah ” kampanye kotor ” yang dapat merusak Komitmen Kim-Trump.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengingatkan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (14/09) bahwa tudingan itu bisa merusak penyelenggaraan perjanjian antara Donald Trump dan Kim Jong-un pada bulan Juni.

warning itu muncul sesudah pemerintah AS awal bulan ini menuding dan Sepakat sanksi ke sebuah programmer PC atas serbuan virus WannaCry ransomware 2017 dan serbuan cyber 2014 pada Sony Corporation.

Jaksa federal AS mengakui bahwa programmer yang ditandai bernama Park Jin Hyok itu bekerja untuk organisasi hacking yang disponsori Korea Utara dan berkonspirasi untuk melaksanakan serbuan.

Baca: Trump Batalkan Lawatan Pompeo ke Korut

Kantor berita negara Korea Utara KCNA dengan mengutip seorang pejabat Kementerian Luar Negeri menjelaskan bahwa orang yang disebutkan oleh AS itu ialah “non-entitas” atau tidak pernah ada.

“Tindakan kejahatan dunia maya yang disebutkan oleh Departemen Kehakiman tidak ada hubungannya dengan kami,” ucap Han Yong Song, seorang peneliti di Institut Kementerian Luar Negeri untuk Studi Amerika Utara, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh KCNA.

Loading...
loading...

“AS mesti secara serius mempertimbangkan konsekuensi buruk dari menyebarkan kebohongan dan menghasut antagonisme kepada DPRK yang bisa mempengaruhi penyelenggaraan pernyataan berbarengan yang diadopsi di KTT DPRK-AS,” katanya, mengacu pada nama legal Korea Utara.

Baca: Putin Yakinkan Kim Jong-Un untuk Terus Kembangkan Kerjasama

Pemerintah AS sudah menuding Park dengan 2 tudingan konspirasi untuk melaksanakan penipuan PC dan kabel. Departemen Keuangan juga menambahkan namanya ke daftar sanksi mereka, mencegah bank-bank yang melaksanakan bisnis di AS dari memberikan akun kepadanya. (ARN)


Source by Hakim Abdul

loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *