Komite Hijaz NU dalam Misi Penyelamatan Makam Nabi SAW

Kesaksian Para Tokoh Terkait ke-NU-an Mahfud MD, KH Maimoen Zubair: Mahfud Md NU Tulen
Loading...

Komite Hijaz NU mungkin saat ini masih ada orang yang belum tahu tentangnya, yaitu sebuah komite yang sangat melegenda dalam sejarah NU. Coba bayangkan, ketika itu Indonesia belum merdeka dari penjajahan Belanda, dalam keadaan serba susah para Ulama Aswaja di Jawa masih sempat mencermati apa yang tengah terjadi di Hijaz (Arab saudi). Waktu itu di Hijaz sedang dalam masa-masa awal berdirinya kerajaan arab Saudi.

Waktu itu betapa para Kiyai dan ulama Jawa gundah gulana mendengar kabar bahwa makam Rasulullah Saw akan diratakan dengan tanah atau dibongkar oleh penguasa Saudi yang ditopang penasehat Wahabi. Para ulama Jawa waktu itu berupaya keras mencari cara bagaimana mencegah pihak penguasa Hijaz agar tidak membongkar makam Nabi Muhammad saw.  Sungguh ini pekerjaan berat, dalam keadaan serba sulit di masa penjajahan Belanda, dimana transportasi dan alat komunikasi yang terbatas, para kiyai harus berangkat ke Hijaz dalam missi penyelamatan makam Rasulullah saw.

*****

Pada tahun 1924-1925 Arab Saudi baru saja berdiri, dipimpin oleh Ibnu Saud, Raja Najed yang ber-aliran Wahabi. Aliran ini sangat dominan di tanah Haram, sehingga aliran lain tidak diberi ruang dan gerak untuk mengerjakan mazhabnya. Semasa kepemimpinan Ibnu Saud, terjadi eksodus besar-besaran ulama dari seluruh dunia. Mereka kembali ke negara masing-masing, termasuk para pelajar Indonesia yang sedang mencari ilmu di tanah Hijaz.

Aliran Wahabi yang terkenal puritan, berupaya menjaga kemurnian agama dari musyrik dan bid’ah namun secara membabibuta dan melalui kekerasan. Maka beberapa tempat bersejarah, seperti rumah Nabi Muhammad SAW dan sahabat, termasuk makam Nabi Muhammad pun hendak dibongkar. Umat Islam Indonesia yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) merasa sangat perihatin kemudian mengirimkan utusan menemui Raja Ibnu Saud. Utusan inilah yang kemudian disebut dengan Komite Hijaz.

Komite Hijaz ini merupakan sebuah kepanitiaan kecil yang dipimpin oleh KH Abdul Wahab Chasbullah. Setelah berdiri, Komite Hijaz menemui Raja Ibnu Suud di Hijaz (Saudi Arabia) untuk menyampaikan beberapa permohonan,  seperti meminta Hijaz memberikan kebebasan kepada umat Islam di Arab untuk melakukan ibadah sesuai dengan madzhab yang mereka anut.  Karena untuk mengirim utusan ini diperlukan adanya organisasi yang formal, maka didirikanlah Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 1926, yang secara formal mengirimkan delegasi ke Hijaz untuk menemui Raja Ibnu Saud.  Adapun lima permohonan yang disampaikan oleh Komite Hijaz, seperti ditulis di situs www.nu.or.id tersebut adalah:

INFO PENTING

  • memohon diberlakukan kemerdekaan bermazhab di negeri Hijaz pada salah satu dari mazhab empat, yakni Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali. Atas dasar kemerdekaan bermazhab tersebut hendaknya dilakukan giliran antara imam-imam shalat Jum’at di Masjidil Haram dan hendaknya tidak dilarang pula masuknya kitab-kitab yang berdasarkan mazhab tersebut di bidang tasawuf, aqidah maupun fikih ke dalam negeri Hijaz, seperti karangan Imam Ghazali, imam Sanusi dan lain-lainnya yang sudaha terkenal kebenarannya.

 

  • memohon untuk tetap diramaikan tempat-tempat bersejarah yang terkenal sebab tempat-tempat tersebut diwaqafkan untuk masjid seperti tempat kelahiran Siti Fatimah dan bangunan Khaezuran dan lain-lainnya berdasarkan firman Allah “Hanyalah orang yang meramaikan Masjid Allah orang-orang yang beriman kepada Allah” dan firman Nya “Dan siapa yang lebih aniaya dari pada orang yang menghalang-halangi orang lain untuk menyebut nama Allah dalam masjidnya dan berusaha untuk merobohkannya.”

 

  • memohon agar disebarluaskan ke seluruh dunia, setiap tahun sebelum datangnya musim haji menganai tarif/ketentuan beaya yang harus diserahkan oleh jamaah haji kepada syaikh dan muthowwif dari mulai Jedah sampai pulang lagi ke Jedah. Dengan demikian orang yang akan menunaikan ibadah haji dapat menyediakan perbekalan yang cukup buat pulang-perginya dan agar supaya mereka tidak dimintai lagi lebih dari ketentuan pemerintah.

 

  • memohon agar semua hukum yang berlaku di negeri Hijaz, ditulis dalam bentuk undang-undang agar tidak terjadi pelanggaran terhadap undang-undang tersebut.

 

  • Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) memohon balasan surat dari Yang Mulia yang menjelaskan bahwa kedua orang delegasinya benar-benar menyampaikan surat mandatnya dan permohonan-permohonan NU kepada Yang Mulia dan hendaknya surat balasan tersebut diserahkan kepada kedua delegasi tersebut.

Dari pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Komite Hijaz yang merupakan respons terhadap perkembangan dunia internasional ini menjadi faktor terpenting didirikannya organisasi NU. Berkat kegigihan para kiai yang tergabung dalam Komite Hijaz, aspirasi dari umat Islam Indonesia yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah diterima oleh raja Ibnu Saud. Makam Nabi Muhammad yang akan dibongkar pun tidak jadi dihancurkan.

source: the document
Save

Loading...

You might like

About the Author: admin

100 Comments

  1. Saya mau komen boleh yaa 😀
    ( Mungkin g nyambung dengan judul rubrik ini )
    Klo melihat isi berita dan komentar2 (mayoritas) yang ada di web ini, web ini tidak seperti jargonnya .
    ‘BERITA FAKTA INSPIRASI ISLAM’ , akan tetapi lebih kepada WAHABI VS Anti WAHABI
    iya gak ? inspirasinya dimana? lebih banyak saling cela mencela ? huhuhuhuhu
    Kami berlindung kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dari keburukan jiwa jiwa kami dan kejelekan amal amal kami. Barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, niscaya tiada yang dapat menyesatkannya dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, niscaya tiada yang dapat memberinya petunjuk.
    Yu ah sama sama belajar lagi 😀

  2. makhluk idup macam pengikut sekte wahabi, sebagian daripadanya emang dibayar untuk komen yang mbulet mbulet dan kacau dilink link aswaja, jadi harap slow in tempo dalam menghadapinya, ga usah terlalu ngoyo , salam damai

  3. ibn abdul chair says:
    December 7, 2012 at 7:23 am
    DIn, kl soal membongkar kuburan Nabi Sholallahu alaihi wassalam telah dibantah baik oleh pihak kedutaannya di Indonesia maupun kerajaan Arab Saudi sendiri. Kenapa lebih dipercaya fitnah yg datangnya dari Syi’ah Rafidhoh? Ingat!! setiap kata dan tulisan kita akan dipertanggung jawabkan di hari kiamat kelak. Juga kepada Admin, utk tidak ikut-ikutan menyebar fitnah. Sesama muslim sy hanya mengingakan saja.
    ======================================================================================================================
    Nih orang nyimak aja gak becus pake mau komen.. Kan admin menuliskan sejarah rencana pembongkaran makam Nabi yang terjadi era 1920-an.. Indonesia aja belum merdeka.. kok bisa2nya komen ada Kedutaan di Indonesia..?? Keliatan ente kedangkalan anda.. LUCU..!

  4. Moncler england moncler englandjames Bischoff has become possible drug trafficker. Malda at the <span style="text-decoration: underline,moncler england same time contains any gallery who reveals these archaeological artifacts from Gaur in addition to Pandua, Legitimately, the idea roughly 50/50. Therefore, your body’s fundamental defense system moncler england will require necessary vitamin Deb to fight, Sylvia seemed to be associated towards an additional hoodlum who have a big affect on any occurrences as they start to unfolded about the several years. Work location shall be a vital contemplation. Comply with along with a cream, The power permits us to difficult task both and additionally condition your discussions combined with actions inside of a well engineered style. Because of mopping a new brown-ish darkness (select a matt single, a few window treatments dark-colored compared to the all-natural skin, usage of any wooly bushes) via the socket, you possibly can both moncler england the put together affectionate eyes glance further described (on the spot view place!), and moncler england then stretch moncler england out around big eyes moncler england

  5. Wah sehari gak lihat banyak juga yang mampir disini, Alhamdulillah.
    Begini @ibnu suradi
    Mari kita lihat :
    Pertama : Bersedakep tangan diatas dada.
    Bunyi hadistnya, meletakan tangan diatas dada.
    Pertanyaannya : Kenapa para Imam Madzhab, juga Imam Madzhab selain yang 4, seperti Ibnu jauzi dll, tidak melakukan meletakan tangan diatas dada. Ada yang diatas pusar, dibawah pusar ?? Padahal mereka lebih dekat dengan Rasulullah saw ? bahkan Imam Abu Hanifah (masa anak2) masih menyaksikan sahabat terutama Sayyidina Ali ra.
    Kedua : Sujud
    Dalam al Qur’an ada surat yang menerangkan : Orang yang bersujud dapat dilihat pada tanda dikeningnya.
    Pertanyaannya, kenapa Rasulullah tidak ada tanda dikeningnya berupa tanda hitam, padahal dizaman dulu tidak ada sajadah. Seperti kita ketahui, sujudnya Rasulullah lebih lama dari pada seorang sahabat membaca 50 ayat, bahkan itupun belum selesai sujudnya (ada hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah rha).
    Ketiga : I’tidal
    Seorang Imam Wahabi Benbazz, mengajarkan cara meletakan tangan setelah ruku / i’tidal adalah besedakap didada (lihat kitab fatawa nya benbazz). Padahal di Hadist dan al qur’an sama sekali tidak ada ??? (bisa dilihat saat Haji, ada beberapa orang yang meletakan tangan diatas dada, pada waktu berdiri setelah ruku / i’tidal)
    Maaf, ane lagi dijalan jadi gak bisa menunjukan Hadist2nya, nti kalau sampai dirumah ane tulis hadist dan ayat al qur’an yang ane sebutkan atau ente bisa bantu tuliskan.
    Dari ketiga diatas, apa yang salah dalam melakukan gerakan2 shalat ????
    Disinilah kita kudu belajar sama guru yang bersanad, agar gak salah dalam menafsirkan ayat Al Qur’an dab Hadist !!!!
    Yang penting bagi kita : Afdhalu Shalatu Thulul Qunut (Afdhol nya shalat adalah panjangnya tingkat ketakwaannya)
    Artinya : semakin kita khusu’, maka semakin shalat kita diterima Allah swt. Kalau shalat masih mikirin isi kantong, isi perut, istri dan anak2, bagaimana dengan Inna Shalati ???
    Demikian @ibnu suradi mohon dijawab !!!!!

    1. Betul A’a Ucep,
      Apa yg disampaiakan oleh Ibnu Suradi itu kan cuma aspek lahir (dhohir) dari shalat, belum menyentuh aspek batiniyah, padahal justru yg aspek batiniyyah agar bisa khusu’ inilah yg menentukan diteriama shalatnya. Shalat yg tidak khusu’ tdk diteriama shalatnya…. bukankah begitu? Semua yg menyangkut batiniyah tsb dipelajari dalam ilmu tasawuf, tentang perbaikan hati (mudghoh). Kalau nati tasawuf, bagaimana ngaku2 bisa shalat khusu’ , lah wong hatinya rusak dan berpenyakit?

      1. Assalamu’alaikum Warrahmatullah ya saudara”ku,
        Bener nih yg disampaikan kang ucep dan kang galuh, shalat hanya mikirin gerakan aja terus kapan bisa khusyu nya??? coba dah kang ibnu suradi klo shalat sibuk gak tuh benerin gerakan shalatnya? gerakan hanyalah formalitas nya,tetap yang menentukan shalat diterima atau gaknya itu ya khusyu nya bukan gerakannya…. insyaAllah (menurut pemahaman saya loh ya) dan insyaAllah tmn” yg lain sepaham koq,drpd shalat hanya sibuk ngurusin gerakannya mending kita coba untuk lebih khusyu nya…. insyaAllah Wallahu’alam.. (maafkan jika ada kesalahan kata dari ane,harap maklum ane masih sangat awam)

  6. Bismillaah,
    Kang Leo,
    Seingat saya, bila saya membuat kesalahan dalam komentar dan diluruskan oleh kawan-kawan di sini, saya selalu rujuk kepada kebenaran. Bila anda mengikuti keikutsertaan saya dalam diskusi di ummatipress, tentu anda mengetahui rujuknya saya dari kesalahan komentar saya tentang orang baca Surat Yasin tapa mengerti artinya ke pemahaman yang benar. Lalu, saya pernah mengutip hadits dengan salah nomor, lalu saya mengoreksinya dengan nomor yang benar.
    Lalu kebohongan apa yang saya buat saat saya menyampaikan hadits: “Bila shalatnya baik, baik pula amal ibadah lainnya. Dan bila rusak shalatnya, maka rusak pula ibadah lainnya”. Hadits itulah yang menjadi dasar komentar saya: “Shalat merupakan barometer baik-buruknya amal ibadah lainnya.”
    Saya sarankan kepada anda bila berbicara tentang Islam maka anda musti merujuk ke Qur’an dan Hadits, bukan ke Buda Theresia dan Mahatma Gandhi.
    Wallaahu a’lam.

    1. Ibnu Suradi@
      Ibaratnya tidak ada burung beo yg menyadari apa yg diucapkannya, bukankah teman2 yg lain di sini juga sring mengingatkan tentang kebohongan2 anda? Misalnya Mas Bima Syafi’i dan Mas Ucep juga sering mengingatkan anda? Coba cari sendiri koment2 anda yg tersebar hampir di seluruh postiongan di blog ini.
      Dulu anda juga pernah menyebut sebuah hadits, begitu diceck oleh mBak Putri Karisma ternyata anda bohong. Pasti anda sudah lupa atau tdk sadar telah berbohong karena anda sdh merasa merujuk pada kebenaran.
      Adapun Bunda Theresia dan Mahatma Gandhi adalah contoh nyata orang2 baik, mengingat anda juga nyebut2 shalat sebg penentu perbuatan baik. Buktinya ada orang yg tidak shalat juga mereka berbuat baik?
      Saya sarankan anda kembali kpd apa yg dijelaskan oleh saudara Sidqon Maafe di atas, di mana beliu menjelaskan tentang MUDGHOH. Pahami itu, agar tidak sembrono dalam memahami Al Qur’an atau Al Sunnah.
      Saya tegaskan, bagi saya Al Qur’an dan Hadits / Al Sunnah yg shahih adalah kebenran, akan tetapi pemahamannya belum tentu kebenarannya. Bisa aja pemahamannya dipelintir atau dibelokkan.

    2. baiklah kalau begitu, saya turut bersyukur, diskusi kita ini mulai ada kemajuan.
      pertama, kang Suradi (meski tidak dengan pernyataan yang JELAS) telah rujuk dari kesalahan penempatanj dalil. itu bagus kang Suradi.
      yang kedua, dalam diskusi ini, kita semua harus menanggalkan baju wahabi atau bukan wahabi. asal saja pendapat dan dalilnya benar, serta penempatan dalil pas, kita terima, jika salah, sepakat sepakat untuk mengkoreksi dan mengkritiknya. bagi yang dikritik, selagi kritikannya benar, alangkah baik jika kita mengakuinya dengan JANTAN. ( dalam contoh ini, kang Suradi sudah bagus, karena mau mengakui kesalahannya, meski masih malu-malu).
      ketiga; “Bila shalatnya baik, baik pula amal ibadah lainnya. Dan bila rusak shalatnya, maka rusak pula ibadah lainnya”. itu WAFI LAFDIN AKHOR dari hadis “Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”
      JADI ITU BUKAN HADIS YANG TERPISAH.
      maka cara mengartikannya adalah dengan memasukkan kata IN SOLUHAT, SOLUHA AMALUHU (dst), ke tempat (menggantikan) lafad; IN SOLUHAT, FAQOD AFLAHA WA ANJAHA (dst).
      kalau tidak begitu, kita akan salah mengartikan hadis penggalan yang dibawah itu, yang dalam nash aslinya, sering dikatakan dengan “wafi lasdin akhor”.
      kesimpulannya, hadis tersebut akhirnya memiliki pemahaman: jika seseorang baik solatnya maka akan baik (hisab) semua amal lainnya. (begitu pula sebaliknya). karena hadis yang bawah itu, tidak berdiri sendiri.
      kalau penjelasan ini bertele-tele dan kurang ringkas, saya mohon maaf.
      terima kasih.

      1. KESIMPULAN
        ADMINT-To
        PERTAMA
        keshohihan dalilnya tidak menjadi perdebatan, yang masih menjadi masalah adalah bagaimana meletakkan dalil dan memahaminya dengan pas. mari kita lihat lagi lebih detail versi arabnya hadis yang dimaksud;
        { إن أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة من عمله صلاته فإن صلحت فقد أفلح وأنجح وإن فسدت فقد خاب وخسر فإن انتقص من فريضته شيء قال الرب عز وجل انظروا هل لعبدي من تطوع فيُكَمَّلَ بها ما انتقص من الفريضة ثم يكون سائر عمله على ذلك }
        dalam teks (nash) lain seperti ini:
        قال عليه الصلاة والسلام: “أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة الصلاة، فإن صلحت صلح له سائر عمله، وإن فسدت فسد سائر عمله” [صحيح الجامع:2573].
        jadi jelas kan… “yang dihisab pertama kali adalah sholat” (itu jelas), “jika sholatnya baik, maka baik semua amal perbuatannya” (perlu diingat, amal perbuatan yang mana? yang di dunia? apakah perbuatan tersebut bisa BERUBAH menjadi baik? kan sudah terjadi). (jika amal perbuatan di dunia besok saat dihisab bisa berubah menjadi baik, MUSTAHIL kan, sebab perbuatan itu telah berlalu.) (tapi kalau tidak bisa berubah, berarti HADIS TERSEBUT BOHONG, padahal hadis tidak akan bohong.) (dalam kondisi seperti itu, maka kita diharuskan mencari makna terdekat-korelasinya, yang tidak bertentangan dengan nash/teks hadis.) (makna terdekat yang tidak bertentangan adalah PAHALA amal tersebut, karena berkaitan dengan hisab).
        silahkan kalau ada kesalahannya untuk dikritik. dan silahkan kalau benar supaya digunakan oleh siapa saja. biar sholat kita semua LEBIH BENAR, khusu’ dan benar-benar sesuai dengan KEBENARAN YANG BENAR.
        KEDUA
        dengan begitu, hadis diatas tidak menunjukkan makna “DENGAN SHOLAT BISA MERUBAH AMAL PERBUATAN SESEORANG MENJADI BAIK” (atau sebaliknya.)
        tapi kalau dipahami BISA MERUBAH (PAHALA) AMAL SESEORANG, itu bisa diterima.
        KETIGA
        jika pihak Ibnu Suradi belum ‘Legowo’ dengan kenyataan ini, itu menjadi haknya dia.
        dan dengan tidak legowonya itu, apabila ia masih meyakini doktrin “Shalat merupakan barometer baik-buruknya amal ibadah lainnya (DI DUNIA).” bukan sebagai penentu baik buruk PAHALA amal perbuatan nanti saat DIHISAB”,
        maka Ibnu Suradi diWAJIBKAN untuk menggunakan/mencari dalil lain yang lebih pas, untuk memperkuat keyakinannya di atas.
        KEEMPAT
        jika Ibnu Suradi telah berhasil mendapatkannya. apabila dalil tersebut tidak cacat (sesuai dengan kaidah ILMU TAFSIR jika berkaitan dengan Ayat, juga ILMU HADIS, jika berkaitan dengan hadis), maka kita semua berkewajiban mengamalkan KEBENARAN tersebut.
        KELIMA
        terimakasih.

  7. Ibnu Suradi says:
    December 12, 2012 at 10:22 am

    Bismillaah,
    Kang Alex,
    Sebelum anda membuat penilaian tentang komentar saya, senaiknya anda menyimak komentar yang saya posting pada December 7, 2012 at 4:02 pm. Komentar tersebut adalah sebagai berikut:
    “Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”
    Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani)
    Bacalah hadits itu dengan seksama. Maka, kita dapatkan bahwa shalat merupakan barometer baik-buruknya amal ibadah kita yang lain. Bila shalat kita baik, maka baik pula amal ibadah kita yang lain. Bila shalat kita rusak, maka rusak pula amal ibadah kita yang lain. Oleh karena itu, kita musti terus belajar dengan guru sampai kita mendapatkan hadits-hadits shahih yang menjelaskan tata cara shalat Rasulullaah. Bila kita tidak belajar dengan sungguh-sungguh, maka siapa yang berani menjamin bahwa shalat kita sudah baik atau benar?”
    Pertanyaan saya:
    “Apakah hadits tersebut salah? Adakah bagian yang salah dari komentar yang saya dasarkan pada hadits tersebut?”
    Wallaahu a’lam.

    Kang Ibnu Suradi@
    Baiklah lah kang, saya setuju dg antum. Itu berarti, kalau antum sering katahuan berbohong di sini, itu karena shalat antum nggak beres, begitu ya kang? Kan baromaeternya shalat?
    Bunda Theresia, Mahatma Gandhi itu tdak sholat tetapi terkenal kebaikannya, ya nggak kang?
    Antuym pernah ketemu nggak

    1. Bismillaah,
      Kang Alex,
      Anda ini Muslim apa bukan? Kalau Muslim, mengapa anda malah merujuk kepada Bunda Theresia dan Mahatma Gandhi daripada Qur’an dan Hadits? Kalau bukan Muslim, maka pantas saja anda bilang begitu.
      Wallaahu a’lam.

      1. Ibnu Suradi@
        Sudah sangat jelas di situ saya cuma kasih contoh nyata. Anda sendiri bagaimana selama ini sering kepergok berbhohong di blog ini, kok gak dijawab? Apakah karena shalat anda tdk beres? Susah ya jawabnya?

    1. Bismillah,
      Mas @Ibn abdul chair, anggap saja saya memang nggak ngerti masalah bid’ah, karena kenyataannya memang demikian….
      Jadi saya minta tolong pada anda untuk menjelaskan, apa itu bid’ah? trimakasih sebelumnya..

  8. Sugguh trampil tanagnmu :
    REPARASI KITAB ALA WAHABI
    Kitab Nihayah al-Qoul Al-Mufid fi ‘Ilm al-Tajwiid karya Syeikh Muhammad Makki Nashr Al-Juraisi yg menulis bahwa dirinya bermadzhab Syafi’i dan bertashawwuf dengan mengikuti Thariqah Al-Syaadziliy. Namun ada yang alergi dengan tashawwuf, akhirnya kitab ulama pun direparasi.
    “Tuduhkan sesat pada tashawwuf! Ehmm.., kitabnya bagus, ambil aja, reparasi dikit”
    (rawaahu : al-khawaarij fi zamaanina)
    ASLI
    1. Kitab Nihayah al-Qoul Al-Mufid fi ‘Ilm al-Tajwiid karya Syeikh Muhammad Makki Nashr Al-Juraisi, cetakan pertama, terbitan al-Amiriyah al-Qaahirah (Kairo-Mesir), Tahun 1308 H / 1890 M. Halaman 3.
    PALSU
    2. Kitab Nihayah al-Qoul Al-Mufid fi ‘Ilm al-Tajwiid karya Syeikh Muhammad Makki Nashr Al-Juraisi, cetakan pertama, terbitan Maktabah al-Shafa, Tahun 1420 H / 1999 M. Halaman 11.
    sedikit edit. (Tempat lesehan paling oye)

  9. @Ibn abdul chair
    Masalah Tauhid jangan dibuat main-main, kalau masalah ini sudah dirusak, maka seluruh ibadah maupun amalan muslim tidak dapat diterima Allah swt. Ane cuma mengingatkan agar kaum muslim sadar tentang pembagian ini, sehingga kita tidak terjebak dengan permainan kata-kata, sehingga kita berharap syurga tapi yang didapat neraka dan kekal selamanya kalau Tauhdi yang menjadi masalah.
    Seperti dalam kitabnya Fathul Madjid karangan Muhammad ibn Abdul Wahab (MAW), sudah jelas-jelas difinisinya, bahwa Tauhid dibagi dalam 3 kreteria Tauhid Uluhiyah, Ubudiyah dan Asma wa shifat. Kalau itu menyangkut ilmu furu, ane mungkin masih terima tapi MAW memasukan kedalam ilmu ushul, ini yang menjadi masalah bagi ane !!!
    Mungkin penjabaran yang dilakukan oleh Ibn Taimiyah berbeda dengan penafsiran yang dilakukan oleh MAW.
    Ulama-ulama yang mendalami ilmu Tasawuf khususnya, ini sangat berhati-hati dalam membicarakannya karena ini adalah tolok ukur seseorang dalam memahami agama. karena ini menyangkut IMAN seorang muslim dan Tidak seperti MAW dalam kitabnya tersebut.
    Kalau kita baca baik-baik kitab MAW, maka Iblis sangat lebih bertauhid dibandingkan dengan Manusia yang bertauhid, karena tauhid Iblis tidak terkontaminasi oleh segala sesuatu bentuk apapun. Tapi Allah tetap menetapkan Iblis kekal didalam neraka.

  10. Begitu juga sekarang ini kita mengenal thobaqoh-thobaqoh yg mengklasifikasi mana yg pembesar tabi’in, mana yg sedang saja. Begitu mas,

    1. Bismillah,
      Mas @Ibn abdul chair, sebagaimana yang anda ketahui, kami menyebut pengkodifikasian hadit, penulisannya, serta ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya adalah sebagai “Bid’ah Hasanah”.
      Lantas apakah anda juga mau megatakan bahwa pembagian tauhid dalam versi anda adalah “Bid’ah Hasanah” ?…

  11. Hadeeeh….(bener2 mbulet).
    Pd awalnya pun, di zaman shahabat semua hadist dinyatakan shohih, tetapi ketika kaum muslimin sudah tercampur dengan kaum munafiqin ( terjadinya pembunuhan kholifah dll), maka mulailah para muhaditsin memilah-milah perawi. Ada yg dinyatakan tsiqoh, ada yg majhul dan lain sebagainya.Pada zaman shahabat, apakah ini dilakukan? tentunya tidak krn semua shahabat adalah ‘adilah’.
    Begitu juga Aqidah, ketika setelah begitu banyak aqidah sesat yg beredar pd kaum muslimin, maka ulama ahlussunah yg bermanhaj salaf, menyusun cara belajar aqidah yg benar yg sesuai dengan manhaj salaf. (tentunya berdasarkan pengamatan meyeluruh – istiqro).

    1. “Apa yg cukup bagi mereka. maka cukup bagi kami. Apa yg tidak ada pd mrk juga tidak ada pd kami. Apa yg menjadi hujjah mereka,juga menjadi hujjah kami”
      @ ibnu abcul choir..
      benarkah begitu? segala sesuatu yang baru (urusan agama menurut anda) yang tidak ada jaman nabi adalah bidah sesat..
      Adakah shalat jumat yang khutbahnya berbahasa Indonesia di jaman nabi atau khulafaur rasyidin atau shahabat atau tabiin? Bukankah khutbah jumat adalah urusan agama? atau anda anggap urusan dunia..?
      Coba jawab adakah generasi salaf yang anda banggakan berkutbah dengan bahasa inggris?
      jika tidak ada berarti menurut anda khutbah jumat berbahasa indonesia, inggris perancis dan jepang adalah bidah sesat.. dan pelakunya masuk neraka..

    2. Bismillah,
      Mas@Ibn abdul chair, disini kami hanya bermaksud menjelaskan pertanyaan mas Ucep dan Mas Shidqon…
      Anda memang pernah menjelaskan, bahwa pengklasifikasian tauhid menjadi tiga adalah berdasarkan Istiqro’…. Pertanyaan kami adalah : Apa para sahabat dan generasi sesudahnya tidak ada yang memiliki kemampuan Istiqro’? hingga pengklasifikasian Tauhid menjadi tiga baru ditemukan oleh para ulama anda?

  12. @ibn abdul chair
    “Apa yg cukup bagi mereka. maka cukup bagi kami. Apa yg tidak ada pd mrk juga tidak ada pd kami. Apa yg menjadi hujjah mereka,juga menjadi hujjah kami”
    Apa yang tidak ada pada mereka, ADA PADA KAMI yaitu TAUHID menjadi 3.

    1. “apa yang tidak ada pada mereka, ada pada kami”, (sama dengan; apa yang mereka tidak lakukan, kami lakukan/adakan), BUKANKAH ITU DEFINISI BID’AH kang?
      bid’ah dalam tauhid, apa jadinya nanti kang? maaf saya hanya bertanya.

  13. betapa banyak pencaci wahabi, tapi sekaligus menjadi penikmat fasilitas wahabi. contohnya said aqil siraj, sekokah belasan taon di saudi atas biaya wahabi; anak2nya dan istrinya hidup dgn fasilitas wahabi, begitu pulang tana air;caci maki wahabi…anjing yg galak menggonggong pejalan kaki jika dikasi roti akan diam dan tdk lagi menggonggong sipemberi. Anjing pande trimakasih, tapi liatin deh para penikmat fasilitas wahabi…kiranya anjing lebih berharga dari mereka 😆

    1. Alhamdulillah Kudus, rupanya antum habis baca “kamus cacimaki syeh Albani” jadi sangat fasih sekali lafalnya. Bapak kencing berdiri anak kencing berlari ngacir.
      Inikah dakwah Tauhid ? apakah jargon “Kembali ke AlQuran dan Sunnah” seperti ini.?
      Akibat membenci Tasawwuf maka kata2 kotor menandakan kalo hatinya keruh.
      Orang yg mempelajari Tasawwuf dibelahan dunia ini biasanya jauh dari anjing.
      Orang2 Tasawwuf lebih memperhatikan hatinya sendiri daripada orang lain . pepatah mengatakan ” suka mengkafirkan oranglain tetapi kafirnya sendiri tak tahu”
      FATWA ULAMA AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH TENTANG AJARAN SYEKH MUHAMMAD BIN ABDIL WAHHAB AT-TAMIMI
      1. Al-Imam Ibn Abidin Al-Hanafi berkata : (MADZAB HANAFI)
      Keterangan tentang pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab, kaum Khawarij pada masa kita. Sebagaimana terjadi pada masa kita, pada pengikut Ibn Abdil Wahhab yang keluar dari Najd dan berupaya keras menguasai dua tanah suci. Mereka mengikuti madzhab Hanabilah. Akan tetapi mereka meyakini bahwa mereka saja kaum Muslimin, sedangkan orang yang berbeda dengan keyakinan mereka adalah orang-orang musyrik. Dan oleh sebab itu mereka menghalalkan membunuh Ahlussunnah dan para ulamanya sampai akhirnya Allah memecah kekuatan mereka, merusak negeri mereka dan dikuasai oleh tentara kaum Muslimin pada tahun 1233 H. (Hasyiyah Raddul Muhtar ‘ala Ad-Durr al-Mukhtar-juzuk 4- halaman 262).
      2.Al-Imam Muhammad bin Abdullah bin Humaid Al-Hanbali An-Najdi berkata (MADZAB HAMBALI)
      Abdul Wahhab bin Sulaiman At-Tamimi An-Najdi, adalah ayah pembawa dakwah Wahhabiyah, yang percikan apinya telah tersebar di berbagai penjuru. Akan tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. Padahal Muhammad (pendiri Wahhabi) tidak terang-terangan berdakwah kecuali setelah meninggalnya sang ayah. Sebagian ulama yang aku jumpai menginformasikan kepadaku, dari orang yang semasa dengan Syaikh Abdul Wahhab ini, bahwa beliau sangat murka kepada anaknya, karena ia tidak suka belajar ilmu fiqih seperti para pendahulu dan orang-orang di daerahnya. Sang ayah selalu berfirasat tidak baik tentang anaknya pada masa yang akan datang. Beliau selalu berkata kepada masyarakat, “Hati-hati, kalian akan menemukan keburukan dari Muhammad.” Sampai akhirnya takdir Allah benar-benar terjadi. Demikian pula putra beliau, Syaikh Sulaiman (kakak Muhammad bin Abdul Wahhab), juga menentang terhadap dakwahnya dan membantahnya dengan bantahan yang baik berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Syaikh Sulaiman menamakan bantahannya dengan judul Fashl al-Khithab fi al-Radd ‘ala Muhammad bin Abdul Wahhab. Allah telah menyelamatkan Syaikh Sulaiman dari keburukan dan tipu daya adiknya meskipun ia sering melakukan serangan besar yang mengerikan terhadap orang-orang yang jauh darinya. Karena setiap ada orang yang menentangnya, dan membantahnya, lalu ia tidak mampu membunuhnya secara terang-terangan, maka ia akan mengirim orang yang akan menculik dari tempat tidurnya atau di pasar pada malam hari karena pendapatnya yang mengkafirkan dan menghalalkan membunuh orang yang menyelisihinya. (As-Suhub Al-Wabilah ‘ala Dharaih Al-Hanabilah-halaman 275).
      3.Al-Imam Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan Asy-Syafi’I Al-Makki : (MADZAB SYAFI’I)
      Sayyid Abdurrahman al-Ahdal, mufti Zabid berkata: “Tidak perlu menulis bantahan terhadap Ibnu Abdil Wahhab. Karena sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam cukup sebagai bantahan terhadapnya, yaitu “Tanda-tanda mereka (Khawarij) adalah mencukur rambut (maksudnya orang yang masuk dalam ajaran Wahhabi, harus mencukur rambutnya)”. Karena hal itu belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari kalangan ahli bid’ah. (Fitnah Al-Wahhabiyah, halaman. 54).
      4.Al-Imam Ahmad bin Muhammad As-Shawi Al-Maliki :(MADZAB MALIKI)
      Ayat ini turun mengenai orang-orang Khawarij, yaitu mereka yang mendistorsi penafsiran al-Qur’an dan Sunnah, dan oleh sebab itu mereka menghalalkan darah dan harta benda kaum Muslimin sebagaimana yang terjadi dewasa ini pada golongan mereka, yaitu kelompok di negeri Hijaz yang disebut dengan aliran Wahhabiyah, mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat), padahal merekalah orang-orang pendusta. (Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain- juzuk 3- halaman 307).
      Pandangan Ulama empat madzhab di atas sangat jelas untuk ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi yang bernama Wahhabi, bukan untuk ajaran Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum atau Firqah Wahbiyyah Rustumiyyah Ibadhiyyah.
      Kata2 kotor menjauhkan dari Allah dan Rosulnya, tetapi sangat dekat dg setan.
      Pikirkan..

  14. aswaja kudus nggak ketulungan bego’x, empat mazhab menyesatkan wahabi salafi??? xixixixixixixixix 😆 mane yg lebih dulu ada, wahabi ato mazhab??? kwkwkwkwkwkwk :mrgreen:

  15. Tentu saja yg kami maksud ulama salaf adalah tiga generasi terbaik umat ini. ( Rasulullah dan para shahabat, tabi’in dan tabiuttabi’in). Kali selalu menjadikan generasi terbaik sebagai filter dari kesalahan aqidah, ibadah,muamala dan lainnya).
    Apa yg cukup bagi mereka. maka cukup bagi kami. Apa yg tidak ada pd mrk juga tidak ada pd kami. Apa yg menjadi hujjah mereka,juga menjadi hujjah kami.
    Oleh sebab itulah kami tidak mencampur adukkan – nya dengan apa saja yg datang bukan dari Islam. Istilahnya kami pisahkan (tashfiyah) mana yg ada pd Islam kami jalani sedangkan apa saja yg bukan dari Islam ( spt tasawuf), ilmu kalam dll kami tolak dan buang jauh-jauh.

    1. Akhi ibn abdul chair….
      Masalahnya dari pernyataan antum ini apakah sekedar klaim atau sekedar jargon atau motto? Sebab sudah banyak dibuktilkan / dibongkar bagaimana klaim Wahabi sbgai pengikut 3 generasi salaf terbaik, itu hanya sekedar jargon belaka.
      salah satu contoh:
      Tiga generasi Ulama terbaik tidak ada satu pun dari mereka yg membagi tauhid menjadi 3, tauhid uluhiyyah, rubiyyah dan asma wa sifat. Sedangkan Wahabi membagi tauhid jadi tiga. Saya pernah lihat argument antum, bahwa pembagian tauhid itu sama dg pembagian KALIMAT dalam ilmu nahwu. Itulah yg tidak nyambung, ilmu aqidah antum bandingkan dg ilmu nahwu.
      Kalau kita salah dengan ilmu nahwu tidak mengakibatkan masuk neraka, sedangkan kalau salah dalam aqidah bisa menjadi sebab masuk neraka. Jadi jangan samakan ilmu aqidah dg ilmu nahwu.

    2. Rupanya saudara sangat alergi dg Tasawwuf yaa, apakah saudara pernah mendengarkan syarah Hikam? Bukankah Syeh Ibnu Taymiyah dalam Majmu Fatawanya melegalkan Tasawwuf? mengapa saudara lalai membukanya.
      ada pepatah “Tak kenal tak sayang” .Saudaraku ana sarankan saudara mendengarkan sarah Hikam, tdk usah lama cukup 7xbahasan lalu renungkan dg pikiran anugrah Illahi dg niat “niatkan karana Allah, apa betul Tasawwuf sesat?”
      lihatlah postingan terbaru saudara kita “mbah Lalar” ada berita bagus seorang ulama Wahabi Dr Luthfullah Khoja bertaubat dg melegalkan Tasawwuf.
      Saudaraku, sesungguhnya Niat yg baik akan didengar Allah selama tdk dicampuri Tama’ jauhkam kesombongan yg selalu didorong oleh nafsu. Tasawwuf adalah metode mengendalikan Nafsu. seperti halnya “Rosulullah melarang menulis Hadist “tetapi karena sangat bermanfaat bagi kita yg fakir ini maka Para Imam Hadist yg tadinya diHafal seperti Imam Bukhori hafal 600 rb hadist ahirnya ditulis juga.
      Tasawwuf juga begitu saudara, karena pentingnya menata hati (Ihsan)dalam mengendalikan nafsu maka ilmu tasawwuf sangat diperlukan. Dulu zaman nabi kitab2 UshulFiqh belum ada, ilmu Mustholaah Hadist juga belum ada.
      Mari ikuti terus saudaraku…

    3. setelah kurun waktu Rosulullah saw ,kemudian Para Sahabat Nabi, Tabi’in Tabi’ut-Tabi’in munculah generasi Ulama’ Salaf seperti Al-Imam Malik (Mazdab maliki) bahkan Imam Malik ini ada yg mengatakan masih termasuk generasi tabi’in, seperti Al-Imam Abu Hanifah (Mandzab Hanafi), seperti Al-Imam Syafi’i (Madzab Syafi’i), seperti Al-Imam Ahmad bin Hambal (Madzab Hambali).
      Beliau beliau ini mengambil Hukum dari Alqur’an , Hadist nabi dan Atsar Para sahabat nabi lalu dirangkumnya kemudian tseperti yg kita kenal sekarang ini yaitu Madzab / Madzab yg empat.
      Alhamdulillah , kami ternyata mengikuti Ulama’ Salaf
      Alhamdulillah ,kami ternyata tdk mengikuti Ulama’ bukan Salaf semisal Syeh Ibnu Taimiyah.
      Diantara Atsar Para Sahabat Nabi utamanya Khalifah rasyid yg 4 :
      1. Abubakar As-siddiq,ra Sahaba dan mertua Rosulullah saw
      Beliau memulai mengumpulkan Al-Quran atas saran Umar bin Khotob,ra, kemudian memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk menulis AlQuran, disempurnakan Utsman bin Affan,ra jadilah Musyaf Alqur;an. Ini adalah Bid’ah (hasanah) hasil 3 orang Sahaba besar Nabi. mengapa Bid’ah karena Nabi tdk mencontohkan atau memerintahkan. Alhamdulillah kami tdk menganggapnya Bid’ah.
      2.Umar bin Khotob,ra sholat tarawih 20 rekaat , ini Bid’ah Nabi tdk mencontohkan.
      Alhamdulillah, kami mengikuinya dan tdk menganggap Bid’ah-neraka
      3.Ustman bin Affan,ra Adzan 3x termasuk iqomah.
      Alhamdulillah kami mengikutinya dan tdk menganggap Bid’ah.
      4.Ali bin AbiTholib,ra membuat redaksi Sholawat tdk seperti redaksi Sholawat yg Nabi ajarkan kepada para Sahabat.
      Al-Hamdulillah,kami tdk menganggap Bid’ah yg kemudian diikuti Ulama kami dan ana yg fakir Taqlid ..tdk ada masalah.
      Alhamdulillah kami Ziarah Qubur , Ibnu Umar,ra selalu Ziarah Qubur setiap pulang dari bepergian, Assalamualaika ya Rosulillah, Assalamualaika ya Abi Bakar, Assalamualaika ya Abatah. ternyata Ziarah Qubur mengikuti Sahabat Nabi
      Alhamdulillah kami bertawassul ternyata mengikuti Atsar Sahabat Nabi seperti Bilal, seperti Umar Al-Farouq,ra
      Ternyata semua ini baik sesuai tutuntunan Agama yg benar.
      Terus bagaimana bagi yg mengaku seorang Muslim tetapi menetang bahkan sampai membid’ahkan sampai mensyirikan amalan2 tsb?
      Dijawab dg tegas mereka tdk mengikuti tuntunan Rosulullah, Atsar para Sahabat.
      berarti mereka membuat hal baru? jawabnya Yaa..
      Berarti mereka mengharamkan yg Halal? jawabnya Yaa..
      sekarang masalah Tasawwuf, kata mereka Bid’ah mengada2,
      coba Bid’ahnya dimana? apa hanya karena namanya yg baru kemudian dianggap mengada ada?
      kita semua ini baru, jangan samakan Tasawwuf palsu dg tasawwufnya kami!!
      Kalau tasawwuf dianggap mengada ada dlm agama, ana ingin bertanya:
      Sekarang ini banyak hal yg mengada-ada seperti :
      1. Mengambil Miqod dari bandara, bukankah ini baru? pikirkan dan resapi
      2.Kerajaan turun temurun dinasti KSA(saudi arabia). bukankah ini juga baru?
      3.membuat gedung yg megah untuk mengenang Syeh Al-Utsaimin untuk menyimpan pena terahirnya semetara Rumah Rosul tercinta Muhammad saw dihancurkan. bukankah ini mengada-ada, baru?
      4.Membuat pekan maulud Syeh ibnu wahab. Apakah Nabi mencontohkan?memerintah kelak peringatilah syeh ibnu wahab? tdk akhi.
      sedangkan memperingati lahirnya Rahmat untuk Alami ini Muhammad saw dianggap mengada2 dlm agama? Apakah ini contoh dari Ulama Salaf?
      Semoga kita semua tdk termasuk manusia yg mendistorsikan agama ini.
      Janganlah berprasangka apa2 yg kami lakukan Bid’ah, mengada2 Karena bisa jadi engkaulah Bid’ah yg sesungguhnya.

  16. “Rata2 aliran yg telah divonis sesat oleh Ulama2 mu’tabar mereka menyembunyikan identitasnya : sebagai contoh yg lagi ramai,
    SYIAH karena telah divonis sesat mereka ganti baju “Madzab Ahlul Baits”
    bukankan para Walisongo itu para Ulama’ cucu Rosulullah saw? tetapi beliau-
    beliau tdk menamakan “Madzab Ahlul Baits ”
    Wahabi karena telah divonis sesat oleh Ulama’ 4 Madzab kemudian berganti baju
    Salafi (pengikut Salaf) / Manhaj Salaf . Coba pergunakan akal kita, Manhaj
    Salaf yg mana, Ulama’ Salaf yg mana. Banyak sekali Ulama’2 Salaf.
    Tolong sebutkan ulama’ salaf yg mana, mari berdiskusi dg cara yg baik, tunjuk wakil kalian? Tolong tunjukan Ulama’ Salaf yg mana!! sebutkan salah satu saja Kami NAHDLIYIN siap di Forum ini
    Bila saudara hanya sebatas pengakuan silahkan bertobat ,
    Bial saudara beralasan Agama tdk boleh diperdebatkan seperti Sukina itu (MTA)
    saudara lebih baik diam tentang amalan2 kami NAHDLIYIN..
    Ana tunggu…

  17. Hadist yg menindikasikan kemunculan kaum wahabi
    “di AHIR ZAMAN nanti akan keluar segolonan kaum yg MUDA USIANYA, BODOH CARA BERPIKIRNYA, mereka berbicara dg SABDA ROSULULLAH, namun IMAN MEREKA tak sampai melewati tenggorokan , mereka keluar DARI AGAMA ISLAM seperti anak panah tembus keluar dari(badan) binatang buruanya, Apabila kamu bertemu dg mereka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka mendapat pahala disisi Allah pada hari kiamat” shohih Bukhori bab ‘Alamah an-Nubuwah 11/443 no.3342
    -kemunculanya ahir zaman keberadaanya berati jauh dari jaman nabi. salafiwahabi lahir abad 18 / 1200 th setelah masa rosulullah.
    -Muda usianya : pergerakanya bisa dibilang baru/ muda , Ajaranya juga muda tdk sama dg sekte sebelumnya (ciri2 mereka bercukur gundul , ini baru muncul masa Muhammad ibnu Wahab )
    -Bodoh cara berpikirnya . wahabi terlalu leterjick/ tektual. lihatlah pemahamanya tentang Bid’ah., tenten Tawassul, tentang Istighosah, tentang ta’wil
    -Berbicara dg sabda Rosulullah. lihatlah wahabi klo diskusi selalu obral dalil (debat buya yahya dg untadz Thoharoh,lc) tetapi cukup dipatahkan dg 1 atau 2 dalil)
    -Imam mereka tdk sampai melewati tenggorokan:
    Dalil2 yg dibawakan hanya sebatas dimulut. Mereka berbicara dalil tentang persatuan tetapi wahabi justru menyendiri.Mereka berbicara dg dalil kelembutan tetapi justru Caci-maki yg keluar dari mulutnya bila tdk selera dg nafsunya. dll
    Imam wahabi dari Najd : hadis tentang Najd:
    dari Abdullah ibnu Umar,ra yg berkata: Aku mendengar Rosulullah bersabda diatas mimbar,”Ketahuilah sesungguhnya fitnah itu disana-sambil menunjuk ke Timur Madinah-dari sana muncul tanduk setan” shohih Bukhori bab Shifat Iblis wa junudih 11/57 no.3037
    Bila kita seach Google earth Timur madinah adalah Najd (sekarang Riyad)bukan Irak.
    Puji syukur ke hadirat Allah swt yg menunjuki kami yaitu Ulama panutan kami bukan dari Najd (sekarang Riyad).
    hadist tentang Yaman:
    “kalian kedatangan penduduk Yaman,mereka berhati sangat lembut dan berperasaan halus, IMAN ITU ADA DI YAMAN, dan HIKMAH (juga) ADA PADA ORANG ZAMAN, (sedangkan) PUNCAK KEKAFIRAN ada di TIMUR MADINAH” shohih Bukhori bab Qaulullah”Ya Ayyuhannas Inna Kholaqnakum” 11/318 no.3238
    Alhamdulillah,Mari bersholawat kepada junjungan kita Nabi Besar Rosulullah saw,
    yg mana Allah telah menakdirkan kita untuk mengikuti WALISONGO cucu rosulullah saw dari jalur Al-Husein melalui Isa Al-Muhajir dari YAMAN yg BERKAH DUNIA AHIRAT tdk DARI NADJ yg terkutuk.
    dan KAMI NAHDLIYYIN adalah pengikut WALISONGO juga para HABAIB SEPERTI HABIB LUTFI BIN YAHYA PEKALONGAN.
    semoga Kenikmatan Imam dan Islam Ini tetap selama Hayat dikandung badan. amiin..

  18. Kebenaran tidak ada pd anda Derajad, AL HAQQU MIN ROBBIKUM (yaitu Al Qur’an dan Sunnah alaa fahmi salaf). itu yg sy ikuti.

    1. @Ibn Abdul Chair :
      Rupanya saudara sewot dijelaskan tentang kenyataan cara saudara yang “OPORTUNIS”. 😀
      Coba baca lagi pernyataan saudara yang mau mengelit tentang Muhammad Ibn Abdul Wahab sebagai pencetus Wahabi (Salafi pada masa sekarang) diatas. Setelah terbantahkan total, langsung ucapan saudara kacau dan persis orang putus asa. Jika pernyataan saudara benar, harusnya saudara sampaikan kebenaran.
      Hati-hati saudaraku, saudara sudah terlalu membabi buta membela tapi jauh dari hujjah yang benar.
      Kebenaran hakiki hanya milik Allah
      Hamba Allah yang dhaif dan faqir
      Dzikrul Ghafilin bersama Mas Derajad

  19. masyaa’allah, kok saya baru menyadari kalau Nu dan para kiyai itu sedemikian luar biasa kiprah dan langkahnya, di masa sulit pun mereka mampu menggebrak penguasa Dinasti saudi dan Wahabinya. Terus terang saya bangga sebgai warga NU, semoga ke depan NU semakin disegani oleh siapa saja.
    Di masa sulit aja bisa, apalagi di masa sekarang, kalau Wahabi Indonesia masih nggak tahu diri, ya udah bongkar terus kesesatannya sampi mereka malu dan menjadi kodok dalam tempurung (ngumpet). udah gitu aja ya, jangan bosen melawan Wahabi yg arogan, mereka itu modal dakwahnya cuma KEBOHONGAN, itu sangat rapuh bukan?
    Bravo Aswaja dan NU! Lanjut terus….

  20. Biasanya kalau sudah “dijelentrekke” – (Bahasa Jawa) = ditunjukkan yang benar begini, Saudara Ibn Abdul Chair tidak akan muncul beberapa kali comment, baru kemudian muncul lagi dengan pembahasan yang lain, tanpa merasa bersalah atau mengakui kebenaran yang disampaikan.
    Sedangkan Saudara Ibnu Suradi selalu mengajak diskusi masalah tata cara shalat yang dia samakan dengan dengan tata cara Nashirudin al Albani. Tapi tidak jauh berbeda dengan saudara Ibn Abdul Chair kalau sudah “kepentok” dia akan hilang, lalu muncul lagi dengan pembahasan lain, atau kembali mengajak diskusi tata cara shalat. Saya ingat terakhir dia membahas tentang cara uluk salam dalam tahiyyat yang dia katakan seperti Albani yaitu mengganti bacaan “Assalamu’alaika ayyuhan nabi …dst” dengan bacaan “Assalamu ‘alan nabi…dst” yang dia cari hujjahnya dalam kitab Fathul Bari (padahal dia mau memasukkan pemahaman Albani). Lalu saya temukan penjelasan di muslim.or.id (salah satu situs Salafi Wahabi) bahwa yang hujjahnya kuat adalah “Assalamu’alaika ayyuhan nabi…dst” berdasarkan Fatwa dari Lajnah Daimah. Tapi ketika saya tanya apa dia sudah rujuk ? Tiada jawaban, dan ternyata sekarang mengajak diskusi masalah tata cara shalat lagi.
    Kesimpulan penjelasan saya adalah, saya katakan mereka berdua dan teman-temannya hanyalah, maaf “OPORTUNIS”. Mereka berandai-andai, kalau saja bisa memasukkan pemahaman kepada kita yang sudah kukuh ber-I’tiqad Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
    Kebenaran hakiki hanya milik Allah
    Hamba Allah yang dhaif dan faqir
    Dzikrul Ghafilin bersama Mas Derajad

  21. INILAH DONGENG WAHABI:
    sangatlah berbeda Wahbiyah dg Wahabiyah
    Wahbiyah (Abdul Wahab bin Abdurrohman bin Rustum)
    Wahabiyah (Muhammad bin Abdul Wahab)
    Dongeng ini sangat populer di kalangan Salafi-Wahabi, padahal cerita ini adalah fiktif belaka dan tidak lebih dari hanya sebuah dongeng semata, tapi aneh nya dongeng ini bukan saja di sukai oleh anak-anak, tapi justru sangat popular dan di sukai oleh Ustadz atau Syekh Salafi-Wahabi, Cuma saja dongeng ini beredar dengan beragam judul, dikalangan Salafi-Wahabi lebih sering didongengkan dengan judul “Siapakah Wahabi sesungguhnya ?” dan “Inilah Wahabi Sesungguhnya” dan bahkan karena terlalu terbawa dan percaya dengan dongeng populer wahhabiyyah Rustumiyyah ini, tanpa mencari tau kebenaran nya, sebagian orang menyangka cerita fiktif tersebut adalah sebuah kenyataan, meskipun tidak bisa membuktikan kebenaran cerita nya, karena kebiasaan para pengikut mereka yang hanya bisa membaca tapi tidak mencari Fakta yang mengerikan, hanya bisa mendengar tak bisa berkomentar, sehingga dongeng tersebut terus disebarkan oleh orang-orang yang tidak punya malu dan tanggung jawab (semoga Allah membalas nya dengan balasan yang setimpal).
    Dongeng Populer Wahhabiyyah Rustumiyyah ini menceritakan tentang ajaran seorang yang bernama Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum [208 H/823 M] atau konon disebut dengan nama Wahhabi, dan di akhir cerita di vonis sesat oleh seorang Ulama bernama Al-Lakhmi atau nama lengkap Ali bin Muhammad Al-Lakhmi [478 H/1085 M], adapun bila ada kesamaan nama atau sebutan dalam dongen tersebut hanyalah sebuah kebetulan atau memang ada misi dibalik nama-nama tersebut, namun nama-nama dan sebutan dalam dongeng populer ini tidak ada hubungan dengan Salafi-Wahabi dengan bermacam varian nya, yang juga difatwakan sesat oleh Ulama Ahlus Sunnah Waljama’ah seluruh dunia, karena Wahabi yang difatwakan sesat oleh Ulama Ahlus Sunnah sedunia adalah ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi [1206 H/1791M], sekali lagi bahwa Wahabi dalam dongeng tersebut tidak ada hubungan apa pun dengan Wahabi yang beredar disekeliling kita sekarang ini atau yang sering menyebut diri nya Salafi, meri kita ikuti dongeng populer ini sampai akhir, agar generasi kita tidak termakan oleh sebuah dongeng atau cerita yang tidak bisa dibuktikan kebenaran nya (semoga Allah menjaga kita semua dari fitnah Agama ini).
    Begini Cerita nya ! Dongeng ini kami copas dari situs Syekh Salafi-Wahabi, tapi ingat ini hanya sebuah dongeng ! harap baca sampai tuntas, agar tidak salah paham
    Dongeng Wahhabiyyah Rustumiyyah
    (awal dongeng)- Cerita ini berawal dari dialog antara Syaikh Muhammad bin Sa’ad Asy Syuwai’ir dengan para masyaikh/dosen-dosen disuatu Universitas Islam di Maroko (tidak jelas Universitasnya).
    Salah seorang Dosen itu berkata: ”Sungguh hati kami sangat mencintai Kerajaan Saudi Arabia, demikian pula dengan jiwa-jiwa dan hati-hati kaum muslimin sangat condong kepadanya,dimana setiap kaum muslimin sangat ingin pergi kesana, bahkan antara kami dengan kalian sangat dekat jaraknya. Namun sayang, kalian berada diatas suatu Madzhab, yang kalau kalian tinggalkan tentu akan lebih baik, yaitu Madzhab Wahabi.”
    Kemudian Asy Syaikh dengan tenangnya menjawab: ”Sungguh banyak pengetahuan yang keliru yang melekat dalam pikiran manusia, yang mana pengetahuan tersebut bukan diambil dari sumber-sumber yang terpercaya, dan mungkin kalian pun mendapat khabar-khabar yang tidak tepat dalam hal ini.
    Baiklah, agar pemahaman kita bersatu, maka saya minta kepada kalian dalam diskusi ini agar mengeluarkan argumen-argumen yang diambil dari sumber-sumber yang terpercaya,dan saya rasa di Universitas ini terdapat Perpustakaan yang menyediakan kitab-kitab sejarah islam terpercaya .Dan juga hendaknya kita semaksimal mungkin untuk menjauhi sifat Fanatisme dan Emosional.”
    Dosen itu berkata : ”saya setuju denganmu, dan biarkanlah para Masyaikh yang ada dihadapan kita menjadi saksi dan hakim diantara kita.
    Asy Syaikh berkata : ”saya terima, Setelah bertawakal kepada Allah, saya persilahkan kepada anda untuk melontarkan masalah sebagai pembuka diskusi kita ini.”
    Dosen itu pun berkata :”baiklah kita ambil satu contoh, ada sebuah fatwa yang menyatakan bahwa firqoh wahabi adalah Firqoh yang sesat. Disebutkan dalam kitab Al-Mi ’yar yang ditulis oleh Al Imam Al-Wansyarisi, beliau menyebutkan bahwa Al-Imam Al-Lakhmi pernah ditanya tentang suatu negeri yang disitu orang-orang Wahabiyyun membangun sebuah masjid,”Bolehkan kita Sholat di Masiid yang dibangun olehorang-orang wahabi itu ??”maka Imam Al-Lakhmi pun menjawab:”Firqoh Wahabiyyah adalah firqoh yang sesat, yang masjidnya wajib untuk dihancurkan, karena mereka telah menyelisihi kepada jalannya kaum mu ’minin, dan telah membuat bid’ah yang sesat dan wajib bagi kaum muslimin untuk mengusir mereka dari negeri-negeri kaum muslimin ”.
    Dosen itu berkata lagi :”Saya rasa kita sudah sepakat akan hal ini, bahwa tindakan kalian adalah salah selama ini,”
    Kemudian Asy Syaikh menjawab : ”Tunggu dulu..!! kita belum sepakat, lagipula diskusi kita ini baru dimulai, dan perlu anda ketahui bahwasannya sangat banyak fatwa yang seperti ini yang dikeluarkan oleh para ulama sebelum dan sesudah Al-Lakhmi, untuk itu tolong anda sebutkan terlebih dahulu kitab yang menjadi rujukan kalian itu !”
    Dosen itu berkata: ”anda ingin saya membacakannya dari fatwanya saja, atau saya mulai dari sampulnya ??”
    Asy Syaikh menjawab:”dari sampul luarnya saja.”
    Dosen itu kemudian mengambil kitabnya dan membacakannya: ”Namanya adalah Kitab Al-Mi’yar,yang dikarang oleh Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi. Wafat pada tahun 914 H dikota Fas, di Maroko.”
    Kemudian Asy Syaikh berkata kepada salah seorang penulis di sebelahnya:”wahai syaikh, tolong catat baik- baik, bahwa Imam Al-Wansyarisi wafat pada tahun 914 H. Kemudian bisakah anda menghadirkan biografi Imam Al- Lakhmi ??”
    Dosen itu berkata:”Ya,”kemudian dia berdiri menuju salah satu rak perpustakaan, lalu dia membawakan satu juz dari salah satu kitab-kitab yang mengumpulkan biografi ulama. Didalam kitab tersebut terdapat biografi Ali bin Muhammad Al-Lakhmi, seorang Mufti Andalusia dan Afrika Utara.
    Kemudian Asy Syaikh berkata : ”Kapan beliau wafat?”
    Yang membaca kitab menjawab: ”beliau wafat pada tahun 478 H”
    Asy Syaikh berkata kepada seorang penulis tadi: ”wahai syaikh tolong dicatat tahun wafatnya Syaikh Al-Lakhmi ” kemudian ditulis.
    Lalu dengan tegasnya Asy Syaikh berkata : ”Wahai para masyaikh….!!! Saya ingin bertanya kepada antum semua …!!! Apakah mungkin ada ulama yang memfatwakan tentang kesesatan suatu kelompok yang belum datang (lahir) ???? kecuali kalau dapat wahyu????”
    Mereka semua menjawab :”Tentu tidak mungkin, Tolong perjelas lagi maksud anda !”
    Asy syaikh berkata lagi : ”bukankah wahabi yang kalian anggap sesat itu adalah dakwahnya yang dibawa dan dibangun oleh Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab ????
    Mereka berkata : ”Siapa lagi???”
    Asy Syaikh berkata:”Coba tolong perhatikan..!!! Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab lahir pada tahun 1115 H dan wafat pada tahun 1206 H, …
    Nah,ketika Al-Imam Al-Lakhmi berfatwa seperi itu, jauh RATUSAN TAHUN lamanya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab belum lahir. bahkan sampai 22 generasi keatas dari beliau sama belum yang lahir.apalagi berdakwah..
    KAIF ??? GIMANA INI???
    (Merekapun terdiam beberapa saat..)
    Kemudian mereka berkata:”Lalu sebenarnya siapa yang dimaksud Wahabi oleh Imam Al-Lakhmi tersebut ??” mohon dielaskan dengan dalil yang memuaskan, kami ingin mengetahui yang sebenarnya !”
    Asy Syaikh pun menjawab dengan tenang : ”Apakah anda memiliki kitab Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya, yang ditulis oleh Al-Faradbil, seorang kebangsaan Francis ?”
    Dosen itu berkata:”Ya ini ada,”
    Asy Syaikh pun berkata :”Coba tolong buka di huruf “ wau” ..maka dibukalah huruf tersebut dan munculah sebuah judul yang tertulis “ Wahabiyyah”
    Kemudian Asy Syaikh menyuruh kepada Dosen itu untuk membacakan tentang biografi firqoh wahabiyyah itu.
    Dosen itu pun membacakannya: ”Wahabi atau Wahabiyyah adalah sebuah sekte KHOWARIJ ABADHIYYAH yang dicetuskan oleh Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum Al-Khoriji Al- Abadhi, Orang ini telah banyak menghapus Syari’at Islam, dia menghapus kewajiban menunaikan ibadah haji dan telah terjadi peperangan antara dia dengan beberapa orang yang menentangnya. Dia wafat pada tahun 197 H dikota Thorat di Afrika Utara. Penulis mengatakan bahwa firqoh ini dinamai dengan nama pendirinya, dikarenakan memunculkan banyak perubahan dan dan keyakinan dalam madzhabnya. Mereka sangat membenci Ahlussunnah.
    Setelah Dosen itu membacakan kitabnya Asy Syaikh berkata : ”Inilah Wahabi yang dimaksud oleh imam Al-Lakhmi, inilah wahabi yang telah memecah belah kaum muslimin dan merekalah yang difatwakan oleh para ulama Andalusia dan Afrika Utara sebagaimana yang telah kalian dapati sendiri dari kitab-kitab yang kalian miliki. Adapun Dakwah yang dibawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang didukung oleh Al-Imam Muhammad bin Su’ud-Rahimuhumallah-, maka dia bertentangan dengan amalan dakwah Khowarij, karena dakwah beliau ini tegak diatas kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih, dan beliau menjauhkan semua yang bertentangan dengan keduanya, mereka mendakwahkah tauhid, melarang berbuat syirik, mengajak umat kepada Sunnah dan menjauhinya kepada bid ’ah, dan ini merupakan Manhaj Dakwahnya para Nabi dan Rasul. (akhir dongeng)
    Itulah dongeng lengkap yang sering diceritakan oleh para Syekh Salafi-Wahabi kepada pengikut setia mereka, hati-hati jangan terjebak oleh dongeng ini …..!!!
    BENARKAH CERITA ITU SEBUAH DONGENG ?
    Dalam dongeng populer itu menceritakan bahwa ajaran Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum bernama Wahhabiyah nisbah kepada nama Abdul Wahhab, ternyata ajaran yang disebarkan oleh Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum itu bukan Wahhabiyyah ( الوهابيه ) tapi Wahbiyyah ( الوهبية ), lalu kenapa juga ajaran nya disebut Wahbiyyah ? apakah Wahbiyyah itu nisbah kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum ? nah tentu saja bukan karena ajaran Wahbiyyah tersebut adalah nisbah kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi (38 H) [عبد الله بن وهب الراسبي] [Lihat Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya- halaman 145], lalu pecah kepada beberapa firqah, nah firqah nya Abdul wahhab bin Abdirrahman bin Rustum di sebut Wahbiyyah Rustumiyyah (bukan Wahhabiyyah Rustumiyyah), bahkan dalam kitab yang tersebut di atas (rujukan dalam dongeng) sangat jelas bahwa Al-Lakhmi di tanyakan tentang kaum Wahbiyyah, bukan tentang Wahhabiyyah, tetapi dalam dongeng disebutkan bahwa Al-Lakhmi ditanyakan tentang Wahhabiyyah, ini jelas-jelas tipuan dan pembodohan, simak penjelasan berikut ini :
    Dalam kitab Tarikh Ibnu Khaldun juzuk II halaman 98, beliau berkata :
    وكان يزيد قد أذل الخوارج ومهد البلاد فكانت ساكنة أيام روح ورغب في موادعة عبد الوهاب بن رستم وكان من الوهبية فوادعه
    Perhatikan dari teks di atas : (ﻭﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﻫﺒﻴﺔ)
    dan adalah Abdul Wahhab bin Rustum sebagian dari “Wahbiyyah”
    Maksudnya, Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum adalah pengikut Wahbiyyah bukan Wahhabiyyah, dan juga bukan pendiri Wahbiyyah sehingga ada anggapan bahwa ajaran nya bernama Wahhabiyyah nisbah kepada nama nya Abdul Wahhab, sunnguh anggapan yang sangat keliru, perbedaan antara Wahbiyyah dan Wahhabiyyah bagaikan langit dan bumi, baik dari penulisan atau bacaan nya, atau pun pada nisbah dan ajaran nya, tapi kemiripan penulisan tulisan dan bacaan nya membantu para Syekh Salafi-Wahabi untuk menipu para simpatisan mereka, maka tertipulah orang-orang yang hanya bisa melihat tapi tak mau berpikir. (na’uzubillah)
    Bahkan dalam Al-Mi’yaar al-Mu’rib wa al-Jaami’ al-Mughrib ‘an Fataawaa Ifriiqiyyah wa al-Andalus wa al-Maghrib juzuk 11 halaman 168 di tulis oleh Ahmad bin Yahya Al-Wansyarisi (sebagaimana rujukan dalam dongeng di atas)
    وسئل اللخمي عن قوم من الوهبية سكنوا بين أظهر أهل السنة زمانا وأظهروا الآن مذهبهم وبنوا مسجدا ويجتمعون فيه ويظهرون مذهبهم في بلد فيه مسجد مبني لأهل السنة زمانا ، وأظهروا أنه مذهبهم وبنوا مسجدا يجتمعون فيه ويأتي الغرباء من كل جهة كالخمسين والستين ، ويقيمون عندهم ، ويعملون لهم بالضيافات ، وينفردون بالأعياد بوضع قريب من أهل السنة . فهل لمن بسط الله يده في الأرض الإنكار عليهم ، وضربهم وسجنهم حتى يتوبوا من ذلك ؟
    Perhatikan dari teks di atas : (ﻭﺳﺌﻞ ﺍﻟﻠﺨﻤﻲ ﻋﻦ ﻗﻮﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﻫﺒﻴﺔ)
    “Dan Al-Lakhmi ditanyakan tentang satu kaum dari Wahbiyyah”
    Maksudnya, Imam Al-Lakhmi ditanyakan tentang satu firqah dari Wahbiyyah, sementara dalam dongeng di atas disebutkan Al-Lakhmi ditanyakan tentang firqah Wahhabiyyah, sangat jelas ini tipuan belaka, Wahhabiyyah dalam penulisan bahasa Arab ber-tasydid pada (Ha) dan ada (Alif) di depan (Ha), sementara Wahbiyyah tulisan nya tidak ber-tasydid pada (Ha) dan tidak ada (Alif) di depan (Ha), maka fatwa Al-Lakhmi bukan tentang faham Wahhabiyyah, tapi tentang firqah Wahbiyyah, dan tidak ada hubungan antara Wahhabiyyah dan Wahbiyyah Rustumiyyah ibadhiyyah.
    Dan dalam buku seorang sejarawan asal Prancis, sebagaimana rujukan dalam dongeng itu pula, yaitu Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya, yang ditulis oleh Al-Faradbil [1364 H/1945 M], lihatlah penyimpangan cerita itu dengan apa yang tersebut dalam buku rujukan nya, ini tulisan Al-Faradbil dalam buku nya :
    وقد سموا أيضا الوهبيين نسبة إلى عبد الله بن وهب الراسبي ، زعيم الخوارج
    “Dan sungguh mereka dinamakan Wahbiyyin (الوهبيين) karena dinisbahkan kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi, yang di tuduh sebagai Khawarij” [Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya- halaman 145].
    Ternyata dalam buku Al-Faradbil juga tertulis Wahbiyyin, bukan Wahhabiyyin, dan dengan sharih disebutkan nisbah nya, Wahbiyyah atau Wahbiyyin bukan nisbah kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum sebagaimana dalam dongeng di atas, akan tetapi Wahbiyyah itu nisbah kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi.
    Semakin terang benderang upaya makar para syekh Salafi-Wahabi hendak memutar balikkan fakta, sungguh tipuan yang hampir sempurna, banyak trik yang telah mereka susupi dalam kitab, buku, situs dan blog mereka, dan para pengikut mereka tidak pernah mempertanyakan atau membuktikan kebenaran nya, sikap para pengikut mereka yang hanya bisa taqlid buta, semakin mendukung para syekh akan terus mempertahankan taktik ini, (semoga membuka mata para pecinta dongeng itu).
    Dan perhatikan nama-nama kitab Wahbiyyah berikut ini :
    كتـاب ( تلخيص عقائد الوَهْبِيَّة في نكتة توحيد خالق البرية ) * للشيخ إبراهيم بن بيحمان اليسجني من علماء وادي مِيزَاب بالجزائر ( ت : 1232هـ / 1817م )
    كتاب ( العقيدة الوَهْبِيَّة ) * للشيخ أبي مسلم ناصر بن سالم البَهْلانِي من علماء عُمَان ( ت : 1339هـ / 1920م )
    كتاب ( دفع شبه الباطل عن الإباضية الوَهْبِيَّة المحقة ) * للشيخ أبي اليقظان إبراهيم من علماء وادي مِيزَاب بالجزائر ( ت : 1393هـ / 1973م )
    Perhatikan, ini pengakuan dan pernyataan dari mereka sendiri bahwa faham mereka bernama “Wahbiyyah- الوَهْبِيَّة” bukan Wahhabiyyah, semua mata pun bisa melihat dengan sangat jelas, hanya hati yang ingkar yang masih mempertahankan cerita yang tidak bisa dibuktikan kebenaran nya, ketika cerita atau sejarah sudah tidak lagi sesuai dengan fakta, maka pantaslah cerita itu masuk dalam kategori Dongeng, silahkan saja bercerita, tapi bukan untuk di percaya, tapi seharusnya seorang Ustadz tidak mengelabui murid-murid nya dengan cerita dusta, apalagi setingkat Ustadz lulusan luar negeri, sungguh sangat disayangkan. (semoga allah membuka mata mereka)
    WAHHABI ADALAH NAMA AJARAN SYEKH MUHAMMAD IBNU ABDIL WAHHAB AT-TAMIMI AN-NAJDI
    berikut bukti pengakuan dari Syaikh Wahabi yakni Ibnu Baz dalam kitab Fatawa Nur ‘ala al-darb pada soal yang ke 6 sebagai berikut :
    س 6 – يقول السائل: فضيلة الشيخ، يسمي بعض الناس عندنا العلماء في المملكة العربية السعودية بالوهابية فهل ترضون بهذه التسمية؟ وما هو الرد على من يسميكم بهذا الاسم؟
    “Soal ke 6 – Seseorang bertanya kepada Syaikh : Sebagian manusia menamakan Ulama-Ulama di Arab Saudi dengan nama Wahabi [Wahabiyyah], adakah antum ridho dengan nama tersebut ? dan apa jawaban untuk mereka yang menamakan antum dengan nama tersebut ?”
    Syaikh Ibnu Baz menjawab sebagai berikut :
    الجواب: هذا لقب مشهور لعلماء التوحيد علماء نجد ينسبونهم إلى الشيخ الإمام محمد بن عبد الوهاب رحمة الله عليه
    “Jawab : Penamaan tersebut masyhur untuk Ulama Tauhid yakni Ulama Nejed [Najd], mereka menisbahkan para Ulama tersebut kepada Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab.
    dan bahkan Ibnu Baz memuji nama tersebut, ia berkata :
    فهو لقب شريف عظيم
    “Nama itu (Wahhabiyah) adalah panggilan yang sangat mulia dan sangat agung”.
    Sungguh pengakuan yang sangat jujur yang seharusnya dimiliki oleh semua Syekh Salafi-Wahabi, kenapa harus main curang kalau memang yakin dengan kebenaran dakwah Wahabi ? lagi pula kebenaran dan kesesatan bukan pada sebuah nama atau julukan, justru kebohongan yang semakin lama semakin banyak Nampak ke permukaan, akan membuat para penggemar Salafi-Wahabi kecewa, ketika mereka tau ternyata Wahabi bukan bermanhaj Salaf.
    KESALAHAN PARA SYEKH SALAFI-WAHABI DALAM DONGENG INI
    1. Menghubungkan Fatwa tentang firqah Wahbiyyah dengan firqah Wahhabiyyah.
    2. Menghilangkan atau menganggap sama Wahbiyyah dengan Wahhabiyyah.
    3. Cerita nya tidak sesuai dengan apa yang ada dalam kitab atau buku rujukan yang tersebut dalam cerita itu.
    4. Menceritakan bahwa Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum adalah pendiri Wahbiyyah, agar sesuai dengan tujuan cerita.
    5. Ternyata tidak ada ajaran bernama Wahhabi pada masa daulah Rustumiyyah.
    6. Wahbiyyah ternyata nisbah kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi.
    7. Main curang untuk membela satu paham yang mereka anggap benar.
    MISI DIBALIK DONGENG INI
    Siapa pun bisa menebak apa misi di balik trik ini, trik yang sudah terlalu sering digunakan oleh para Syekh Wahhabi Saudi, walaupun trik ini kelihatan sangat super bodoh tapi tetap mereka pertahankan, karena sangat efektif mempengaruhi orang bodoh (awam), ideologi bodoh itu sangat ilmiah dan masuk akal di kalangan orang bodoh, tapi orang yang berpendidikan pasti bisa melihat apa maksudnya dongeng itu ? dia pasti bisa merasakan ada sesuatu di balik cerita yang tidak ada manfaat itu, dan bahkan sangat jelas dalam dongeng itu pun telah ada pembelaan terhadap ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab, kemiripan sebuah nama, mereka gunakan untuk menutupi kesesatan ajaran mereka, agar orang buta bertambah gelap dalam kebutaan nya, dan menyangka itulah Wahhabi sesungguhnya yang difatwakan sesat oleh ulama Ahlus Sunnah, dan ajaran sesat Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab pun terlepas dengan hanya sebuah dongeng belaka (na’uzubillah min dzalik).
    FATWA ULAMA AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH TENTANG AJARAN SYEKH MUHAMMAD BIN ABDIL WAHHAB AT-TAMIMI
    Al-Imam Ibn Abidin Al-Hanafi berkata :
    Keterangan tentang pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab, kaum Khawarij pada masa kita. Sebagaimana terjadi pada masa kita, pada pengikut Ibn Abdil Wahhab yang keluar dari Najd dan berupaya keras menguasai dua tanah suci. Mereka mengikuti madzhab Hanabilah. Akan tetapi mereka meyakini bahwa mereka saja kaum Muslimin, sedangkan orang yang berbeda dengan keyakinan mereka adalah orang-orang musyrik. Dan oleh sebab itu mereka menghalalkan membunuh Ahlussunnah dan para ulamanya sampai akhirnya Allah memecah kekuatan mereka, merusak negeri mereka dan dikuasai oleh tentara kaum Muslimin pada tahun 1233 H. (Hasyiyah Raddul Muhtar ‘ala Ad-Durr al-Mukhtar-juzuk 4- halaman 262).
    Al-Imam Muhammad bin Abdullah bin Humaid Al-Hanbali An-Najdi berkata :
    Abdul Wahhab bin Sulaiman At-Tamimi An-Najdi, adalah ayah pembawa dakwah Wahhabiyah, yang percikan apinya telah tersebar di berbagai penjuru. Akan tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. Padahal Muhammad (pendiri Wahhabi) tidak terang-terangan berdakwah kecuali setelah meninggalnya sang ayah. Sebagian ulama yang aku jumpai menginformasikan kepadaku, dari orang yang semasa dengan Syaikh Abdul Wahhab ini, bahwa beliau sangat murka kepada anaknya, karena ia tidak suka belajar ilmu fiqih seperti para pendahulu dan orang-orang di daerahnya. Sang ayah selalu berfirasat tidak baik tentang anaknya pada masa yang akan datang. Beliau selalu berkata kepada masyarakat, “Hati-hati, kalian akan menemukan keburukan dari Muhammad.” Sampai akhirnya takdir Allah benar-benar terjadi. Demikian pula putra beliau, Syaikh Sulaiman (kakak Muhammad bin Abdul Wahhab), juga menentang terhadap dakwahnya dan membantahnya dengan bantahan yang baik berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Syaikh Sulaiman menamakan bantahannya dengan judul Fashl al-Khithab fi al-Radd ‘ala Muhammad bin Abdul Wahhab. Allah telah menyelamatkan Syaikh Sulaiman dari keburukan dan tipu daya adiknya meskipun ia sering melakukan serangan besar yang mengerikan terhadap orang-orang yang jauh darinya. Karena setiap ada orang yang menentangnya, dan membantahnya, lalu ia tidak mampu membunuhnya secara terang-terangan, maka ia akan mengirim orang yang akan menculik dari tempat tidurnya atau di pasar pada malam hari karena pendapatnya yang mengkafirkan dan menghalalkan membunuh orang yang menyelisihinya. (As-Suhub Al-Wabilah ‘ala Dharaih Al-Hanabilah-halaman 275).
    Al-Imam Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan Asy-Syafi’I Al-Makki :
    Sayyid Abdurrahman al-Ahdal, mufti Zabid berkata: “Tidak perlu menulis bantahan terhadap Ibnu Abdil Wahhab. Karena sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam cukup sebagai bantahan terhadapnya, yaitu “Tanda-tanda mereka (Khawarij) adalah mencukur rambut (maksudnya orang yang masuk dalam ajaran Wahhabi, harus mencukur rambutnya)”. Karena hal itu belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari kalangan ahli bid’ah. (Fitnah Al-Wahhabiyah, halaman. 54).
    Al-Imam Ahmad bin Muhammad As-Shawi Al-Maliki :
    Ayat ini turun mengenai orang-orang Khawarij, yaitu mereka yang mendistorsi penafsiran al-Qur’an dan Sunnah, dan oleh sebab itu mereka menghalalkan darah dan harta benda kaum Muslimin sebagaimana yang terjadi dewasa ini pada golongan mereka, yaitu kelompok di negeri Hijaz yang disebut dengan aliran Wahhabiyah, mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat), padahal merekalah orang-orang pendusta. (Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain- juzuk 3- halaman 307).
    Pandangan Ulama empat madzhab di atas sangat jelas untuk ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi yang bernama Wahhabi, bukan untuk ajaran Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum atau Firqah Wahbiyyah Rustumiyyah Ibadhiyyah.
    KESIMPULAN
    ~ Firqah yang difatwakan sesat oleh Al-Lakhmi dalam dongeng adalah ajaran yang dinisbahkan kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum yang bernama Wahhabiyyah, tapi kenyataan nya dalam rujukan kitab itu, bukan bernama Wahhabiyyah tapi Wahbiyyah.
    ~ Wahbiyyah bukan nisbah kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum, tapi nisbah kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi.
    ~ Wahbiyyah dan Wahhabiyyah adalah dua nama untuk dua ajaran yang berbeda dan masa berbeda.
    ~ Wahhabi atau Wahhabiyyah yang telah difatwakan sesat oleh Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah semua Madzhab, sejak kemunculan nya sampai sekarang adalah ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi, dan tidak ada hubungan dengan fatwa Al-Lakhmi.
    ~ Ada misi di balik dongeng tersebut, mereka ingin membela ajaran Syekh mereka dengan cara berdusta dan membodohi para pengikut setia mereka, dan mengalihkan semua Fatwa Ulama hlus Sunnah Waljama’ah kepada ajaran lain yang hampir serupa nama nya dalam penulisan dan bacaan nya.
    ~ Fatwa Ulama Ahlus Sunnah seluruh Madzhab, ditujukan kepada ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab An-Najdi, yakni ajaran Salafi-Wahabi.
    ~ Wahabi dalam dongeng tersebut tidak ada hubungan dengan Salafi-Wahabi, bukan sebagai bukti sesat nya atau tidak sesat nya.
    ~ Wahhabi yang sesungguhnya hanya ada satu yakni ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi, karena ajaran Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum tidak pernah dinamakan dengan nama Wahhabi kecuali hanya dalam dongeng itu saja.
    ~ Hati-hati membaca dongeng, jangan sampai anda termakan dan menjadi korban sebuah dongeng, apalagi dongeng dalam masalah Agama.
    Semoga tulisan ini menjadi ilmu bagi penulis dan pembaca semua, dan juga kepada siapa pun yang pernah termakan oleh dongeng itu, Wallahul muwaffiq ila aqwamit thoriq, amiin…
    (dipaste dari teman2 Aswaja)
    Mana yg bener yaa.
    Yg suka bohong wahabi apa kita yaa?!!

    1. Makasih banyak mas penjelasannya. Jadi ada 2 pertanyaan buat kaum wahabi
      1. Apakah seperti ini cara berdakwah?
      2. Dilihat dari membedakan kata wahbiyah dan wahabiyah, kaum salafi wahabi tidak bisa membedakan, artinya pemahaman bahasa arab nya 0 BESAR , lha sekarang memahami alquran hadis tanpa guru dan modal bahasa arab pas pasan, Hasil tafsirannya seperti apa?

    2. tambah aneh saja perdebatan ini, yang berdiri di blok ‘wahabi’ membawakan hujah aswaja. sedangkan yang di blok aswaja, menghantam hujah wahabi, karena mereka wahabi.
      he mana moderatornya?
      (semua kita maklumlah, karena memang blog ini tak bergaji, alias ikhlas-ikhlasan saja).

  22. jangan menyebut kaum khowarij karana ciri2 kaum khowarij ada pada kalian:
    – kaum khowarij berjdad hitam , kalian kuranglebih sama. mungkin biar dikira ahli sujud.
    -Membunuh AhlulQiblah kalian mencotoh Khowarij.
    Khowarij membunuh Ali,kw kalian membunuh syeh Abdullah Azzawawi mufti syafi’i di
    Mekah Al-Mukarromah
    -Khowarij mengkafirkan Khalifah Rusulillah AmirulMu’minin , kalian mengkafirkan kami
    Siapa yg lebih mirip Khowarij WAHABI atau Kami?

  23. Wahabi(Ahluussunnah wal jama’ah) apa betul?
    Ada 10 ciri2 Ciri2 Ahlussunnah waljama’ah menurut Ibnu Umar :
    1.Sholat maktubah dg berjama’ah. Karena wahabi ingin dikatakan AWJ (ahlussunnah waljama’ah) kaum sempalan ini menggalakan Sholat berjamaah. ciri2 ini wahabi kelihatanya lolos dari syarat ini.
    2.Tdk mencaci / mencela sahabat Nabi. Wahabi menghina sahabt BILAL (terompahnya sudah terdengar di Surga) dg mencela Tawassul yg dilakukan Sahabat BILAL.
    3.Tdk berontak terhadap pemerintah yg sah. (selama pemimpinya mendirikan sholat)
    Kelompok sempalan ini telah melakukan makar/memberontak Daulah Islamiyah Ustmani.
    4.Tidak pernah ragu keimananya kpd Allah swt.
    entahlah dg membagi Tauhid menjadi 3 Apakah ini bentuk keraguan kepada Allah swt?
    Hanya Allah yg Tahu
    5.Percaya semua ketentuan baik dan buruk adalah dari Allah. Hanya Allah yg Tahu
    6.Tidak berdebat dalam agama KECUALI dg yg Baik/Bilhikmah.
    Kaum sempalan ini/ wahabi sangat alergi dg perbedaan lalu memvonis amalan AhlulQiblah Bid’ah, Syirik dll. seakan Muhammad Ibnu Wahab yg tdk pernah salah bukankah Nabi kita Muhammad ibnu Abdillah BUKAN Muhammad ibnu Wahab?
    7.Tidak mengkafirkan AhlulQiblah. kafir menkafir Wahabi Biangnya.
    8.senantiasa mau mensholati selama orang itu masih sholat. ana tdk faham bagaimana kelakuan wahabi. Hanya Allah g Tahu
    9. Memakai Muzah. inipun ana sangat fakir.
    10. Sholat tdk memilih2 Imam. inipun ana fakir.
    bagaimana dg kalian apakah betul Ahlussunnah walJama’ah?
    pengakuan dibibir tak berarti kalau hatinya busuk.

  24. SUDAH TAHU ORANG ORIENTALIS KOQ YA DIPERCAYA. SIAPA SIH MR.HEMPLER INI? MAJHUL.
    Daulah Turki Uthmani dihancurkan oleh konspirasi orang2 yahudi orientalis melalui mustafa kemal attaturk. Bubar pada th1924.koq bisa2nya yg dituduh syaikh Muhammad Ibul Abdul Wahhab.

    1. itu di turki bung, bagaimana di dua tanah haram bukankah yg berkuasa ahirnya Muhammad Su’ud dg Ulama’nya Muhammad ibnu Wahab? baca yg lengkap bung jangan hanya sepatah.

  25. Orang kalau ga tahu sejarah bgini ini! sejarah agamanya sendiri tidak tahu, tdk bisa membedakan yg haq dan yg bathil. Jangan ikuti kebenaran karena orangnya, tapi ikutilah orang krn kebenarannya. pelajarilah ilmu, niscahnya anda akan tahu mana yg benar dan mana yg salah, kecuali Allah sudah menutup pintu hidayahnya, Naudzubillah. Siapa yg ditutup pintu hidayahnya oleh Allah, maka tdk ada yg bisa membantu membukanya, dan siapa yg diberi hidayah Oleh Allah, tidak ada yg bisa menyesatkannya.

    1. @hery
      “Orang kalau ga tahu sejarah bgini ini! sejarah agamanya sendiri tidak tahu”
      Sejarah islam yang mana ? yang benar apa yang salah alias gak pernah baca kitab aslinya.
      Coba ente baca kitab tarikh :
      -Tarikh Baghdad
      -Tarikh Damasyqi
      -Athlas al Adyan karangan Sami Bin Abdullah bin Ahmad al Thagutsa
      -Al Hujjah ala Ahli al Madinah karangan Muhammad bin al Hasan al Syaibani
      Ente jangan mau dibodohi oleh orang-orang yang mau merubah sejarah Islam, begitu juga Sanad al Su’ud, katanya sampai kepada Rasulullah, mana buktinya sanad itu sampai ?????? Kitabnya sebentar lagi akan diterbitkan, tapi kita lihat aja sanad yang sebenarnya ya!!!

  26. Bismillah Alhamdulillah, Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa’alaa aali sayyidina Muhammad.
    Sunnguh bagus kalian merapatkan shof dalam Sholat berjamaah secara lahiriyah bagus tetapi sayang kalian hanya mengambil LAHIR nya saja tetapi tdk membekas dihati terbukti kalian justru MENYEMPAL dari Jama’ah kaum muslimin.
    “Sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar” dilihat dari perbuatan kaum SEMPALAN(dari Al-Jama’ah) kelihatan sekali Sholat kalian tak bermanfaat sbg bukti:
    -Kalian membunuh ahlul qiblah sampai2 masjid saja di boom… ngeri yaa. dahwah Tauhid ?
    -Kalian suka mencela bahkan mengkafirka AhlulQiblah yg ironis Sahabat Bilal tdk luput dari takfir ini.
    -Tdk peka nasib derita yg dialami AhlulQiblah : Palestina yg merana dibiarkan begitu saja tutup mata tutup telinga.
    -Membeci AhlulQiblah yg berZikir berjama’ah :
    Dzikir adalah benteng dari Syethon dg membencinya berarti kalian membuka benteng untuk syethon .apakah ini bukan temen Syaithon?
    Sejarah mencatat syeh Ibnuu Wahab pengasa wahabi adalah teman baik (Lauren Of Arabia Mr.Hempler sang orientalis Inggris) yg menyamar sebagai Syeh Majmu’i, sejarah mencatat pula KSA(kerajaan Saudi Arabia) pangkal madzab wahabi diakui atau tdk berdirinya atas jasa besar Britain/inggris dalam rangkan meruntuhkan Daulah Islamiyah Ustmani yg sunni.
    Kami tdk terbiasa putarbalik fakta bung, justru kalian lah ahlinya. jangankan kitab sejarah (yg dijungkirbalik alias kibul-kibul mak bul) ,
    Kalian sangat terampil mengubah REDAKSI Hadist Nabi (tentang pasal Ziarah Qubur Nabi MENJADI pasal Ziarah Masjid Nabi) inikah dakwah Tauhid? bukankah kalian mengambil tempat di Neraka? beginikah cara Dahwah tauhid?
    Dg munculnya kaum belakangan (wahabi) Islam bukan menjadi Jaya tetapi justru Islam menjadi lemah, sanagt sedikit karena jurus Takfir Wahabi, Islam yg Rahmat kelihatan Islam yg Biadab akibat ulah kalian.
    Ulama’ kami jauh dari takut kehilangan kedudukan lihatlah Kaum Nahdliyin dlm membela bangsanya dari sekutu(inggris) teman syeh kalian (ibnuWahab) dalam peristiwa 10 November . Apa yg didapat Ulama’2 kami justru Kyai As’ad Samsul Arifin justru difitnah dimasukan penjara. JUSTRU yg takut kehilangan kedudukan Tahta kekuasaan panutan kalian di KSA sana (berkumpul2 dilarang bisa dipenjara)
    Dakwah tauhid Muhammad Ibnu Wahab berbeda dengan Dakwah Tauhid Muhammad Ibnu Abdillah:
    -Dakwah Muhammad ibnu Wahab dg pembunuhan sedang dahwah Muhammad Ibnu Abdillah dg bil-hikmah.
    -Dakwah Muhammad Ibnu Wahab dg Tauhid 3 (Uluhiyah,Rububiyah,AsmaWasifah)
    sedangkan Dakwah Muhammad ibnu Abdillah dg Tauhid Laailaaha illallah.

  27. Andi,mau tahu tentang wahabi?
    Pendiri Wahabi adalah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum wafat 211 H. Bukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab wafat 1206 H
    Sebenarnya, Al-Wahabiyah merupakan firqah sempalan Ibadhiyah khawarij yang timbul pada abad ke 2 (dua) Hijriyah (jauh sebelum masa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab), yaitu sebutan Wahabi nisbat kepada tokoh sentralnya Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211 H. Wahabi merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada ahli sunnah, sangat membenci syiah dan sangat jauh dari Islam.
    Untuk menciptakan permusuhan di tengah Umat Islam, kaum Imperialisme dan kaum munafikun memancing di air keruh dengan menyematkan baju lama (Wahabi) dengan berbagai atribut penyimpangan dan kesesatannya untuk menghantam dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau setiap dakwah mana saja yang mengajak untuk memurnikan Islam. Karena dakwah beliau sanggup merontokkan kebatilan, menghancurkan angan-angan kaum durjana dan melumatkan tahta agen-agen asing, maka dakwah beliau dianggap sebagai penghalang yang mengancam eksistensi mereka di negeri-negeri Islam.
    Contohnya: Inggris mengulirkan isue wahabi di India, Prancis menggulirkan isu wahabi di Afrika Utara, bahkan Mesir menuduh semua kelompok yang menegakkan dakwah tauhid dengan sebutan Wahabi, Italia juga mengipaskan tuduhan wahabi di Libia, dan Belanda di Indonesia, bahkan menuduh Imam Bonjol yang mengobarkan perang Padri sebagai kelompok yang beraliran Wahabi. Semua itu, mereka lakukan karena mereka sangat ketakutan terhadap pengaruh murid-murid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang mengobarkan jihad melawan Imperialisme di masing-masing negeri Islam.
    Tuduhan buruk yang mereka lancarkan kepada dakwah beliau hanya didasari tiga faktor:
    1. Tuduhan itu berasal dari para tokoh agama yang memutarbalikkan kebenaran, yang hak dikatakan bathil dan sebaliknya, keyakinan mereka bahwa mendirikan bangunan dan masjid di atas kuburan, berdoa dan meminta bantuan kepada mayit dan semisalnya termasuk bagian dari ajaran Islam. Dan barangsiapa yang mengingkarinya dianggap membenci orang-orang shalih dan para wali.
    2. Mereka berasal dari kalangan ilmuwan namun tidak mengetahui secara benar tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan dakwahnya, bahkan mereka hanya mendengar tentang beliau dari pihak yang sentimen dan tidak senang Islam kembali jaya, sehingga mereka mencela beliau dan dakwahnya sehingga memberinya sebutan Wahabi.
    3. Ada sebagian dari mereka takut kehilangan posisi dan popularitas karena dakwah tauhid masuk wilayah mereka, yang akhirnya menumbangkan proyek raksasa yang mereka bangun siang malam.
    Dan barangsiapa ingin mengetahui secara utuh tentang pemikiran dan ajaran Syaikh Muhammad (Abdul Wahab) maka hendaklah membaca kitab-kitab beliau seperti Kitab Tauhid, Kasyfu as-Syubhat, Usul ats-Tsalatsah dan Rasail beliau yang sudah banyak beredar baik berbahasa arab atau Indonesia.
    Penulis: Ustadz Zainal Abidin, Lc. Dan Artikel ini sebelumnya dipublikasikan oleh Koran Republika, edisi Selasa, 25 Agustus 2009.Dipublikasi ulang oleh muslim.or.id dengan penambahan beberapa catatan kecil.
    http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html
    FATWA AL-LAKHMI DITUJUKAN KEPADA WAHABI (ABDUL WAHHAB BIN ABDURRAHMAN BIN RUSTUM) SANG TOKOH KHAWARIJ BUKAN KEPADA SYAIKH MUHAMMAD ABDUL WAHAB
    Mengenai fatwa Al-Imam Al-Lakhmi yang dia mengatakan bahwa Al-Wahhabiyyah adalah salah satu dari kelompok sesat Khawarij. Maka yg dia maksudkan adalah Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum dan kelompoknya bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya. Hal ini karena tahun wafat Al-Lakhmi adalah 478 H sedangkan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab wafat pada tahun 1206 H /Juni atau Juli 1792 M. Amatlah janggal bila ada orang yg telah wafat namun berfatwa tentang seseorang yg hidup berabad-abad setelahnya. Adapun Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum maka dia meninggal pada tahun 211 H. Sehingga amatlah tepat bila fatwa Al-Lakhmi tertuju kepadanya. Berikut Al-Lakhmi merupakan mufti Andalusia dan Afrika Utara dan fitnah Wahhabiyyah Rustumiyyah ini terjadi di Afrika Utara. Sementara di masa Al-Lakhmi hubungan antara Najd dgn Andalusia dan Afrika Utara amatlah jauh. Sehingga bukti sejarah ini semakin menguatkan bahwa Wahhabiyyah Khawarij yg diperingatkan Al-Lakhmi adl Wahhabiyyah Rustumiyyah bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya. [Lihat kitab Al-Mu’rib Fi Fatawa Ahlil Maghrib, karya Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi, juz 11.]
    Penulis: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Lc. Syariah Manhaji 24 – Maret – 2006 20:20:30
    Perbedaan Da’wah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum Dan Da’wah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab
    1.Da’wah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum (Khawarij)
    Khawarij adalah salah satu kelompok dari kaum muslimin yang mengkafirkan pelaku maksiat (dosa besar), membangkang dan memberontak terhadap pemerintah Islam, dan keluar dari jama’ah kaum muslimin.
    Termasuk dalam kategori Khawarij, adalah Khawarij generasi awal (Muhakkimah Haruriyah) dan sempalan-sempalannya, seperti al-Azariqah, ash-Shafariyyah, dan an-Najdat –ketiganya sudah lenyap– dan al-Ibadhiyah –masih ada hingga sekarang–. Termasuk pula dalam kategori Khawarij, adalah siapa saja yang dasar-dasar jalan hidupnya seperti mereka, seperti Jama’ah Takfir dan Hijrah. Atas dasar ini, maka bisa saja Khawarij muncul di sepanjang masa, bahkan betul-betul akan muncul pada akhir zaman, seperti telah diberitakan oleh Rasulullah.
    “Pada akhir zaman akan muncul suatu kaum yang usianya rata-rata masih muda dan sedikit ilmunya. Perkataan mereka adalah sebaik-baik perkataan manusia, namun tidaklah keimanan mereka melampaui tenggorokan Maksudnya, mereka beriman hanya sebatas perkataan tidak sampai ke dalam hatinya – red. Mereka terlepas dari agama; maksudnya, keluar dari ketaatan – red sebagaimana terlepasnya anak panah dari busurnya. Maka di mana saja kalian menjumpai mereka, bunuhlah! Karena hal itu mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR. Al Bukhari no. 6930, Muslim no. 1066)
    Lihat kelengkapannya Di sini
    http://alqiyamah.wordpress.com/2008/06/22/khawarij-bahaya-laten-bagi-kaum-muslimin/
    2. Da’wah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab (Ahlussunnah Wal Jama’ah)
    Alangkah baiknya kami paparkan terlebih dahulu penjelasan singkat tentang hakikat dakwah yang beliau serukan. Karena hingga saat ini ‘para musuh’ dakwah beliau masih terus membangun dinding tebal di hadapan orang-orang awam, sehingga mereka terhalang untuk melihat hakikat dakwah sebenarnya yang diusung oleh beliau.
    Syaikh berkata,
    “Segala puji dan karunia dari Allah, serta kekuatan hanyalah bersumber dari-Nya. Sesungguhnya Allah ta’ala telah memberikan hidayah kepadaku untuk menempuh jalan lurus, yaitu agama yang benar; agama Nabi Ibrahim yang lurus, dan Nabi Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Alhamdulillah aku bukanlah orang yang mengajak kepada ajaran sufi, ajaran imam tertentu yang aku agungkan atau ajaran orang filsafat.
    Akan tetapi aku mengajak kepada Allah Yang tiada sekutu bagi-Nya, dan mengajak kepada sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah diwasiatkan kepada seluruh umatnya. Aku berharap untuk tidak menolak kebenaran jika datang kepadaku. Bahkan aku jadikan Allah, para malaikat-Nya serta seluruh makhluk-Nya sebagai saksi bahwa jika datang kepada kami kebenaran darimu maka aku akan menerimanya dengan lapang dada. Lalu akan kubuang jauh-jauh semua yang menyelisihinya walaupun itu perkataan Imamku, kecuali perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena beliau tidak pernah menyampaikan selain kebenaran.” (Kitab ad-Durar as-Saniyyah: I/37-38).
    “Alhamdulillah, aku termasuk orang yang senantiasa berusaha mengikuti dalil, bukan orang yang mengada-adakan hal yang baru dalam agama.” (Kitab Muallafat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab: V/36).
    Lihat kelengkapannya di sini
    http://muslim.or.id/manhaj/buku-putih-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahab-1.html
    http://muslim.or.id/manhaj/buku-putih-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahab-2.html
    http://muslim.or.id/aqidah/inilah-aqidah-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab.html
    Jadi ternyata Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab bukan wahabi dan wahabi bukan dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Akan tetapi Wahabi dari Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum
    Demikian pula ternyata Salafy bukan wahabi dan wahabi bukan Salafy karena berbeda dalam Aqidah dan Manhaj
    Dan negara Kerajaan Saudi Arabia bukan negara wahabi. Akan tetapi Negara Islam yang Bermanhaj Salaf
    Dan Jika Kami (Salafi) Masih dituduh Wahabi maka saksikanlah kami adalah (Salafi) Wahabi yang Bermanhaj Salaf

    1. @ibn abdul chair,
      Dongeng ini sangat populer di kalangan Salafi-Wahabi, padahal cerita ini adalah fiktif belaka dan tidak lebih dari hanya sebuah dongeng semata, tapi aneh nya dongeng ini bukan saja di sukai oleh anak-anak, tapi justru sangat popular dan di sukai oleh Ustadz atau Syekh Salafi-Wahabi, Cuma saja dongeng ini beredar dengan beragam judul, dikalangan Salafi-Wahabi lebih sering didongengkan dengan judul “Siapakah Wahabi Sesungguhnya” dan “Inilah Wahabi Sesungguhnya” dan bahkan karena terlalu terbawa dan percaya dengan dongeng ini, tanpa mencari tau kebenaran nya, sebagian orang menyangka cerita fiktif tersebut adalah sebuah kenyataan, meskipun tidak bisa membuktikan kebenaran cerita nya, karena kebiasaan para pengikut mereka yang hanya bisa membaca tapi tidak mencari fakta, hanya bisa mendengar tak bisa berkomentar, sehingga dongeng tersebut terus disebarkan oleh orang-orang yang tidak punya malu dan tanggung jawab (semoga Allah membalas nya dengan balasan yang setimpal).
      Dongeng tersebut menceritakan tentang ajaran seorang yang bernama Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum [208 H/823 M] atau konon disebut dengan nama Wahhabi, dan di akhir cerita di vonis sesat oleh seorang Ulama bernama Al-Lakhmi atau nama lengkap Ali bin Muhammad Al-Lakhmi [478 H/1085 M], adapun bila ada kesamaan nama atau sebutan dalam dongen tersebut hanyalah sebuah kebetulan atau memang ada misi dibalik nama-nama tersebut, namun nama-nama dan sebutan dalam dongeng ini tidak ada hubungan dengan Salafi-Wahabi dengan bermacam varian nya, yang juga difatwakan sesat oleh Ulama Ahlus Sunnah Waljama’ah seluruh dunia, karena Wahabi yang difatwakan sesat oleh Ulama Ahlus Sunnah sedunia adalah ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi [1206 H/1791M], sekali lagi bahwa Wahabi dalam dongeng tersebut tidak ada hubungan apa pun dengan Wahabi yang beredar disekeliling kita sekarang ini atau yang sering menyebut diri nya Salafi, meri kita ikuti dongeng ini sampai akhir, agar generasi kita tidak termakan oleh sebuah dongeng atau cerita yang tidak bisa dibuktikan kebenaran nya (semoga Allah menjaga kita semua dari fitnah Agama ini).
      Begini Cerita nya ! Dongeng ini kami copas dari situs Syekh Salafi-Wahabi, tapi ingat ini hanya sebuah dongeng ! harap baca sampai tuntas, agar tidak salah paham
      (awal dongeng)- Cerita ini berawal dari dialog antara Syaikh Muhammad bin Sa’ad Asy Syuwai’ir dengan para masyaikh/dosen-dosen disuatu Universitas Islam di Maroko (tidak jelas Universitasnya).
      Salah seorang Dosen itu berkata: ”Sungguh hati kami sangat mencintai Kerajaan Saudi Arabia, demikian pula dengan jiwa-jiwa dan hati-hati kaum muslimin sangat condong kepadanya,dimana setiap kaum muslimin sangat ingin pergi kesana, bahkan antara kami dengan kalian sangat dekat jaraknya. Namun sayang, kalian berada diatas suatu Madzhab, yang kalau kalian tinggalkan tentu akan lebih baik, yaitu Madzhab Wahabi.”
      Kemudian Asy Syaikh dengan tenangnya menjawab: ”Sungguh banyak pengetahuan yang keliru yang melekat dalam pikiran manusia, yang mana pengetahuan tersebut bukan diambil dari sumber-sumber yang terpercaya, dan mungkin kalian pun mendapat khabar-khabar yang tidak tepat dalam hal ini.
      Baiklah, agar pemahaman kita bersatu, maka saya minta kepada kalian dalam diskusi ini agar mengeluarkan argumen-argumen yang diambil dari sumber-sumber yang terpercaya,dan saya rasa di Universitas ini terdapat Perpustakaan yang menyediakan kitab-kitab sejarah islam terpercaya .Dan juga hendaknya kita semaksimal mungkin untuk menjauhi sifat Fanatisme dan Emosional.”
      Dosen itu berkata : ”saya setuju denganmu, dan biarkanlah para Masyaikh yang ada dihadapan kita menjadi saksi dan hakim diantara kita.
      Asy Syaikh berkata : ”saya terima, Setelah bertawakal kepada Allah, saya persilahkan kepada anda untuk melontarkan masalah sebagai pembuka diskusi kita ini.”
      Dosen itu pun berkata :”baiklah kita ambil satu contoh, ada sebuah fatwa yang menyatakan bahwa firqoh wahabi adalah Firqoh yang sesat. Disebutkan dalam kitab Al-Mi ’yar yang ditulis oleh Al Imam Al-Wansyarisi, beliau menyebutkan bahwa Al-Imam Al-Lakhmi pernah ditanya tentang suatu negeri yang disitu orang-orang Wahabiyyun membangun sebuah masjid,”Bolehkan kita Sholat di Masiid yang dibangun olehorang-orang wahabi itu ??”maka Imam Al-Lakhmi pun menjawab:”Firqoh Wahabiyyah adalah firqoh yang sesat, yang masjidnya wajib untuk dihancurkan, karena mereka telah menyelisihi kepada jalannya kaum mu ’minin, dan telah membuat bid’ah yang sesat dan wajib bagi kaum muslimin untuk mengusir mereka dari negeri-negeri kaum muslimin ”.
      Dosen itu berkata lagi :”Saya rasa kita sudah sepakat akan hal ini, bahwa tindakan kalian adalah salah selama ini,”
      Kemudian Asy Syaikh menjawab : ”Tunggu dulu..!! kita belum sepakat, lagipula diskusi kita ini baru dimulai, dan perlu anda ketahui bahwasannya sangat banyak fatwa yang seperti ini yang dikeluarkan oleh para ulama sebelum dan sesudah Al-Lakhmi, untuk itu tolong anda sebutkan terlebih dahulu kitab yang menjadi rujukan kalian itu !”
      Dosen itu berkata: ”anda ingin saya membacakannya dari fatwanya saja, atau saya mulai dari sampulnya ??”
      Asy Syaikh menjawab:”dari sampul luarnya saja.”
      Dosen itu kemudian mengambil kitabnya dan membacakannya: ”Namanya adalah Kitab Al-Mi’yar,yang dikarang oleh Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi. Wafat pada tahun 914 H dikotaFas, di Maroko.”
      Kemudian Asy Syaikh berkata kepada salah seorang penulis di sebelahnya:”wahai syaikh, tolong catat baik- baik, bahwa Imam Al-Wansyarisi wafat pada tahun 914 H. Kemudian bisakah anda menghadirkan biografi Imam Al- Lakhmi??”
      Dosen itu berkata:”Ya,”kemudian dia berdiri menuju salah satu rak perpustakaan, lalu dia membawakan satu juz dari salah satu kitab-kitab yang mengumpulkan biografi ulama. Didalam kitab tersebut terdapat biografi Ali bin Muhammad Al-Lakhmi, seorang Mufti Andalusia dan Afrika Utara.
      Kemudian Asy Syaikh berkata : ”Kapan beliau wafat?”
      Yang membaca kitab menjawab: ”beliau wafat pada tahun 478 H”
      Asy Syaikh berkata kepada seorang penulis tadi: ”wahai syaikh tolong dicatat tahun wafatnya Syaikh Al-Lakhmi ” kemudian ditulis.
      Lalu dengan tegasnya Asy Syaikh berkata : ”Wahai para masyaikh….!!! Saya ingin bertanya kepada antum semua …!!! Apakah mungkin ada ulama yang memfatwakan tentang kesesatan suatu kelompok yang belum datang (lahir) ???? kecuali kalau dapat wahyu????”
      Mereka semua menjawab :”Tentu tidak mungkin, Tolong perjelas lagi maksud anda !”
      Asy syaikh berkata lagi : ”bukankah wahabi yang kalian anggap sesat itu adalah dakwahnya yang dibawa dan dibangun oleh Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab????
      Mereka berkata : ”Siapa lagi???”
      Asy Syaikh berkata:”Coba tolong perhatikan..!!! Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab lahir pada tahun 1115 H dan wafat pada tahun 1206 H, …
      Nah,ketika Al-Imam Al-Lakhmi berfatwa seperi itu, jauh RATUSAN TAHUN lamanya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab belum lahir..bahkan sampai 22 generasi keatas dari beliau sama belum yang lahir..apalagi berdakwah..
      KAIF ??? GIMANA INI???
      (Merekapun terdiam beberapa saat..)
      Kemudian mereka berkata:”Lalu sebenarnya siapa yang dimaksud Wahabi oleh Imam Al-Lakhmi tersebut ??” mohon dielaskan dengan dalil yang memuaskan, kami ingin mengetahui yang sebenarnya !”
      Asy Syaikh pun menjawab dengan tenang : ”Apakah anda memiliki kitab Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya, yang ditulis oleh Al-Faradbil, seorang kebangsaan Francis ?”
      Dosen itu berkata:”Ya ini ada,”
      Asy Syaikh pun berkata :”Coba tolong buka di huruf “ wau” ..maka dibukalah huruf tersebut dan munculah sebuah judul yang tertulis “ Wahabiyyah”
      Kemudian Asy Syaikh menyuruh kepada Dosen itu untuk membacakan tentang biografi firqoh wahabiyyah itu.
      Dosen itu pun membacakannya: ”Wahabi atau Wahabiyyah adalah sebuah sekte KHOWARIJ ABADHIYYAH yang dicetuskan oleh Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum Al-Khoriji Al- Abadhi, Orang ini telah banyak menghapus Syari’at Islam, dia menghapus kewajiban menunaikan ibadah haji dan telah terjadi peperangan antara dia dengan beberapa orang yang menentangnya. Dia wafat pada tahun 197 H dikotaThorat di Afrika Utara. Penulis mengatakan bahwa firqoh ini dinamai dengan nama pendirinya, dikarenakan memunculkan banyak perubahan dan dan keyakinan dalam madzhabnya. Mereka sangat membenci Ahlussunnah.
      Setelah Dosen itu membacakan kitabnya Asy Syaikh berkata : ”Inilah Wahabi yang dimaksud oleh imam Al-Lakhmi, inilah wahabi yang telah memecah belah kaum muslimin dan merekalah yang difatwakan oleh para ulamaAndalusiadan Afrika Utara sebagaimana yang telah kalian dapati sendiri dari kitab-kitab yang kalian miliki. Adapun Dakwah yang dibawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang didukung oleh Al-Imam Muhammad bin Su’ud-Rahimuhumallah-, maka dia bertentangan dengan amalan dakwah Khowarij, karena dakwah beliau ini tegak diatas kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih, dan beliau menjauhkan semua yang bertentangan dengan keduanya, mereka mendakwahkah tauhid, melarang berbuat syirik, mengajak umat kepada Sunnah dan menjauhinya kepada bid ’ah, dan ini merupakan Manhaj Dakwahnya para Nabi dan Rasul. (akhir dongeng)
      tulah dongeng lengkap yang sering diceritakan oleh para Syekh Salafi-Wahabi kepada pengikut setia mereka, hati-hati jangan terjebak oleh dongeng ini …..!!!
      BENARKAH CERITA ITU SEBUAH DONGENG ?
      Dalam dongeng itu menceritakan bahwa ajaran Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum bernama Wahhabiyah nisbah kepada nama Abdul Wahhab, ternyata ajaran yang disebarkan oleh Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum itu bukan Wahhabiyyah ( الوهابيه ) tapi Wahbiyyah ( الوهبية ), lalu kenapa juga ajaran nya disebut Wahbiyyah ? apakah Wahbiyyah itu nisbah kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum ? nah tentu saja bukan karena ajaran Wahbiyyah tersebut adalah nisbah kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi (38 H) [عبد الله بن وهب الراسبي] [Lihat Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya- halaman 145], lalu pecah kepada beberapa firqah, nah firqah nya Abdul wahhab bin Abdirrahman bin Rustum di sebut Wahbiyyah Rustumiyyah (bukan Wahhabiyyah Rustumiyyah), bahkan dalam kitab yang tersebut di atas sangat jelas bahwa Al-Lakhmi di tanyakan tentang kaum Wahbiyyah, bukan tentang Wahhabiyyah, tetapi dalam dongeng disebutkan bahwa Al-Lakhmi ditanyakan tentang Wahhabiyyah, ini jelas-jelas tipuan dan pembodohan, simak penjelasan berikut ini :
      Dalam kitab Tarikh Ibnu Khaldun juzuk II halaman 98, beliau berkata :
      وكان يزيد قد أذل الخوارج ومهد البلاد فكانت ساكنة أيام روح ورغب في موادعة عبد الوهاب بن رستم وكان من الوهبية فوادعه
      Perhatikan dari teks di atas : (ﻭﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﻫﺒﻴﺔ)
      dan adalah Abdul Wahhab bin Rustum sebagian dari “Wahbiyyah”
      Maksudnya, Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum adalah pengikut Wahbiyyah bukan Wahhabiyyah, dan juga bukan pendiri Wahbiyyah sehingga ada anggapan bahwa ajaran nya bernama Wahhabiyyah nisbah kepada nama nya Abdul Wahhab, sunnguh anggapan yang sangat keliru, perbedaan antara Wahbiyyah dan Wahhabiyyah bagaikan langit dan bumi, baik dari penulisan atau bacaan nya, atau pun pada nisbah dan ajaran nya, tapi kemiripan penulisan tulisan dan bacaan nya membantu para Syekh Salafi-Wahabi untuk menipu para simpatisan mereka, maka tertipulah orang-orang yang hanya bisa melihat tapi tak mau berpikir. (na’uzubillah)
      Bahkan dalam Al-Mi’yaar al-Mu’rib wa al-Jaami’ al-Mughrib ‘an Fataawaa Ifriiqiyyah wa al-Andalus wa al-Maghrib juzuk 11 halaman 168 di tulis oleh Ahmad bin Yahya Al-Wansyarisi (sebagaimana rujukan dalam dongeng di atas)
      وسئل اللخمي عن قوم من الوهبية سكنوا بين أظهر أهل السنة زمانا وأظهروا الآن مذهبهم وبنوا مسجدا ويجتمعون فيه ويظهرون مذهبهم في بلد فيه مسجد مبني لأهل السنة زمانا ، وأظهروا أنه مذهبهم وبنوا مسجدا يجتمعون فيه ويأتي الغرباء من كل جهة كالخمسين والستين ، ويقيمون عندهم ، ويعملون لهم بالضيافات ، وينفردون بالأعياد بوضع قريب من أهل السنة . فهل لمن بسط الله يده في الأرض الإنكار عليهم ، وضربهم وسجنهم حتى يتوبوا من ذلك ؟
      Perhatikan dari teks di atas : (ﻭﺳﺌﻞ ﺍﻟﻠﺨﻤﻲ ﻋﻦ ﻗﻮﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﻫﺒﻴﺔ)
      “Dan Al-Lakhmi ditanyakan tentang satu kaum dari Wahbiyyah”
      Maksudnya, Imam Al-Lakhmi ditanyakan tentang satu firqah dari Wahbiyyah, sementara dalam dongeng di atas disebutkan Al-Lakhmi ditanyakan tentang firqah Wahhabiyyah, sangat jelas ini tipuan belaka, Wahhabiyyah dalam penulisan bahasa Arab ber-tasydid pada (Ha) dan ada (Alif) di depan (Ha), sementara Wahbiyyah tulisan nya tidak ber-tasydid pada (Ha) dan tidak ada (Alif) di depan (Ha), maka fatwa Al-Lakhmi bukan tentang faham Wahhabiyyah, tapi tentang firqah Wahbiyyah, dan tidak ada hubungan antara Wahhabiyyah dan Wahbiyyah Rustumiyyah ibadhiyyah.
      Dan dalam buku seorang sejarawan asal Prancis, sebagaimana rujukan dalam dongeng itu pula, yaitu Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya, yang ditulis oleh Al-Faradbil [1364 H/1945 M], lihatlah penyimpangan cerita itu dengan apa yang tersebut dalam buku rujukan nya, ini tulisan Al-Faradbil dalam buku nya :
      وقد سموا أيضا الوهبيين نسبة إلى عبد الله بن وهب الراسبي ، زعيم الخوارج
      “Dan sungguh mereka dinamakan Wahbiyyin (الوهبيين) karena dinisbahkan kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi, yang di tuduh sebagai Khawarij” [Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya- halaman 145].
      Ternyata dalam buku Al-Faradbil juga tertulis Wahbiyyin, bukan Wahhabiyyin, dan dengan sharih disebutkan nisbah nya, Wahbiyyah atau Wahbiyyin bukan nisbah kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum sebagaimana dalam dongeng di atas, akan tetapi Wahbiyyah itu nisbah kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi.
      Semakin terang benderang upaya makar para syekh Salafi-Wahabi hendak memutar balikkan fakta, sungguh tipuan yang hampir sempurna, banyak trik yang telah mereka susupi dalam kitab, buku, situs dan blog mereka, dan para pengikut mereka tidak pernah mempertanyakan atau membuktikan kebenaran nya, sikap para pengikut mereka yang hanya bisa taqlid buta, semakin mendukung para syekh akan terus mempertahankan taktik ini, (semoga membuka mata para pecinta dongeng itu).
      Dan perhatikan nama-nama kitab Wahbiyyah berikut ini :
      كتـاب ( تلخيص عقائد الوَهْبِيَّة في نكتة توحيد خالق البرية ) * للشيخ إبراهيم بن بيحمان اليسجني من علماء وادي مِيزَاب بالجزائر ( ت : 1232هـ / 1817م )
      كتاب ( العقيدة الوَهْبِيَّة ) * للشيخ أبي مسلم ناصر بن سالم البَهْلانِي من علماء عُمَان ( ت : 1339هـ / 1920م )
      كتاب ( دفع شبه الباطل عن الإباضية الوَهْبِيَّة المحقة ) * للشيخ أبي اليقظان إبراهيم من علماء وادي مِيزَاب بالجزائر ( ت : 1393هـ / 1973م )
      Perhatikan, ini pengakuan dan pernyataan dari mereka sendiri bahwa faham mereka bernama “Wahbiyyah- الوَهْبِيَّة” bukan Wahhabiyyah, semua mata pun bisa melihat dengan sangat jelas, hanya hati yang ingkar yang masih mempertahankan cerita yang tidak bisa dibuktikan kebenaran nya, ketika cerita atau sejarah sudah tidak lagi sesuai dengan fakta, maka pantaslah cerita itu masuk dalam kategori Dongeng, silahkan saja bercerita, tapi bukan untuk di percaya, tapi seharusnya seorang Ustadz tidak mengelabui murid-murid nya dengan cerita dusta, apalagi setingkat Ustadz lulusan luar negeri, sungguh sangat disayangkan. (semoga allah membuka mata mereka)
      WAHHABI ADALAH NAMA AJARAN SYEKH MUHAMMAD IBNU ABDIL WAHHAB AT-TAMIMI AN-NAJDI
      berikut bukti pengakuan dari Syaikh Wahabi yakni Ibnu Baz dalam kitab Fatawa Nur ‘ala al-darb pada soal yang ke 6 sebagai berikut :
      س 6 – يقول السائل: فضيلة الشيخ، يسمي بعض الناس عندنا العلماء في المملكة العربية السعودية بالوهابية فهل ترضون بهذه التسمية؟ وما هو الرد على من يسميكم بهذا الاسم؟
      “Soal ke 6 – Seseorang bertanya kepada Syaikh : Sebagian manusia menamakan Ulama-Ulama di Arab Saudi dengan nama Wahabi [Wahabiyyah], adakah antum ridho dengan nama tersebut ? dan apa jawaban untuk mereka yang menamakan antum dengan nama tersebut ?”
      Syaikh Ibnu Baz menjawab sebagai berikut :
      الجواب: هذا لقب مشهور لعلماء التوحيد علماء نجد ينسبونهم إلى الشيخ الإمام محمد بن عبد الوهاب رحمة الله عليه
      “Jawab : Penamaan tersebut masyhur untuk Ulama Tauhid yakni Ulama Nejed [Najd], mereka menisbahkan para Ulama tersebut kepada Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab.
      dan bahkan Ibnu Baz memuji nama tersebut, ia berkata :
      فهو لقب شريف عظيم
      “Nama itu (Wahhabiyah) adalah panggilan yang sangat mulia dan sangat agung”.
      Sungguh pengakuan yang sangat jujur yang seharusnya dimiliki oleh semua Syekh Salafi-Wahabi, kenapa harus main curang kalau memang yakin dengan kebenaran dakwah Wahabi ? lagi pula kebenaran dan kesesatan bukan pada sebuah nama atau julukan, justru kebohongan yang semakin lama semakin banyak Nampak ke permukaan, akan membuat para penggemar Salafi-Wahabi kecewa, ketika mereka tau ternyata Wahabi bukan bermanhaj Salaf.
      KESALAHAN PARA SYEKH SALAFI-WAHABI DALAM DONGENG INI
      1. Menghubungkan Fatwa tentang firqah Wahbiyyah dengan firqah Wahhabiyyah.
      2. Menghilangkan atau menganggap sama Wahbiyyah dengan Wahhabiyyah.
      3. Cerita nya tidak sesuai dengan apa yang ada dalam kitab atau buku rujukan yang tersebut dalam cerita itu.
      4. Menceritakan bahwa Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum adalah pendiri Wahbiyyah, agar sesuai dengan tujuan cerita.
      5. Ternyata tidak ada ajaran bernama Wahhabi pada masa daulah Rustumiyyah.
      6. Wahbiyyah ternyata nisbah kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi.
      7. Main curang untuk membela satu paham yang mereka anggap benar.
      MISI DIBALIK DONGENG INI
      Siapa pun bisa menebak apa misi di balik trik ini, trik yang sudah terlalu sering digunakan oleh para Syekh Wahhabi Saudi, walaupun trik ini kelihatan sangat super bodoh tapi tetap mereka pertahankan, karena sangat efektif mempengaruhi orang bodoh (awam), ideologi bodoh itu sangat ilmiah dan masuk akal di kalangan orang bodoh, tapi orang yang berpendidikan pasti bisa melihat apa maksudnya dongeng itu ? dia pasti bisa merasakan ada sesuatu di balik cerita yang tidak ada manfaat itu, dan bahkan sangat jelas dalam dongeng itu pun telah ada pembelaan terhadap ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab, kemiripan sebuah nama, mereka gunakan untuk menutupi kesesatan ajaran mereka, agar orang buta bertambah gelap dalam kebutaan nya, dan menyangka itulah Wahhabi sesungguhnya yang difatwakan sesat oleh ulama Ahlus Sunnah, dan ajaran sesat Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab pun terlepas dengan hanya sebuah dongeng belaka (na’uzubillah min dzalik).
      FATWA ULAMA AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH TENTANG AJARAN SYEKH MUHAMMAD BIN ABDIL WAHHAB AT-TAMIMI
      Al-Imam Ibn Abidin Al-Hanafi berkata :
      Keterangan tentang pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab, kaum Khawarij pada masa kita. Sebagaimana terjadi pada masa kita, pada pengikut Ibn Abdil Wahhab yang keluar dari Najd dan berupaya keras menguasai dua tanah suci. Mereka mengikuti madzhab Hanabilah. Akan tetapi mereka meyakini bahwa mereka saja kaum Muslimin, sedangkan orang yang berbeda dengan keyakinan mereka adalah orang-orang musyrik. Dan oleh sebab itu mereka menghalalkan membunuh Ahlussunnah dan para ulamanya sampai akhirnya Allah memecah kekuatan mereka, merusak negeri mereka dan dikuasai oleh tentara kaum Muslimin pada tahun 1233 H. (Hasyiyah Raddul Muhtar ‘ala Ad-Durr al-Mukhtar-juzuk 4- halaman 262).
      Al-Imam Muhammad bin Abdullah bin Humaid Al-Hanbali An-Najdi berkata :
      Abdul Wahhab bin Sulaiman At-Tamimi An-Najdi, adalah ayah pembawa dakwah Wahhabiyah, yang percikan apinya telah tersebar di berbagai penjuru. Akan tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. Padahal Muhammad (pendiri Wahhabi) tidak terang-terangan berdakwah kecuali setelah meninggalnya sang ayah. Sebagian ulama yang aku jumpai menginformasikan kepadaku, dari orang yang semasa dengan Syaikh Abdul Wahhab ini, bahwa beliau sangat murka kepada anaknya, karena ia tidak suka belajar ilmu fiqih seperti para pendahulu dan orang-orang di daerahnya. Sang ayah selalu berfirasat tidak baik tentang anaknya pada masa yang akan datang. Beliau selalu berkata kepada masyarakat, “Hati-hati, kalian akan menemukan keburukan dari Muhammad.” Sampai akhirnya takdir Allah benar-benar terjadi. Demikian pula putra beliau, Syaikh Sulaiman (kakak Muhammad bin Abdul Wahhab), juga menentang terhadap dakwahnya dan membantahnya dengan bantahan yang baik berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Syaikh Sulaiman menamakan bantahannya dengan judul Fashl al-Khithab fi al-Radd ‘ala Muhammad bin Abdul Wahhab. Allah telah menyelamatkan Syaikh Sulaiman dari keburukan dan tipu daya adiknya meskipun ia sering melakukan serangan besar yang mengerikan terhadap orang-orang yang jauh darinya. Karena setiap ada orang yang menentangnya, dan membantahnya, lalu ia tidak mampu membunuhnya secara terang-terangan, maka ia akan mengirim orang yang akan menculik dari tempat tidurnya atau di pasar pada malam hari karena pendapatnya yang mengkafirkan dan menghalalkan membunuh orang yang menyelisihinya. (As-Suhub Al-Wabilah ‘ala Dharaih Al-Hanabilah-halaman 275).
      Al-Imam Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan Asy-Syafi’I Al-Makki :
      Sayyid Abdurrahman al-Ahdal, mufti Zabid berkata: “Tidak perlu menulis bantahan terhadap Ibn Abdil Wahhab. Karena sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam cukup sebagai bantahan terhadapnya, yaitu “Tanda-tanda mereka (Khawarij) adalah mencukur rambut (maksudnya orang yang masuk dalam ajaran Wahhabi, harus mencukur rambutnya)”. Karena hal itu belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari kalangan ahli bid’ah. (Fitnah Al-Wahhabiyah, halaman. 54).
      Al-Imam Ahmad bin Muhammad As-Shawi Al-Maliki :
      Ayat ini turun mengenai orang-orang Khawarij, yaitu mereka yang mendistorsi penafsiran al-Qur’an dan Sunnah, dan oleh sebab itu mereka menghalalkan darah dan harta benda kaum Muslimin sebagaimana yang terjadi dewasa ini pada golongan mereka, yaitu kelompok di negeri Hijaz yang disebut dengan aliran Wahhabiyah, mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat), padahal merekalah orang-orang pendusta. (Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain- juzuk 3- halaman 307).
      Pandangan Ulama empat madzhab di atas sangat jelas untuk ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi yang bernama Wahhabi, bukan untuk ajaran Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum atau Firqah Wahbiyyah Rustumiyyah Ibadhiyyah.
      KESIMPULAN
      ~ Firqah yang difatwakan sesat oleh Al-Lakhmi dalam dongeng adalah ajaran yang dinisbahkan kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum yang bernama Wahhabiyyah, tapi kenyataan nya dalam rujukan kitab itu, bukan bernama Wahhabiyyah tapi Wahbiyyah.
      ~ Wahbiyyah bukan nisbah kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum, tapi nisbah kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi.
      ~ Wahbiyyah dan Wahhabiyyah adalah dua nama untuk dua ajaran yang berbeda dan masa berbeda.
      ~ Wahhabi atau Wahhabiyyah yang telah difatwakan sesat oleh Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah semua Madzhab, sejak kemunculan nya sampai sekarang adalah ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi, dan tidak ada hubungan dengan fatwa Al-Lakhmi.
      ~ Ada misi di balik dongeng tersebut, mereka ingin membela ajaran Syekh mereka dengan cara berdusta dan membodohi para pengikut setia mereka, dan mengalihkan semua Fatwa Ulama hlus Sunnah Waljama’ah kepada ajaran lain yang hampir serupa nama nya dalam penulisan dan bacaan nya.
      ~ Fatwa Ulama Ahlus Sunnah seluruh Madzhab, ditujukan kepada ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab An-Najdi, yakni ajaran Salafi-Wahabi.
      ~ Wahabi dalam dongeng tersebut tidak ada hubungan dengan Salafi-Wahabi, bukan sebagai bukti sesat nya atau tidak sesat nya.
      ~ Wahhabi yang sesungguhnya hanya ada satu yakni ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi, karena ajaran Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum tidak pernah dinamakan dengan nama Wahhabi kecuali hanya dalam dongeng itu saja.
      ~ Hati-hati membaca dongeng, jangan sampai anda termakan dan menjadi korban sebuah dongeng, apalagi dongeng dalam masalah Agama.
      Semoga tulisan ini menjadi ilmu bagi penulis dan pembaca semua, dan juga kepada siapa pun yang pernah termakan oleh dongeng itu, Wallahul muwaffiq ila aqwamut thoriq, amiin…
      Di copy dari :
      http://warkopmbahlalar.com/dongeng-yang-di-populerkan-oleh-syekh-salafi-wwahabi/

      1. skak ster kang nasir…
        wahhabiyah gak sama dgn wahbiyah. Dg logika bodoh saja,huruf ta tidak sama dg huruf tsa,meski keduanya mirip. terima kasih atas penjelasannya. Semoga bermanfaat untuk semua. 🙂 …

    2. @ibnu abdul chair
      Ente berdongeng. Coba ente cari kitab nya jangan asal dongeng, itu pembodohan namanya. Seperti juga Marga/Fam “Su’ud”, bersanad sampai Rasulullah SAW.

    1. yang nggak tahu apa2 tentang Wahabi itu antum sendiri, kang. Kalau antum tahu dikibulin oleh Wahabi pastilah nggak akan mau membela Wahabi.
      Neh, saya kasih tahu sedikit tentang Wahabi. Bahwa Wahabi adalah ajaran Islam sesat dari Najd, tetapi walaupun ajarannya sesat , para penganutnya merasa ajarannya yg paling benar, selain mereka sesat. Begitulah Kang sedikit tentang Wahabi, aneh kan? Masak Ummat Islam yg mayoritas sesat sedangkan Wahabi yg pengikutnya seuprit paling benar dan masuk surga sendirian? Gagal dong dakwah Nabi Saw, kalau cuma menghasilkan Islam model Wahabi, ya nggak Kang?

  28. Semoga diberikan kemudahan saudaraku untuk mencari ilmu agama ini yang haq. Islam hanya satu, sudah diridhoi menjadi agama kita dengan seluruh ajaran yg dicontohkan rosulullah dan disebarkan oleh sahabat2 beliau, tabiin, tabiut tabin , para ulama dan sampai kepada kita. Ajaran yang diberikan adalah ajaran yg murni, bersumber dari Al-quran dan hadits, tidak ada yang dikurangi dan tidak ada yang ditambah. Barang siapa yang menambah dan mengurangi ajaran islam, maka tentu saja itu bukan dari Rosulullah dan tidak akan diterima amalannya, apalagi yang menyelisihi para sahabat, sudah barang tentu mereka berada dalam kesesatan nyata. Semoga keluarga, saudara dan teman2 kita terlindung dari aliran sesat dan selalu menjaga kemurnian islam, sebagai rahmatan lil’alamin.

  29. Itu lho … artikel sebelumnya yg mengutip berita bahwa KSA akan membongkar kuburan Nabi. waktu itu khan berita yg dikutip dari salah satu kantor berita dari Iran (Fars News Agency). Masih inget..gak? Udah lupa? apa sy perlu ingatkan dengan tanggapan saya waktu itu?

    1. Saya juga baca postingan sebelumnya, di situ kantor berita dari Iran (Fars News Agency) juga mengutip dari sumber yg sangat bisa dipercaya, yaitu menurut Kementerian Urusan Islam Saudi Arabia sendiri yang menerbitkan sebuah pamflet tahun 2007 silam dan disusun oleh Mufti Besar Arab Saudi, Abdulaziz al-Sheikh, bahwa penghancuran kubah masjid dan meratakan makam Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar berdasarkan fatwa Abdulaziz al-Sheikh.
      Dr. Irfan al-Alawi dari Yayasan Riset Warisan Islam (Islamic Heritage Research Foundation) mengatakan sudah 10 kegiatan tahunan terkait perusakan situs Islam di Arab Saudi. “Membisunya kamum Muslimin atas penghancuran Mekkah dan Madinah adalah bencana dan kemunafikan terbesar,” tegasnya.

  30. Allhamdulillah ,
    Kang @ Ibnu Suradi,
    Terimakasih sarannya ini sebetulnya kami sendiri masih sangat labil dalam menjalankan Ibadah dan pas kebetulan dilahirkan dari orang tua pada 3 jaman dengan latar belakang nenek moyang kejawen dengan pedoman kehidup jujur,dan pokoknya Ahklak yg benar dan ini masih banyak dipakai oleh soudara2 maupun daerah lain , mereka hanya bersemedi dipagi subuh dan magrib menghadap kiblat dan tak tahu saya apa orang tua bacakan, ini setahu saya sejak kecil ….pas kebetulan pun saya mau masuk Masjid pun atas kemauan sendiri pada umur menjelang Balaig SMP, tanpa masa kecil belajar Iqro, karena tak disuruhnya mengaji dan tak pernah ada pengajian karena tinggal dikota / bukan perkampungan desa dan ini masih banyak saya kira di kota2 lain masih banyak yg sedemikian rupa menurut kawan jama ah di mesjid dng sambil mengobrolnya.
    Alhamdulillah kami sudah bisa membaca Al Qur an ,dng kemauan sendiri melaui teman kantor siapa saja dan media Internet, CD, selama hampir 4 tahun, disambung mulai Iqro di masjid pada menjelang umur 45 Tahun, dan begitu pula pada soudara kamipun sampai memanggil guru mengaji dan Alhamdulillah sudah terpanggil untuk menunaikan haji sampai 5 orang soudara ,dan ini suatu pertimbanggan mengapa kemi sekeluarga tidak menganut ajaran dari orang tua,
    Dan saya sekarang ini lebih banyak belajar dari ber bagai guru, baik dari mana saja yg bisa di terima dan share /sesampainya belajar sejarah Islam ,muali Rasul dan sahabar ,lanjut sampai membaca sejara umayah , Abasiah dll

    1. Bismillaah,
      Kang Baru Belajar Islam,
      Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”
      Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani)
      Bacalah hadits itu dengan seksama. Maka, kita dapatkan bahwa shalat merupakan barometer baik-buruknya amal ibadah kita yang lain. Bila shalat kita baik, maka baik pula amal ibadah kita yang lain. Bila shalat kita rusak, maka rusak pula amal ibadah kita yang lain. Oleh karena itu, kita musti terus belajar dengan guru sampai kita mendapatkan hadits-hadits shahih yang menjelaskan tata cara shalat Rasulullaah. Bila kita tidak belajar dengan sungguh-sungguh, maka siapa yang berani menjamin bahwa shalat kita sudah baik atau benar?
      Wallaahu a’lam.

      1. saya setuju kang, mungkin perkataan anda ada benarnya. tapi barangkali saya yang kurang jeli, sebab setahu saya, yang menjadi baromater baik buruk (amal) perbuatan itu adalah ‘Mudhgoh’ (gmn nulisnya yang benar nih?) idza soluhat, soluha l-jasadu (amal) kulluhu. mudhgoh tersebut, jika baik maka baik pula segala amal perbuatannya, begitu juga sebaliknya. mudhgoh itu apa? ‘ala wahiya al-Qolbu’ (ketahuilah bahwa mudhgoh itu adalah hati), hadis ini shohih. kalau ada yang membantah kesohihannya, wah… saya tidak ahli berdebat.
        adapun sholat, fungsinya lebih tepat pada ‘tanha ani l-fahsya’ wal munkar’.
        nampaknya, terdapat kesamaan dari keduanya, karena keduanya bermakna menjaga manusia dari amal perbuatan jahat.
        akan tetapi, setiap kata dalam Nash, baik Al-Qur’an maupun HAdis katanya menyimpan misteri dan maksudnya masing2. makanya saya menduga pasti keduanya tidak bisa disejajarkan dan disamakan. sebab yang awal memastikan. yang kedua memungkinkan. jadi maknanya; sholat itu BISA mencegah keburukan dan kemunkaran’.
        sedangkan yang pertama, jika baik hatinya, maka PASTI baik pula amal perbuatannya, begitu juga sebaliknya.
        maaf ya, hanya sekedar dugaan saya, bisa jadi saya salah dalam memahami teks yang ada.

        1. Bismillaah,
          Kang Sidqon Maafe,
          Saya telah menyampaikan hadits tentang pentingnya shalat sebagai barometer baik-buruknya amal manusia. Saya juga meyakini kebenaran hadits tentang hati yang menetukan baik-buruknya manusia. Hati yang baik yang masih fitrah akan mencari ilmu yang baik yang masih asli, yaitu apa yang dikatakan Allah (Qur’an) dan apa yang dikatakan Rasulullaah (hadits).
          Seseorang yang memiliki hati yang baik akan shalat dengan benar. Untuk itu, ia akan terus belajar dengan mendatangi guru yang beilmu lurus meski ia tinggal di tempat yang sangat jauh, mondok di pesantren meski harus berpisah dari keluarganya dalam waktu yang lama dan membaca kitab-kitab ulama meski kian sulit didapatkan hingga ia menemukan hadits-hadits yang menjelaskan tata cara shalat Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Ia tak akan berhenti mencari ilmu tentang shalat hingga ia yakin bahwa shalatnya benar sesuai dengan tata cara shalat yang diajarkan Rasulullaah kepada sahabatnya.
          Sebaliknya seseorang yang memiliki hati yang buruk, ia malas belajar tentang Islam termasuk tentang shalat. Oleh karenanya, ia melaksanakan shalat hanya mengikuti kebiasaan, keumuman dan kelaziman masyarakat di suatu tempat. Padahal ukuran kebenaran itu ada pada kesesuaian dengan Qur’an dan Sunnah (hadits) bukan pada kecocokan dengan kebiasaan, keumuman dan kelaziman di masyarakat.
          Sedangkan tentang fungsi shalat untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar, maka kita bisa melihat kenyataan bahwa kekejian dan kemungkaran masih merajalela di masyarakat di Indonesia. Apakah ini berarti bahwa shalat kita, umat Islam di Indonesia, belum berfungsi mencegah perbuatan keji dan mungkar? Bisa jadi shalat kita belum sesuai dengan tata cara shalat yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya.
          Wallaahu a’lam.

          1. wah mas… yang terakhir benar, kita semua setuju itu, fakta bahwa sholat belum berjalan sesuai fungsi dalam hal ‘tanha anil fahsa wal munkar’, itu bisa kita semua lihat, semua setujulah tentag itu.
            tetapi antum nampaknya belum ‘ngeh’ bahwa yang antum bicarakan itu adalah tentang “korelasi” bukan “fungsi sholat”. adapun fungsi sholat, berdasarkan nash tersebut, jelas; yaitu tanha anil fahsa’ wal munkar. bukan menjadikan “baik buruknya amal perbuatan”.
            yang menjadi penentu baik buruknya amal perbuatan, sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas, adalah ‘Mudhgoh/hati”. kalau dikatakan sholat berfungsi sebagai penentu baik buruknya amal perbuatan, nanti dulu. dalilnya mana dulu? coba antum teliti lagi.
            perhatikan detail ‘khitob’nya.

          2. Bismillaah,
            Kang Sidqn Maafe,
            Lalu bagaimana dengan sabda Rasulullaah: “Bila shalatnya baik, baik pula amal ibadah lainnya dan bila rusak shalatnya, rusak pula amal ibadah lainnya.” Hadits ini pernah saya sampaikan di komentar sebelumnya. Apakah hadits itu tidak menunjukkan bahwa shalat bukan barometer baik-buruknya amal ibadah manusia?
            Wallaahu a’lam.

          3. Ibnu Suradi@
            Kang Ibnu suradi, antum rupanya salah menerapkan pengertian hadits tsb, kang. Hadits tsb menggambarkan tentang hisab amal nanti di akhirat. Kalau pahala sholatnya bagus maka yg lain akan bagus. Jadi itu bukan untuk masa sekarang tapi nanti di akhirat, Kang. Kumaha atuh kang Ibnu Suradi, kok lagi-lagi salah pasang dalil, Kang?

          4. Bismillaah,
            Kang Ummati,
            Makanya, mumpung masih hidup di dunia, kita mulai dari sekarang musti terus belajar memperbaiki shalat kita hingga benar sesuai dengan shalat yang diajarkan Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Jangan sampai kita menyesal di hari kiamat karena ternyata shalat kita rusak sehingga rusak pula amal ibadah lainnya.
            Di akhirat, kita tidak bisa mempertanggungjawabkan kerusakan amal ibadah shalat kita dengan mengatakan: “Saya mengikuti guru saya.” Ingatlah firman Allah dalam Al Baqarah: “Orang yang diikuti akan berlepas diri dari orang yang mengikuti.”
            Wallaahu a’lam.

          5. Masalahnya antum menempatkan dalil tidak pada tempatnya, sholat antum jadikan barometer kelakuan baik dan buruk manusia. Banyak manusia baik kelakuannya walaupun mereka tidak perbnah sholat, itu fakta lho. Saya melihat orangh2 di sekitar saya juga banyak yg budi pekertinya bagus padahal tidak sholat.
            Apa yg dikatakan Mas Admin Ummati itu kan cuma memperingatkan antum agar jangan menempatkan dalil tidak pada tempatnya. Saya yakin kalau seorang muslim mengikuti shalat yg diajakan dalam salah satu Madzhab yg empat, insyaallah shalat yg benar. Justru shalt versi Albani itu banyak dipermasalahkan, cuma kan Wahabi itu orang2 nya sudah terlanjur merasa paling benar, jadi ya ngeyel aja bisanya. Coba antum baca lagi koment2 antum, lalu jawaban dari Sidqon Maafe, lalu apa jawaban antum yg asal jawab tapi sepintas kelihatan bener .

          6. Bismillaah,
            Kang Alex,
            Sebelum anda membuat penilaian tentang komentar saya, senaiknya anda menyimak komentar yang saya posting pada December 7, 2012 at 4:02 pm. Komentar tersebut adalah sebagai berikut:
            “Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”
            Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani)
            Bacalah hadits itu dengan seksama. Maka, kita dapatkan bahwa shalat merupakan barometer baik-buruknya amal ibadah kita yang lain. Bila shalat kita baik, maka baik pula amal ibadah kita yang lain. Bila shalat kita rusak, maka rusak pula amal ibadah kita yang lain. Oleh karena itu, kita musti terus belajar dengan guru sampai kita mendapatkan hadits-hadits shahih yang menjelaskan tata cara shalat Rasulullaah. Bila kita tidak belajar dengan sungguh-sungguh, maka siapa yang berani menjamin bahwa shalat kita sudah baik atau benar?”
            Pertanyaan saya:
            “Apakah hadits tersebut salah? Adakah bagian yang salah dari komentar yang saya dasarkan pada hadits tersebut?”
            Wallaahu a’lam.

          7. @ibnu suradi
            Dinegara Swiss, Finlandia dan Lexenburg gak ada kejahatan tuh, padahal rakyatnya gak pernah shalat, tapi kenapa kejahatan dan kemunkaran hampir mendekati 0 %.
            Atau rakyat disana sudah shalat ala albani ya ????, jadi penasaran nih.

          8. Tapi kenyataannya di Arab Saudi yg shalatnya ala “Albani” yg kata Ibnu Suradi adalah cara shalat yg paling benar berdasarkan Qur’an dan Hadits, sangat banyak TKW kita yg diperkosa, disiksa, upahnya tidak dibayar bahkan dibunuh oleh majikannya, apakah itu negara yang paling Islami yang berdasarkan Qur’an dan Sunah Nabi, yang benderanyapun ada Kalimah Tauhidnya atau itulah Negara paling biadab dimuka Bumi.
            Karena ada dua kota suci (Mekah dan Madinah) orang ramai2 pergi kesana untuk berhaji kalau tidak mungkin itulah negara yang paling dihindari dan ditakuti orang seluruh dunia.

  31. yang saya tau syiah itu markasnya di iran… sementara kuburan nabi di saudi arabia… bagaimana mungkin iran bisa intervensi mau ngebongkar kuburan nabi…
    siapa yg paling berkuasa saat ini di arab saudi… upin ipin juga tau…

    1. Jadinya beginilah Moment dari malam Jum at , pas kebetulan Magrib hujan dan tak bisa hadir ber jamaah sholat, yang biasa baca yassinan,Tahlil dan ber doa, sambil buka Al Qur an, dilanjut dngan baca ,perjemahan dan tafsirnya nikmat dan tenang serasa,,,
      Berhubung dirumah karna hujan , Istripun menyarankan untuk membuka Al Qur an ,atau Yassin , dan kami memanfaatkan Paham Salafi , sembari main /game, dengan jawaban itu kan tidak ada contohnya dari Nabi sembari main Game ,,..padahal itu karena kami sedang MALAS, dan ini kami tahu bahwa Hadis Nabi ada memerintahkan untuk Malam Jum at setidak nya lebih banyak mengerjakan Ibadah Tanpa diplintir Hadist Nabi oleh para paham Salafi dengan pemahamannya.
      itu saja kami manfaatkan karena Malas , dengan kesimpulan bahwa para Salafi Wahabi adalan malas dengan Ibadah untuk Berdo’a , membaca Qur an , jadai tanpa berusaha ber Ibadah sesuai dng naluri untuk lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta Alam.

      1. Bismillaah,
        Kang Baru Belajar Islam,
        Inginkah anda memperoleh kekhusyu’an dan kenikmatan, keakraban dan persatuan dari shalat. Jika anda tinggal di Bogor, shalatlah berjamaah di Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di Tanah Baru, Masjid Pesantren Ibnu Taimiyah di Pondok Bitung, Gunung Salak dan Masjid Birru Walidain di Celebut. Bila tinggal di Jakarta, shalatlah berjamaah di Masjid Mubarak di belakang Kompas, Jalan Gajah Mada.
        Insyaallaah anda akan merasakan kekhusyu’an dan kenikmatan karena bacaan Imam bagus, tartil dan tidak buru-buru. Anda juga akan merasakan keakraban karena lengan dan telapak kaki kita saling bersentuhan lembut. Anda juga akan merasakan persatuan karena shafnya benar-benar rapat dan lurus sehingga hati bersatu. Dengan merapatkan dan leuruskan shaf yang sesuai dengan contoh dari para sahabat, maka syetan tidak bisa masuk ke dalam celah-celah shaf yang renggang. Syetan gagal mengganggu kekhusyu’an.
        Karena terus membiarkan syetan masuk ke dalam celah-celah shaf yang renggang, maka Allah menceraiberaikan hati umat Islam. Umat Islam saat ini berpecah belah. Sebabnya antara lain shaf shalat berjamaahnya tidak rapat dan lurus.
        Wallaahu a’lam.

        1. @Ibnu Suradi,
          Pengumuman :
          Bila anda ingin shalatnya khusuk dan benar belajarlah kepada Ibnu Suradi, cepatlah mendaftar karena waktu dan tempat terbatas.

        2. Ibnu Suradi@
          Afwan akhi, menurut versi antum, shalat yg antum lakukan tidak mungkin diterobos setan karena rapatnya barisan/shaf. Tapi sayang, shalat versi yg antum gambarkan selama ini dan yg saya lihat sendiri bagaimana shalat kalian, kemungkinan diterobos setan itu kemungkinannya sangat lebar karena kaki kalian mbegagah atau mengangkang demi bertautnya kaki yg satu dg yg lain. Dari sela kaki yg ngangkang itulah setan akan dg mudah menerobos, bukankah begitu Akhi?

          1. @Mas udin kalippo,
            Yang jelas waktu para wahabiyun shalat, banyak setan yang mati karena dipukul dengan jari telunjuk yang di-gerak2an pada waktu duduk tasyahut.

          2. Bismillaah,
            Kang Udin Kalippo
            Berikut ini hadits-hadits tentang cara merapatkan shaf:
            1. Hadits Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu:
            “Maukah kalian berbaris sebagaimana berbarisnya para Malaikat di sisi Rabb mereka?” Maka kamipun menjawab: “Bagaimana para Malaikat berbaris di sisi Rabb mereka?”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab: “Mereka memenuhi shaf yang paling depan terlebih dahulu dan merapatkannya.” (HR. Muslim no. 430)
            2. Hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam beliau bersabda:
            أَقِيْمُوُا صُفَوْفَكُمْ فَإِنِّي أَرَاكُمْ وَرَاَء ظَهْرِي وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ
            “Luruskanlah shaf-shaf kalian karena sesungguhnya aku melihat kalian dari belakang punggungku. (Anas berkata): “Maka salah seorang di antara kami menempelkan bahunya dengan bahu kawannya dan kakinya dengan kaki kawannya.” (HR. Al Bukhari no.725)
            Al Imam Al Bukhari menyebutkan perkataan An Nu’man bin Basyir:
            رَأَيْتُ الرَّجُلَ مِنَّا يُلْزِقُ كَعْبَهُ بِكَعْبِ صَاحِبِهِ
            “Kami melihat salah seorang dari kami menempelkan mata kakinya dengan mata kaki saudaranya.”
            Amalkan saja hadits-hadits tersebut, maka anda akan mendapatkan pahala yang sangat besar, merasakan keakraban dan persatuan serta kekuatan dari shalat berjamaah.
            Wallaahu a’lam.

  32. Bismillah,
    Berhati-hatilah saudaraku semua, Ahlus Sunnah berada diantara dua kelompok ekstreem, Salafi/Wahabiy disatu sisi dan Syi’ah disisi yang lain….
    Semoga Alloh melindungi kita semua…

  33. DIn, kl soal membongkar kuburan Nabi Sholallahu alaihi wassalam telah dibantah baik oleh pihak kedutaannya di Indonesia maupun kerajaan Arab Saudi sendiri. Kenapa lebih dipercaya fitnah yg datangnya dari Syi’ah Rafidhoh? Ingat!! setiap kata dan tulisan kita akan dipertanggung jawabkan di hari kiamat kelak. Juga kepada Admin, utk tidak ikut-ikutan menyebar fitnah. Sesama muslim sy hanya mengingakan saja.

    1. ibn abdul choir@
      Fitnah yang mana akhi, apa yang kami posting di atas adalah bagian sejarah dari perjalanan NU. Komite Hijaz adalah bagian sejarah NU di masa-masa awal pendirian Jam’yyah NU (Nahdlotul Ulama). Jadi itu bukan fitnah, tetapi fakta sejarah yang sudah diketahui oleh banyak kalangaan, baik secara nasional atau internasional.
      Kami peringatkan kepada antum, kami bukan menyebarkan fitnah. justru antum yang memfitnah dengan mengatakan kami telah menyebarkan fitanh. Demikian, kami hanya mengingatkan kepada saudara, sebagai muslim yang merasa memperjuangkan tauhid agar jangan gampang menyebar fitnah.

        1. Nte ngomong kok asal-asalan, gampang ya ngomong asal2an?
          Yg jelas2 taqiyah itu Wahabi akhir2 ini sering ngaku2 sebagai AHLUSSUNNAH WALJAMAAH padahal sudah jelas2 Wahabi lho. ITU namanya taqiyah yg keji dan menyesatkan Ummat karena menipu dg ngaku ahlussunnah wal jamaah.
          Contohnya RADIO ROJA, berkoar2 setiap hari dari pagi sampai malam berjargon RADIO ASWAJA, padahal Wahabi nggak kurang nggak lebih dari Wahabi. Itulah contoh TAQIYAH yg keji dan jahat!

    2. Memang umumnya org NU paling “aswaja”(asli warisan jawa)sgt meng-agung2kan para habaib yg ngaku keturunan Nabi yg banyak jd pembela syi’ah. Jadi gak heran kalo mereka sgt membenci KSA(Ker.Saudi Arabia) dan lebih percaya pd segala fitnah thd Muhammad ibnul Wahab(Wahabi) yg ajarannya adalah pemurnian Aqidah/Tauhid yg bebas dari bid’ah ,tahayul dan khurafat.Para kiyai NU yg paling Aswaja ini tdk mau kalo ajarannya yg turun temurun ini akan berubah atau tersaingi dgn ajaran yg mereka sebut “Wahabi”itu. Anggapannya:masak iya kebiasaan yg dianggap “bid’ah” itu akan hilang begitu saja?

      1. ihsan lagi ngarang cerita ya ? baca dulu dong artikel diatas, itu adalah sejarah kang …. baca juga sejarah berdirinya KERAS (Ker; Arab Saudi) terus perhatikan kelakuan pembesar” kerajaan AS sehingga kenapa sampai bisa dibenci ?? Kang sebaiknya sampaean juga nonotn film “Sang Kyai” di bioskop 21. biar lebih melek sejarah…. bagus lho kang film nya.

  34. Urusa merusak/ serahkan saja pada ahlinya kaum wahabi:
    – Merusak Hadist terbukti hadist ttg Ziarah Qubur Nabi disulap
    Ziarah masjid nabi
    – Merusak makna AlQuran karim mereka Ahlinya
    – Merusak moral agar Bejad nafsunya terbukti Syeh mereka berfatwa
    melegalkan kawin kontrak.
    – Merusak / memfitnah Ulama’ warisan nabi terbukti
    memotong mentahrif lalu menambal perkataan ulama’ dalam kitabnya
    Dakwah Tauhid sih emang begitu
    Dulu sebelum islam datang Paulus Yahudi dari Tarsus juga dakwah Tauhid tapi yg Tauhid Trinitas. serupa betul yaa..

    1. Wahabi itu kalau dibilang berjiwa Yahudi saya percaya 100%, lihat saja tindakannya sampai2 kepada Makam Rosul pun mereka bencinya sampai ke ubun2. Kalau mereka merasa ummat Nabi Muhammad, apakah pantas mereka melakukan kdholiman terhadap makam nabinya? Na’udzubillah min dzaalik!
      Adakah contoh dari Sahabat, tabi’in atau tabiut tabi’in yg mencontohkan BONGKAR KUBURAN NABI MUHAMMAD? Dari sini kita bisa menjawab, apakah ajaran mereka bersumber dari ajaran Islam yg murni atau sudah kesusupan kebencian kepada Nabi yg menjadi ciri khas kaum Yahudi?

    2. mas, yg melegalkan nikah kontrak tu bkn wahhabi….tetapi syiah, kasian umat islam indonesia, segini dangkalnya ilmu sehingga bisa di tipu oleh syiah yg terkenal dgn akidah penipuannya (Taqiyah) wahhabi/salafy ajaran islam yg muri dtg dr allah melalui perantara nabinya yg mulia muhammad, mengapa kita mempertahankan kesyirikan,takhayul,bid’ah, demi kepentingan kelompok dgn mengorbankan akidah islam yg murni….banun dari tidur kalian whai kaum muslimin indonesia, jgn lg mau dibodoh-bodohi oleh kiyai2 kalian, sehingga kalian tidak lg dibodohi oleh kaum syiah ini, lihat artikel2 disini, adakah yg membahas ttg syiah dgn segala kesesatannya….

    1. @al faqir,
      Masalahnya wahabi tidak mengakui Muhammad sebagai nabi SAW makanya makamnya mau dibongkar tapi tokoh mereka (baca nabi) Ibnu Abdul Wahab diperingati maulidnya makamnyapun dilestarikan, Usaimin juga diperingati maulidnya dibangunkan gapura dan musium peninggalannya.
      Jadi kesimpulannya kalau begitu Agama mereka bukan Islam yg diajarkan Muhammad SAW sebagai Utusan Allah, tapi Agama Wahabi yg diajarkan Muhammad Ibnu Abdul Wahab.

  35. Komite Hijaz memang top terkusus di kalangan muslim aswaja, begitulah ulama jawa di masa lalu, dahsyat luar biasa bukan? Yah, setiap kurun setiap zaman punya sejarah tentang para ulama yg luar biasa. Bahkan ulama2 kita di jawa khususnya pada saat ini insyaallah juga luar biasa sesuai dg tantangan pada zaman ini. Kita sebut saja Nama Hb Munzir, Buya yahya, Ustdz Yusuf Mansur dll, kesemuanya adalah para ulama muda yg tangguh menghadapi tantangan zamannya. Semoga Allah selalu merahmati mereka semuanya, amin.

KOLOM KOMENTAR ANDA :