Kompilasi Humor Gus Dur, Lebih Lucu dari Mukidi

36 kompilasi humor Gus Dur yang lucu enggak kalah lucunya dibanding humor Mukidi

Kompilasi Humor Gus Dur, Lebih Lucu dari Mukidi. Humor Mukidi sekarang sedang bikin heboh di media sosial. Ramai-ramai orang membagikan cerita lelucon Mukidi itu lewat whatsApp atau media sosial. Tahukah anda bahwa Gus Dur adalah seorang presiden yg terkenal paling banyak mengeluarkan joke-joke lucu ?

Nah ini ialah 36 kompilasi humor Gus Dur yang lucu enggak kalah lucunya dari humor Mukidi. Cocok guna menemani akhir pekan biar tetap segar dan penuh ghirah dalam menjalani hidup.

1. Jarak Tuhan dengan Hamba

Yang paling jauh dengan Tuhannya ialah
a. Agama Islam, sebab selalu mengucapkan Allahu Akbar (dengan suara kencang),
b. Agama Hindu panggil Tuhannya o.mm (dengan suara pelan),
c. Agama Kristen memangil Tuhannya Bapak dan Bunda (dengan suara terisak)

2. Hasil Otopsi Dokter Bedah Kepada Kepala Presiden RI

a. Bung Karno cuma otak kanannya yang berkembang karenanya Bung Karno suka dengan perempuan,
b.Habibi cuma otak kirinya yang berkembang karenanya dia suka teknologi,
c. Soeharto ketika dibuka kepalanya tak ada otaknya.
d. Gus Dur ketika dibuka kedua otak kanan dan kirinya berkembang, tapi tak pernah nyambung, ujarnya menirukan lelucon Gus Dur. [win/bar]

3. Siapa yang Paling Hebat?

Di atas geladak kapal tempur US Military tiga pemimpin negara sedang berdiskusi soal prajurit siapa yang paling heroik. Eh kebetulan di sekitar kapal ada hiu-hiu yang sedang kelaparan lagi berenang mencari makan.

a.Bill Clinton (AS): Kalau Anda tahu prajurit kami ialah yang terberani di seluruh jagat Mayor… sini deh coba kau berenang keliling ini kapal sepuluh kali.

Mayor: (walau tahu ada hiu) siap pak, demia The Star Spangled Banner aku siap …. (akhirnya dia terjun dan mengelilingi kapal 10 kali sambil dikejar hiu).

Mayor: (naik kapal dan menghadap) Selesai pak!!! Long Live America!!

Clinton: Hebat kau, kembali menuju pasukan!

b.Koizumi (PM.Jepang) : (enggak mau ketinggal, dia panggil sang sersan) Sersan! Menghadap sebentar (sang Sersan datang) coba kau keliling kapal ini sebanyak 50 kali!

Sersan: (menyaksikan ada hiu glek tapi) for the queen Iam ready to serve!!! (pekik sang sersan, lalu membuka-buka baju lalu terjun menuju laut dan berenang keliling 50 kali dan dikejar hiu juga).

Sersan: (menghadap sang perdana menteri) GOD save the queen!!!

Koizumi: Hebat kau kembali menuju tempat Anda, lihat Pak Clinton Prajurit aku lebih heroik dari prajurit Anda (tersenyum dengan hebat ).

c. Gus Dur (RI): Kopral ke sini kau (setelah datang ) aku perintahkan kau untuk terjun ke laut lalu berenang mengelilingi kapal tempur ini sebanyak 100 kali okay?

Kopral: Hah Anda gila yah! Presiden nggak punya otak nyuruh berenang bareng hiu kurang ajar!!! (sang Kopral pun pergi meninggalkan sang presiden ).

Gus Dur: (Dengan amat bangga) Anda lihat Pak Clinton dan Pak Cumi Cumi, kira-kira siapa yang punya prajurit yang paling BERANI!!! Hidup Indonesia !!!

4. Beda NU lama dengan NU baru

Suatu hari, di bulan Ramadhan, Gus Dur bareng seorang kyai lain (kyai Asrowi) pernah diundang menuju kediaman eks presiden Soeharto untuk buka bareng.

seusai buka, lalu sholat maghrib berjamaah. seusai minum kopi, teh dan makan, terjadilah dialog antara Soeharto dan Gus Dur.

Soeharto: Gus Dur sampai malam di sini?

Gus Dur: Engga Pak! Saya harus segera berangkat ke tempat lain.

Soeharto: Oh iya ya ya silaken. Tapi kyainya kan ditinggal di sini ya?

Gus Dur: Oh, iya Pak! Tapi harus ada penjelasan.

Soeharto: Penjelasan apa?

Gus Dur: Sholat Tarawihnya nanti itu ngikutin NU lama atau NU baru?

Soeharto menjadi bingung, baru kali ini dia mendengar ada NU lama dan NU baru. Lalu dia menanyakan.

Soeharto: Lho NU lama dan NU baru apa bedanya?

Gus Dur: Jika NU lama, Tarawih dan Witirnya itu 23 rakaat.

Soeharto: Oh iya iya ya ya ga apa-apa.

Gus Dur sementara diam.

Soeharto: Lha jika NU baru?

Gus Dur: Diskon 60% !

Hahahahahaha. (Gus Dur, Soeharto, dan orang-orang yang mendengar dialog tersebut juga tertawa.) :mrgreen:

Gus Dur: Ya, jadi sholat Tarawih dan Witirnya cuma tinggal 11 rakaat.

Soeharto: Ya sudah, saya ikut NU baru aja, pinggang saya sakit.

5. Driver Metromini dan Juru Dakwah

Di pintu akherat seorang malaikat menanyai seorang driver Metro Mini. Apa kerjamu selama di dunia? tanya malaikat itu.

Aku driver Metro Mini, Pak. Lalu malaikat itu memberikan kamar yang mewah untuk driver Metro tersebut dan peralatan yang terbuat dari emas.

Lalu datang Gus Dur dengan dituntun ajudannya yang setia. Apa kerja kau di dunia? tanya malaikat terhadap Gus Dur.

Aku eks presiden dan juga juru dakwah Pak. Lalu malaikat itu memberikan kamar yang kecil dan peralatan dari kayu. Menyaksikan itu Gus Dur protes.

Pak kenapa kok aku yang eks presiden sekaligus juru dakwah memperoleh yang lebih rendah dari seorang driver Metro…? Dengan tenang malaikat itu menjawab: Begini Pak. Pada ketika Bapak ceramah, Bapak membikin orang-orang seluruhnya ngantuk dan tertidur sehingga melupakan Tuhan. Sedangkan pada saat driver Metro Mini mengemudi dengan ngebut, ia membikin orang-orang berdoa. (mbs)

6. Ikan Curian Gusdur Menjadi Halal

Gus Dur sebagai santri di Pondok Pesantren Salaf Asrama Perguruan Islam (Ponpes Salaf API) Tegalrejo, Magelang, antara 1957-1959. Gus Dur bareng beberapa teman-temannya merancang skenario pencurian ikan di kolam milik Sang Guru, Kyai Haji Chudlori.

Waktu itu, Gus Dur menyuruh teman-temannya agar mencuri ikan di kolam, sementara Gus Dur mengawasi di pinggir kolam.

Gus Dur enggak ikut masuk ke kolam dengan dalih mengawasi kalau sewaktu-waktu KH Chudlori keluar dan melewati kolam. Tidak lama kemudian, lanjut dia, KH Chudlori yang saban pukul 01.00 WIB selalu keluar rumah guna menuaikan shalat malam di masjid melintas di dekat kolam. Seketika itu pun, teman-teman Gus Dur yang sedang asyik mengambil ikan langsung disuruh kabur. Sementara Gus Dur tetap berdiri di pinggir kolam dengan memegang ikan hasil curian.

Gus Dur kepada KH Chudlori , jika tadi ikan milik kyai sudah dicuri dan Gus Dur mengklaim berhasil mengusir para pencuri itu, ikan hasil curiannya berhasil Gus Dur selamatkan.

Atas jerih-payah Gus Dur itu, KH Chudlori menghadiahkan ikan tersebut ke Gus Dur supaya dimasak di kamar bareng teman-temannya. Akhir kata, ikan itu akhirnya dinikmati Gus Dur bareng teman-teman bengalnya.

Jelas Gus Dur memperoleh protes keras dari teman-temannya yang disuruhnya mencuri tadi. Akan tetapi bukan Gus Dur namanya kalau enggak mampu berdalih, bahwa yang lebih penting ialah hasilnya.

Wong awakmu yo melu mangan iwake. Lagian, iwake saiki wis halal wong uwis entuk izin seko kyai. (Kau pun ikut makan ikannya. Lagi pula, ikan curian tersebut sudah halal, sebab sudah memperoleh izin dari kiai, red)

7. Dialog Presiden Dengan Tuhan

a. Ronald Reagen (AS), Tuhan, kapan negara kami makmur? Tuhan jawab, 20 tahun lagi. Presiden AS menangis.

b. Presiden Syarkozy ( Prancis), Tuhan, kapan negara Prancis makmur? Tuhan menjawab, 25 tahun lagi, Mendengar respon Tuhan, Presiden Prancis menangis.

c. Tony Blair ( PM. Inggris ). Tuhan, kapan negara Inggeris bisa makmur, Tuhan menjawab, 20 tahun lagi, PM. Tony Blair ikut juga menangis.

d. Gus Dur ( Presiden RI), Tuhan, kapan negara Indonesia akan makmur? Ternyata Tuhan tak jawab, gantian Tuhan yang menangis.

8. Menebak Usia Mumi

Ini cerita Gus Dur beberapa tahun yang lalu, sewaktu jaman Orde Baru. Cerita soal sayembara menebak usia mumi di Giza, Mesir. Puluhan negara diundang oleh pemerintah Mesir, guna mengirimkan tim ahli Palaeo Antropologinya yang terbaik.

Akan tetapi, pemerintah Indonesia lain dari yang lain. Namanya juga jaman Orde Baru yang waktu itu masih bergaya represif misalnya banyaknya penculikan para aktivis. Makanya pemerintah mengirimkan seorang aparat yang komandan intel.

seusai sejumlah negara maju guna menebak umur mumi, giliran delegasi Indonesia yang maju. Pak Komandan menanyakan ke panitia, bolehkan dia meneliti mumi itu di ruang tertutup. Boleh, silahkan, jawab panitia.

Lima belas menit kemudian, dengan tubuh berkeringat Pak Komandan Intel itu keluar dan mengumumkan temuannya terhadap tim juri. Usia mumi ini enam ribu dua ratus empat puluh lima tahun enam bulan tujuh hari, katanya dengan lancar.

Ketua dan seluruh anggota tim juri terbelalak dan saling berpandangan, heran dan kagum jawaban itu tepat sekali.

Menjelang kembali menuju Indonesia, Pak Komandan Intel dikerumuni awak media dalam dan luar negeri di lobby hotel. Anda luar biasa, kata mereka. Bagaimana cara Anda tahu dengan persis usia mumi itu?

Pak Komandan dengan enteng menjawab, Saya gebuki, ngaku dia!

9. Ohh Internet

Suatu kali ada seorang Kyai Madura yang membanggakan pendirian pesantrennya kepada Gus Dur.

Wah pesantren saya sudah jadi. Lengkap, bangunannya luas bertingkat, katanya dengan muka bangga. Kapan-kapan Gus Dur wajib ke sana. Soalnya telah lengkap dengan eternit, tambahnya lagi.

Eternit? tanya Gus Dur sambil berpikir setiap bangunan kan memang perlu eternit.

Payah, mosok nggak ngerti. Itu lho yang pakai komputer !
Ohhh internet, jawab Gus Dur bersama-sama beberapa orang yang hadir sambil tertawa.

10. Stek Tumbuhan

Di ruang perpustakaan pribadinya, sedang terjadi dialog yang serius antara Gus Dur dengan salah seorang anaknya yang kepingin menjadi anggota LKIR.

Gus Dur: Memangnya apa yang mampu kau sumbangkan untuk LKIR sekolahmu?
Anak: Sebuah penemuan dari penelitian yang aku lakukan sendiri.
Gus Dur: Apa itu?
Anak: Penggabungan (stek) tiga kategori tumbuhan yang amat berlainan spesiesnya. Dan ternyata berhasil.
Gus Dur: Apa tiga kategori tumbuhan itu ?
Anak: Kelapa, singkong, dan tebu.
Gus Dur: (terdiam, sepertinya tak percaya) Lalu apa yang terjadi dengan ketiga tumbuhan itu?
Anak: Menjadi gethuk.

11. Tiga Kategori Orang NU

Rumah Gus Dur di wilayah Ciganjur, Jakarta Selatan, sehari-harinya tak pernah sepi dari tamu. Dari pagi sampai malam. Bahkan enggak jarang sampai dini hari para tamu ini datang silih berganti baik yang dari kalangan NU maupun tidak. Mereka juga banyak dari luar kota.

Menggambarkan fanatisme orang NU, Gus Dur menjelaskan, tamu-tamu itu ada tiga tipe orang NU.

Pertama :Jika mereka datang dari pukul 07.00 21.00 dan menceritakan soal NU, itu biasanya orang NU yang memang punya komitmen dan fanatik kepada NU, kata Gus Dur.

Kedua: mereka yang meski telah larut malam, berkisar pukul 21.00-01.00, masih mengetuk pintu Gus Dur dan membahas NU. Ini namanya orang gila NU, ujarnya.

Ketiga: jika ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu rumah saya jam dua dinihari sampai jam enam pagi, itu namanya orang NU yang gila, kata Gus Dur sambil terkekeh.

12. Ho Oh

Seorang ajudan Presiden Bill Clinton dari Amerika Serikat sedang jalan-jalan di Jakarta. Sebab bingung dan tersesat, dia lalu menanyakan kepada seorang penjual rokok. Apa betul ini Jalan Sudirman? Ho oh, jawab si penjual rokok.

Sebab bingung dengan respon tersebut, dia lalu menanyakan lagi kepada seorang Polisi yang sedang mengatur lalu lintas. Apa ini Jalan Sudirman? Polisi menjawab, Betul.

Sebab bingung memperoleh jawaban yang tak sama, akhirnya dia menanyakan ke Gus Dur yang waktu itu kebetulan melintas bareng ajudannya. Apa ini Jalan Sudirman? Gus Dur menjawab, Benar.

Bule itu kian bingung saja sebab memperoleh tiga respon yang tak sama. Lalu akhirnya dia menanyakan kepada Gus Dur lagi, mengapa waktu tanya tukang rokok dijawab Ho oh, lalu tanya polisi dijawab “betul” dan yang terakhir dijawab Gus Dur dengan kata “benar”.

Gus Dur tertegun sejenak, lalu dia berkata, Ooh begini, jika Anda menanyakan terhadap tamatan SD maka jawabannya ialah ho oh. Jika yang menanyakan kepada tamatan SMA maka jawabannya ialah “betul”. Sedangkan jika yang menanyakan kepada tamatan Universitas maka jawabannya “benar”.

Ajudan Clinton itu mengangguk dan akhirnya menanyakan, Jadi Anda ini seorang sarjana?

Dengan spontan Gus Dur menjawab, “Ho oh!” (kwk kwk kwk….)

13. Made In Japan, Sangat Cepat

Di luar Hotel Hilton, Gus Dur bareng sahabatnya yang seorang turis Jepang mau berangkat menuju Bandara. Mereka naik taksi di jalan, tiba-tiba saja ada mobil kencang sekali menyalip taksinya. Dengan bangga Si Jepang berteriak, Aaaah Toyota, made in Japan. Amat cepat!

Tak lama lalu, mobil lain menyalip taksi itu. Si Jepang teriak lagi, Aaaah Nissan, made ini Japan. Amat cepat.

Beberapa lama kemudian, taksi yang ia naiki lagi-lagi disalip mobil, dan Si Jepang teriak lagi Aaaah Mitsubishi. Made in Japan, amat cepat!

Gus Dur dan driver taksi itu merasa kesal menyaksikan Si Jepang ini bener-bener nasionalis.

Lalu, sesampainya di bandara, driver taksi bilang ke Si Jepang. 100 dolar, please

100 dolars?! Ini tak jauh dari hotel.

Aaaah Argometer made in Japan kan amat cepat sekali, kata Gus Dur menyahut Si Jepang itu.


14. Kesatuan Ummat Beragama

Guyonan lainnya dilontarkan Gus Dur ketika menghadiri Seminar wawasan kebangsaan Indonesia di Batam. Di depan 100 pendeta dari seluruh propinsi Kepulauan Riau, Gus Dur menerangkan kebersamaan wajib diawali dengan sikap berbaik hati kepada sesama.

Oleh sebab itu seluruh ummat bertanggung jawab atas masa depan bangsa. Boleh berantem satu sama lain, tapi keselamatan bangsa tetap diutamakan, kata Gus Dur disambut tawa peserta.


15. DPR Turun Pangkat

Dia pun sempat melontarkan guyonan soal prilaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Sempat menyebut mereka selaku anak Taman Kanak-Kanak. Gus Dur juga berseloroh anggota DPR telah turun pangkat seusai ricuh dalam sidang paripurna pembahasan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada 2004 silam.

DPR dulu TK, sekarang playgroup, kata Gus Dur, saat menjawab pertanyaan awak media soal kejadian di DPR ketika sidang itu.

39 Humor Gus Dur yang Lebih Lucu dari Mukidi

16. Menyesal Berjumpa Bidadari

Bahkan ketika merespon aksi jihad yang dilaksanakan oleh berbagai warga muslim yang percaya kematiannya bakal menjamin tempat di surga, Gus Dur malah kembali melemparkan leluconnya.

Gus, betulkah para pengebom itu mati syahid dan berjumpa bidadari di surga? Tanya seorang awak media terhadap Gus Dur.

Gus Dur juga menjawab, Memangnya telah ada yang membuktikan?

Tentu saja belum kan, ulama maupun teroris itu kan juga belum pernah menuju surga. Mereka itu yang jelas tidak mati syahid tapi mati sakit.

Dan jika pun mereka masuk surga, mereka bakal menyesal berjumpa bidadari, sebab kepalanya masih tertinggal di dunia dan ditahan polisi, lanjut Gus Dur cengengesan.

17. Hallo Abdurrahman Saleh Telah Mendarat di Airport Abdurahman Wahid

Pada akhir April 2000, Gus Dur sempat menuju Malang, dan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh. Ini mengingatkan dia pada kejadian belasan tahun silam, saat dia mendarat di bandara yang sama dari Jakarta, ketika masih ada penerbangan regular dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Malang.

Waktu itu Gus Dur bersama antara lain Almarhum Jaksa Agung Sukarton Marmosujono. Sebagaimana lazimnya untuk rombongan orang penting, mereka juga disambut oleh pasukan Banser NU.

Saat iring-iringan telah siap berangkat menuju Selorejo, berkisar 60 kilometer dari bandara, petugas Banser mengabarkan pada pos komando melalui handy talky.

“Halo, halo, rojer,” kata Mas Banser. “Lapor: Abdurrahman Saleh telah mendarat di airport Abdurrahman Wahid!”

18. Kaum Almarhum

Mungkinkah Gus Dur benar-benar percaya pada isyarat dari makam-makam leluhur? Kelihatannya dia memang percaya, karena Gus Dur selalu siap dengan gigih dan sungguh-sungguh membela ideologinya itu. Padahal hal tersebut sering membikin repot para koleganya.

Tapi, ini bisa jadi jawaban yang benar, saat ditanya kenapa Gus Dur sering berziarah menuju makam para ulama dan leluhur.

Saya datang ke makam, sebab saya tahu. Mereka yang mati itu sudah tak punya kepentingan lagi.” Katanya.

19. Lupa Tanggal Lahir

Gus Dur, nama lengkapnya ialah Abdurrahma Al-Dakhil. Dia dilahirkan pada hari Sabtu di Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Ada rahasia dalam tanggal kelahirannya. Gus Dur ternyata tak tahu persis tanggal berapa sejatinya dia dilahirkan.

Sewaktu kecil, ketika dia mendaftarkan diri selaku siswa di sebuah SD di Jakarta, Gus Dur ditanya, Namamu siapa Nak? Abdurrahman, jawab Gus Dur.

Tempat dan tanggal lahir? Jombang , jawab Gus Dur terdiam beberapa saat.
Tanggal empat, bulan delapan, tahun 1940, lanjutnya

Gus Dur agak ragu karena dia menghitung dulu bula kelahirannya. Gus Dur cuma hapal bulan Komariahnya, yaitu hitungan berdasarkan perputaran bulan. Dia tak ingat bulan Syamsiahnya atay hitungan berdasarkan perputaran matahari.

Yang Gus Dur maksud, dia lahir bulan Syakban, bulan kedelapan dalam hitungan Komariah. Tetapi gurunya menganggap Agustus, yaitu bulan delapan dalam hitungan Syamsiah.

Maka semenjak itu dia dianggap lahir pada tanggal 4 Agustus 1940. Padahal sejatinya dia lahir pada 4 Syakban 1359 Hijriah atau 7 September 1940.

20. Santri Dilarang Merokok

Para santri dilarang keras merokok! begitulah aturan yang berlaku di seluruh pesantren, termasuk di pesantren Tambak Beras asuhan Kyai Fattah, tempat Gus Dur pernah nyatri. Tapi, namanya santri, jika tidak bengal dan menabrak aturan rasanya tidak cukup afdhol.

Suatu malam, tutur Gus Dur, listrik di pesantren itu tiba-tiba padam. Suasana juga menjadi gelap gulita. Para santri ada yang tak peduli, ada yang tidur tapi ada juga yang tampak jalan-jalan mencari udara segar.

Di luar sebuah rumah, ada seseorang sedang duduk-duduk santai sambail merokok. Seorang santri yang kebetulan melintas di dekatnya terkejut menyaksikan ada nyala rokok di tengah kegelapan itu.

Nyedot, Kang? Sapa si santri sambil mendekati senior-nya yang sedang asyik merokok itu. Langsung saja orang itu memberikan rokok yang sedang dihisapnya kepada sang yunior. Ketika dihisap, bara rokok itu membesar, sehingga si santri mengenali wajah orang tadi.

Saking takutnya, santri itu langsung lari tunggang langgang sambil membawa rokok pinjamannya. Hai, rokokku jangan dibawa! Teriak Kyai Fattah.

21. Kuli dan Kiai

Iring-iringan jemaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi.

Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan guna mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab.

Menyaksikan percekcokan itu, rombongan jemaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: “Amin, Amin, Amin…”

Gus Dur yang sedang berada di bandara itu mendekati mereka: “Lho kenapa Anda berkerumun di sini?”

“Mereka tampak amat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai.”

22. Sate Babi

Suatu saat Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius.
Ajudan: Gus, menurut Anda makanan apa yang haram?
Gus Dur: Babi
Ajudan: Yang lebih haram lagi
Gus Dur: Mmmm… babi mengandung babi!
Ajudan: Yang paling haram?
Gus Dur: Mmmm nggg…, babi mengandung babi tanpa tahu bapaknya dibuat sate babi!

23. Tidak Punya Latar Belakang Presiden

Eks Presiden Abdurrahman Wahid memang unik. Dalam situasi genting dan amat penting pun dia masih sempat meluncurkan joke-joke yang mencerdaskan.

Sebagaimana yang dituturkan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD ketika diinterview salah satu televisi swasta. Waktu itu aku hampir menolak penunjukannya sebagai Menteri Pertahanan. Alasan saya, sebab saya tak mempunyai back-ground soal TNI/Polri atau pertahanan, ujar Mahfud.

Tidak dinyana, respon Gus Dur waktu itu tidak kalah cerdiknya. Pak Mahfud harus mampu. Saya saja sebagai Presiden tak perlu mempunyai latar belakang presiden kok, ujar Gus Dur santai.

Karuan saja Mahfud MD pun tak berkutik. Gus Dur memang aneh. Jika nggak aneh, pasti nggak bakal memilih saya selaku Menhan, kelakar Mahfud.

24.Obrolan Presiden

Saking sudah bosannya keliling jagat, Gus Dur mencari suasana baru. Ketika itu dia mengundang Presiden Amerika Serikat dan Perancis terbang bareng Gus Dur keliling jagat dengan pesawat kepresidenan RI 1. Boleh dong, memangnya cuma AS dan Prancis saja yang punya pesawat kepresidenan?

Sebagaimana biasa, saban presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.

Betul dugaan Gus Dur, tak lama Presiden Amerika, ketika itu, Bill Clinton, mengeluarkan tangannya ke luar pesawat. Sesaat kemudian dia berkata, Wah kita sedang berada di atas New York.

Lho kok bisa tau? tanya Gus Dur.

“Ini patung Liberty saya pegang.”

Presiden Prancis Jacques Chirac enggak mau kalah. Dia ikut mengulurkan tangannya ke luar pesawat.

“Kita sedang berada di atas Paris,” katanya.

Wah kok bisa tau juga? kata Gus Dur.

“Itu menara Eiffelnya, saya bisa sentuh.”

Gus Dur panas menguping kesombongan Clinton dan Chirac. Kali ini giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya.

“Wah kita sedang berada di atas Tanah Abang,” teriak Gus Dur.

Lho kok bisa tau? Tanya Clinton dan Chirac heran sebab tahu Gus Dur tak bisa melihat.

“Ini jam tangan saya hilang,” jawab Gus Dur kalem.


25. Gus Dur Diplintir Media

Gus Dur, dalam satu acara peluncuran biografinya, menceritakan soal kebiasan salah kutip oleh media massa atas banyak pernyataan yang pernah dikeluarkannya.

Dia mencontohkan, saat berkunjung menuju Sumatera Utara ditanya soal pernyataan Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew soal gembong teroris di Indonesia. Gus Dur menjelaskan, pada saatnya nanti dia bakal mengajarkan demokratisasi di Singapura.

Akan tetapi, media massa mengutip dia bakal melakukan demonstrasi di Singapura. Walah-walah gitu aja kok repot!


26. Doa Mimpi Matematika

Jauh sebelum sebagai presiden, Gus Dur dikenal sebagai penulis yang lumayan produktif. Hampir tiap pekan tulisannya muncul di koran atau majalah. Tema tulisannya juga beragam, dari soal politik, sosial, sastra, dan tentu saja agama.

Dia pernah mengangkat soal puisi yang ditulis oleh anak-anak di bawah usia 15 tahun yang dimuat majalah Zaman.

Kata Gus Dur, anak-anak itu ternyata lebih jujur dalam mengungkapkan keinginannya. Tidak percaya? Gus Dur membacakan puisi yang dibuat Zul Irwan

Tuhan
berikan aku mimpi malam ini
tentang matematika
yang diujikan besok pagi

***
27. Tiga Polisi Jujur

Gus Dur sering terang-terangan saat mengkritik. Tak terkecuali saat mengkritik dan menyindir polisi.

Menurut Gus Dur di negeri ini cuma ada tiga polisi yang jujur. Pertama, patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, polisi Hoegeng (eks Kapolri Hoegeng Imam Santoso).

Lainnya? Gus Dur cuma tersenyum.

28. Obrolan Hari Jumat

Pernah suatu saat Gus Dur di ruang kerjanya di Istana Merdeka menerima Mohammad Sobary, peneliti dari LIPI, kolumnis dan pernah sebagai pemimpin Kantor Berita Antara dan Djohan Effendi (Kepala Litbang Departemen Agama).

Hampir sepanjang hari Gus Dur berbincang-bincang dengan kedua sahabatnya tersebut. Sobary sempat menjadi moderator saat berlangsung dialog antara Gus Dur dengan warga seusai shalat Jumat di Masjid Baiturrahim (Masjid Istana Kepresidenan).

Sobary lalu mengulang cerita Gus Dur tentang hal lucu yang terjadi di sekitar Gus Dur selama masa istirahat. Sebelum shalat Jumat, Gus Dur dari ruang kerjanya menelepon Menteri Agama di kantornya.

Kebetulan yang mengangkat telepon di kantor Menteri Agama ialah seorang staf menteri.

Dialognya begini:

Gus Dur: Hallo, saya mau bicara dengan Menteri Agama.
Staf Departemen Agama: Ini siapa?

Gus Dur: Saya Abdurrahman Wahid.
Staf Departemen Agama: Abdurrahman Wahid siapa?

Gus Dur: Presiden.

29. Dua Gus Adalah Musuh Orba

Di kalangan Nahdliyin, Gus ialah julukan bagi anak kyai yang mereka hormati. Panggilan hormat itu tetap melekat, bahkan sampai si anak telah menjadi bapak atau kakek . Begitulah, menurut Gus Dur, ada Gus Nun, Gus Mus, dan lain-lain – tanpa menyebut diri sendiri.

Lain sikap hormat kalangan Nahdliyin, lain pula pandangan pemerintah Orde Baru. Yang terakhir ini enggak suka dengan para Gus itu, terutama yang kritis kepada kekuasaan.

Kekritisan Gus Dur kepada pemerintah Orde Baru mengakibatkan ia dikucilkan. Gus Nun sering ngomong pedas, maka dianggap musuh pemerintah juga .

Tapi , kata Gus Dur, di acara jamuan makan malam bareng tamu-tamunya, sejatinya ada satu Gus lagi yang tak disukai pemerintah .

Para tamu juga penasaran, dan menanti Gus siapa lagi gerangan yang dimaksud.

“Gusmao,” ungkap Gus Dur menyebut nama belakang Kay Rala Xanana (sekarang Presiden Timor Leste), pemimpin Fretilin yang ketika itu masih di penjara.

30. 189 Gaya Bersetubuh

Saat seluruh pihak berteriak musnahkan porno aksi dan porno grafi di negeri ini sebab tak sesuai dengan syariat Islam, Gus Dur malah kurang sependapat. Gus Dur berusaha mengambil contoh dari sisi pandangan Islam soal porno tersebut.

Misalnya saja saat Gus Dur menjawab interview dengan Jaringan Islam Liberal, Gus Dur menyebut kitab Raudlatul Muaththar sebagai korban soal kesalahan memandang pengertian daripada kata porno.

Anda tahu, kita Raudlatul Muaththar (Kebun Wewangian) itu merupakan kitab Bahasa Arab yang isinya tata cara bersetubuh dengan 189 gaya. Jika seperti itu, kitab itu cabul dong?


31. Guyon dengan Fidel Castro

Nah, ini yang menjadi guyonan Gus Dur sewaktu masih sebagai Presiden Indonesia, ketika berkunjung menuju Kuba. Ketika itu dia berjumpa pemimpin Kuba, Fidel Castro.

Ketika itu Fidel Castro mendatangi hotel tempat Gus Dur dan rombongannya bermalam selama di Kuba. Mereka juga terlibat perbincangan hangat, menjurus serius. Supaya perbincangan tak terlalu membosankan, Gus Dur mengeluarkan jurus andalannya, joke.

Gus Dur lalu bercerita pada pemimpin Kuba, Fidel Castro, bahwa ada 3 orang tahanan yang berada dalam satu sel. Para tahanan itu saling memberitahu bagaimana mereka bisa sampai ditahan itu.

Tahanan pertama bercerita, Aku dipenjara sebab aku anti dengan Che Guevara. Sebagaimana diketahui Che Guevara memimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba.

Tahanan kedua berkata geram, Oh jika aku dipenjara sebab aku pengikut Che Guevara! Lalu mereka berdua terlibat perang mulut. Tapi mendadak mereka teringat tahanan ketiga yang belum ditanya.

Jika kau kenapa sampai dipenjara di sini? tanya mereka berdua terhadap tahanan ketiga.

Lalu tahanan ketiga itu menjawab dengan berat hati, Sebab aku Che Guevara

Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak merespon lucunya guyonan Gus Dur tersebut.


32. Becak Dicegah Masuk

Ketika menjadi presiden, Gus Dur pernah bercerita kepada Menteri Pertahanan ketika itu, Mahfud MD, soal orang Madura yang katanya banyak akal dan cerdik. Cerita ini masuk dalam buku Setahun bersama Gus Dur, Kenangan Sebagai Menteri di Saat Sulit.

Ceritanya, ada tukang becak asal Madura yang pernah dipergoki oleh polisi saat melanggar rambu becak dilarang masuk. Tukang becak itu masuk menuju jalan yang ada rambu gambar becak disilang dengan garis hitam yang artinya jalan itu tidak boleh dimasuki becak.

Apa kau tak melihat gambar itu? Itu kan gambar becak tak boleh masuk jalan ini, bentak polisi.

Oh aku melihat pak, tapi itu kan gambarnya becak kosong. Becak saya kan ada yang mengemudi, jawab si tukang becak .

Bodoh, apa kau tak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan bahwa becak dilarang masuk, bentak pak polisi lagi.

Tidak pak, saya tak bisa baca, jika aku bisa membaca maka aku jadi polisi sebagaimana sampeyan, tidak menjadi tukang becak seperti ini, jawab si tukang becak sambil cengengesan.


33. Radio Islami

Seorang Indonesia yang baru pulang menunaikan ibadah haji tampak marah-marah.

Lho kang, ngopo ngamuk-ngamuk mbanting radio? (Kenapa ngamuk-ngamuk membanting radio?) Tanya kawannya penasaran.

Pembohong! Gombal! ujarnya geram. Temannya terpaku kebingungan.

Radio ini di Mekkah tiap hari ngaji Alquran terus. Tapi di sini, isinya lagu dangdut tok. Radio begini kok dibilang radio Islami.

Sampean (Anda) tahu itu radio Islami dari mana?

Lha, itu bacaannya all-transistor. Kan pakai Al.

 

34. Dua Problem

Pertama, ialah problem yang bisa diselesaikan. Tapi itu bukanlah suatu problem, sebab bisa diselesaikan.

Kedua, problem yang tak bisa diselesaikan. Untuk problem yang tak bisa diselesaikan, jangan diambil pusing untuk dipikirkan. Kan tidak bisa diselesaikan?

35. Dicium Artis Cantik

Magnet sense of humor Gus Dur yang tinggi membikin kesengsem bagian artis cantik ketika hadir dalam suatu acara di rumah salah seorang pengasuh Pondok Kajen. Saking gemesnya, artis itu dengan santai langsung ngesun (mencium) pipi Gus Dur tanpa pake permisi.

Jelas beberapa di antara mereka yang datang langsung dibikin kaget dan bingung. Siapa yang kuat ngeliat kiat nyentrik cuma diem aja disun (dicium) artis cantik.

Tak lama kemudian begitu sudah agak sepi, Gus Mus yang sedang di antara mereka, langsung numpahin sederet kalimat yang telah dari tadi cuma bisa disimpan dalam hati.

“Loh Gus, Kok Gus Dur diam saja sih disun sama perempuan?”

Dengan santai dan silakan bayangin sendiri gayanya, Gus Dur malah ngasih respon sepele.

Lha wong aku kan nggak mampu lihat. Ya mbok sampeyan jangan pengin.

36. Gus Dur Digoda Anaknya

Salah seorang anak Gus Dur dengan full rasa ingin tahu mengamati ayahnya yang sedang memoleskan krim pembersih muka yang dicurinya dari meja rias istrinya menuju seluruh bagian mukanya.

Kenapa sih Bapak selalu mengoleskan itu di muka? Tanya anak itu.

“Supaya bapakmu ini ganteng terus,” jawab Gus Dur.

Tidak berapa lama kemudian Gus Dur mengambil kapas dan mengusap krem yang menempel di wajahnya seperti yang sering dilakukan istrinya.

“Lho kok dihapus sih Pak? Putus asa ya?” Goda anaknya.

You might like

About the Author: admin

KOMENTAR: Jika ada artikel yang salah, dll, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.