Kisruh Pengambilalihan RSI Purwokerto oleh Muhammadiyah

Loading...

 

Banser dan Masyarakat Tolak Pengambilalihan RSI Purwokerto oleh Muhammadiyah

Foto Ilustrasi- Anggota Barisan Ansor
Serbaguna (Banser) NU Se-Surabaya, saat mengikuti Apel Banser di PCNU
Surabaya kawasan Tugu Pahlawan Surabaya, Jatim. (FOTO ANTARA/Eric
Ireng)

 

Banser dan Masyarakat Protes Penyerobotan RSI Purwokerto oleh Muhammadiyah

Purwokerto – Barisan Ansor Serbaguna (Banser)
Banyumas bersama IPNU (Ikatan Putra Nahdlatul Ulama) dan PMII (Pergerakan Mahasiswa
Islam Indonesia) Purwokerto menolak pengambilalihan Rumah Sakit Islam
Purwokerto oleh Muhammadiyah dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

“Kami melihat adanya kejanggalan atas upaya
pengambilalihan Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto oleh Muhammadiyah dan
UMP,” kata koordinator aksi Andri Widianto saat berunjuk rasa bersama
100 anggota Banser, IPNU, dan PMII di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten
Banyumas, Jawa Tengah, Kamis.

Menurut Andri Widianto, pengambilalihan RSI Purwokerto merupakan suatu
pelanggaran hukum dan sarat kepentingan kelompok serta golongan.


Ia mengatakan bahwa pengurus Yayasan RSI (Yarsi) tampak sekali
melupakan dan telah menghianati amanah pendirian RSI yang merupakan
hasil swasembada kaum muslimin di seluruh Banyumas bukan oleh golongan
atau kelompok tertentu termasuk Muhammadiyah.


“Hal itu layak dipandang sebagai sebuah persekongkolan licik
antara pembina Yarsi dan UMP karena pengurusnya adalah orang yang sama,”
katanya.


Oleh karena itu, kata dia, Banser Banyumas bersama IPNU dan
PMII menyatakan menolak dengan tegas akuisisi RSI Purwokerto oleh
Muhammadiyah dan UMP.


Ia mengatakan bahwa pihaknya mendukung sepenuhnya gugatan hukum
oleh pihak tertentu terhadap oknum-oknum Yarsi, Muhammadiyah, dan UMP
yang telah mengambil alih kepemilikan RSI dari Yarsi.


“Kami meminta kepada Pengadilan Negeri Purwokerto untuk
menegakkan supremasi hukum dalam menangani kasus pengalihan dan akuisisi
RSI Purwokerto. Kami juga meminta Pengadilan Negeri Purwokerto untuk
tidak pernah bermain mata dalam menangani kasus RSI yang pembangunannya
murni swasembada warga Banyumas. Oleh karena itu, RSI pada hakikatnya
adalah milik umum dan amanah dari seluruh warga Banyumas,” katanya.


Ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas serta DPRD
Banyumas untuk ikut menjaga dan menjalankan amanah Surat Keputusan
Bupati Banyumas Roejito yang telah menjadi penggerak pengumpulan infak
untuk pembangunan RSI.


Dia juga meminta kepolisian dan kejaksaan untuk menyelidiki
adanya kerugian materiil yang terjadi akibat pengambilalihan RSI dari
Yarsi ke Muhammadiyah.


“Hukum dan adili oknum-oknum yang terlibat sesuai
perundang-undangan yang berlaku atas okupasi dan akuisisi RSI Purwokerto
yang mangatasnamakan Muhammadiyah ataupun Fakultas Kedokteran UMP,”
katanya.


Informasi yang dihimpun, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan
Daerah Muhammadiyah Banyumas, Rektor UMP, Dekan Fakultas Kedokteran UMP,
dan pengurus Yayasan RSI (Yarsi) Purwokerto digugat oleh dua orang
pengurus Yarsi Purwokerto karena dinilai telah melanggar hukum dengan
mengalihkan aset yayasan berupa RSI Purwokerto kepada Muhammadiyah dan
UMP.

loading...

 

PP Muhammadiyah, PD Muhammadiyah, dan UMP Tidak Datang

loading...


PP Muhammadiyah, PD Muhammadiyah Banyumas, dan UMP telah
membuat surat keputusan pada tahun 2014 yang menyatakan bahwa RSI
Purwokerto adalah miliknya dan akan digunakan sebagai Rumah Sakit
Pendidikan Fakultas Kedokteran UMP.


Dua orang pengurus Yarsi Purwokerto yang mengajukan gugatan, yakni Edy Purnomo dan dr. Daliman.


Saat dikonfirmasi wartawan di Purwokerto, Kamis, kuasa hukum
penggugat, Sugeng Riyadi mengatakan bahwa gugatannya sudah siap
disidangkan .


“Para pihak sudah dipanggil untuk sidang hari ini, namun pihak
tergugat termasuk PP Muhammadiyah, PD Muhammadiyah, dan UMP tidak ada
yang datang. Kita akan menunggu sidang berikutnya,” katanya.


Ia mengatakan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun
2004 tentang Yayasan, kekayaan yayasan baik berupa uang ataupun barang
dan kekayaan bentuk lainnya tidak boleh dialihkan kepada pihak atau
lembaga lain.


Oleh karena itu, pihaknya menggugat pembina dan pengurus RSI
Purwokerto yang bersekongkol dalam pengalihan rumah sakit tersebut.


“Tuntutannya, RSI dikembalikan seperti semula sebagai milik yayasan, bukan milik Muhammadiyah dan UMP,” katanya.  (al/Anatara)

 

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :