Konflik Suriah Dapat Diselesaikan dengan Perang atau Politik

Loading...

Konflik Suriah, BEIRUT – Hizbullah menjelaskan, jalan penyelesaian politik nggak akan sanggup menuntaskan konflik Suriah yang terjadi selama 6 tahun. Kubu perlawanan Libanon itu mengumumkan, power angkatan bersenjata ialah satu-satunya cara menuntaskan konflik Suriah yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut.

Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah mengumumkan, situasi di Suriah waktu ini telah makin kompleks. Terlebih dengan adanya perseteruan Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Oleh sebab itu, cara politik telah nggak lagi mempunyai harapan untuk menuntaskan konflik Suriah tersebut.

“Ndak ada prospek untuk jalan penyelesaian politik. Kata akhir ialah untuk medan perang,” kata Nasrallah dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters pada Selasa (27/9).

 

“Situasi ini jadi makin rumit. Terutama sesudah ketegangan AS – Rusia dan krisis kepercayaan antara kedua belah pihak,” sambungnya. Nasrallah juga mengatakan dengan tegas, pihaknya akan terus menyokong Presiden Suriah Bashar al-Assad.Pernyataan Hizbullah ini sendiri sesungguhnya bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh Rusia dan AS. Walaupun kedua negara itu berseteru, AS dan Rusia tetap setuju bahwa cara angkatan bersenjata bukan jalan penyelesaian untuk menuntaskan problem Suriah.

Keduanya tetap mengedepankan cara politik. Melalui negosiasi damai ialah satu-satunya cara untuk menuntaskan konflik itu.

 

Rusia Bertekad Terus Bantu Selesaikan Konflik Suriah

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dengan tegas pada hari Selasa (27/09) bahwa Moskow bertekad untuk terus membantu mengatasi konflik Suriah. Termauk dalam perang melawan terorisme. Dan memfasilitasi proses perdamaian di negara yang dilanda perang tersebut.

Menurut kementerian, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov menyampaikan hal itu. Waktu berjumpa dengan Duta Besar Suriah untuk Rusia Riyad Haddad. Pada hari Selasa di Moskow demi membicarakan perkembangan terbaru dalam konflik Suriah.  

loading...

 

 

“Pihak Rusia menggarisbawahi tekad yang kuat untuk terus membantu pemerintah Suriah dalam perang melawan terorisme. Serta memfasilitasi jalan penyelesaian politik bijaksana untuk konflik Suriah yang sejalan dengan Resolusi DK PBB 2254”. Kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Sputnik.

Moskow sudah melaksanakan serbuan udara kepada teroris di Suriah semenjak 30 September 2015, atas permintaan Presiden Bashar Assad. Pihak Rusia juga sudah membantu negosiasi perjanjian gencatan senjata di negara yang dilanda perang melawan terorisme sokongan asing itu.

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

loading...

Simpan

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :