Home / Berita Asia / Korea Utara Tuding Korsel Lepas Ular-ular Berbisa di Perbatasan

Korea Utara Tuding Korsel Lepas Ular-ular Berbisa di Perbatasan

PYONGYANG – Korea Utara tuding Korsel melepas ular-ular berbisa dalam jumlah besar di perbatasan. Ular dalam jumlah yang sangat besar ditemukan melata keluar dari sungai Yalu di perbatasan antara Korea Utara dan Selatan.

Otoritas Korea Utara menuding pihak Korea Selatan telah melakukan “siasat licik” untuk mengacaukan tetangga utara mereka dengan melepaskan begitu banyak reptil tak berkaki berupa ular-ular berbisa tersebut.

Menurut sumber di provinsi Ryanggang berbatasan dengan China, unit patroli telah diperintahkan untuk menangkap ular-ular tersebut karena mereka melata disepanjang tepi utara Sungai Yalu. Terkait penemuan ular-ular berbisa ini Korea Utara tuding Korsel sengaja melepas ular-ular berbisa tersebut.

Sumber tersebut juga menyatakan bahwa Pyongyang menuduh dinas intelijen Korea Selatan melakukan “skema licik untuk menantang kesatuan negara kami.” Beberapa sumber di provinsi Ryanggang dikatakan telah menguatkan klaim ini.

 

Korea Utara tuding Korsel

Korea Utara tuding Korsel melepaskan ular-ular berbisa dalam jumlah besar di perbatasan. / Foto illustrasi: World’s Largest Den of Snakes in Spring.

 

Terkait Korea Utara tuding Korsel lepas ular-ular berbisa, Kementerian Keamanan Rakyat dan Lembaga Publik Korea Utara juga mengeluarkan peringatan keras kepada penduduk Ryanggang untuk selalu berhati-hati dan waspada. Pasalnya, ular-ular itu dikabarkan berbisa. Beredar rumor bahwa kedatangan mereka sudah menimbulkan korban di sejumlah kawasan.

Sputnik melaporkan terkait berita Korea Utara tuding Korsel lepas ular-ular berbisa di Perbatasan pada Rabu (27/07) kemarin bahwa beberapa orang Korea Utara tak percaya bahwa Korsel melakukan semua (upaya licik) itu.

“Bahkan, anak berusia tiga tahun pun tidak percaya kalau Korsel tega menyerang tetangganya dengan ular,” katanya berkomentar soal Korea Utara tuding Korsel lepas ular-ular berbisa di perbatasan.

Sumber yang dimaksud juga mengatakan, kemungkinan informasi seperti itu disebarkan pemerintah untuk secara psikologis mempersenjatai orang-orang menghadapi pertempuran 200 hari melawan Korsel dan Amerika Serikat. Menurutnya, begitulah kira-kira sentimen yang beredar di kalangan tentara.

Narasumber tersebut mencontohkan, dulu Korea Utara juga pernah mengeluarkan propaganda tentang banyaknya hama di ladang jagung merupakan skema imperialis AS.

“Tentu saja kelangkaan pestisida adalah penyebab sebenarnya hama-hama itu merajalela,” jelasnya terkait pelepasan ular-ular berbisa di perbatasan. Kabar tentang siapa pelakunya, Korea Utara tuding Korsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Militer Myanmar Wajib Bertanggung Jawab atas Krisis Rohingya

PM inggris menyatakan militer Myanmar wajib bertanggung jawab atas krisis Rohingya. Militer Myanmar sedang menjadi ...