Cerita Nyata Awak media Jepang Disandera ISIS

Website Islam Institute

Cerita Nyata Awak media Jepang yang Disandera ISIS Suriah

ISIS – Kejahatan ISIS | Teka-teki ihwal keberadaan 2 awak media Jepang di Suriah yang lantas disandera ISIS akhirnya terkuak. Keduanya, Kenji Goto dan Haruna Yukawa Adalah awak media sebuah media di Jepang.

Kehadiran Goto ke Suriah ingin menyelamatkan kawannya, Yukawa, awak media jepang yang lebih dulu ditahan ISIS Agustus 2014. Alaaeddin Al-Zaeem (34), penduduk Suriah ini sudah menemani Goto dalam perjalanannya melaksanakan liputan di negaranya.

Kata Zaeem, Goto Adalah pribadi yang cukup keras meski dia telah mengingatkan tidak usah berangkat ke wilayah yang dikuasai ISIS. Kepadanya, Goto mengumumkan keyakinannya ia akan kembali.

Zaeem menjelaskan ia terakhir bekerjasama dengan Goto 2 Oktober 2014 lalu dalam menemani perjalanannya ke Ayn Al-Arab di Suriah Utara. Bakda pekerjaannya itu, ia kembali ke Jepang.

Pada 23 Oktober 2014, Goto menelepon Zaeem untuk mengatur perjumpaan, dan keduanya berjumpa pada hari selanjutnya di kota Turki selatan Kilis di tapal batas Suriah.

“Saya akan berangkat ke ISIS untuk liputan berita,” kata Goto ke Zeem. Zaeem sudah melaksanakan perjalanan dengan Goto ke beberapa daerah di Suriah, tetapi ia senantiasa Tidak mau permintaan awak media Jepang itu untuk masuk wilayah yang dikuasai ISIS sebab berlebihan berbahaya.

Ia berkali-kali membujuk Goto supaya membatalkan planning tersebut tetapi tidak sukses. Menurut Zaeem, Goto bertekad untuk memberitahukan kehidupan warga di bawah kekuasaan ISIS.

Dia juga menjelaskan ingin menyelamatkan rekannya, Yukawa. Zaeem membawa Goto ke Marea, sebuah kota Suriah utara yang terletak kisaran 20 kilometer dari tapal batas Turki dan dekat dengan daerah yang dikontrol oleh ISIS.

Cerita Nyata ISIS Sandera Awak media Jepang, Ada Usaha Maksimum Pembebasan Awak media Jepang

ISIS Minta Uang Tebusan Sebesar 200 Juta Dollar dalam Waktu 72 Jam

Berita Suriah | Selama mereka bermalam di Marea, Goto merecord pernyataannya melalui video dengan meminta sokongan ke Zaeem untuk merekamnya melalui ponselnya. “Saya akan berangkat ke Raqqa sekarang,” ungkapnya.

“Hal ini amat berbahaya di sana, tapi apa pun yang terjadi, saya tidak akan pernah menyimpan dendam kepada Suriah. Saya berkeinginan perang sipil ini akan berakhir secepat mungkin,” ucap Goto sang awak media Jepang dalam Video Recording tersebut, dikutip the Asahi Shimbun, Kamis (22/1).

Zaeem, kata Goto menyerahkan kertas dengan nomor telepon istrinya di Jepang dan seorang karyawan sebuah stasiun penyiaran TV Jepang. Dia menjelaskan ke Zaeem, “Silahkan hubungi mereka kecuali saya menghubungi Anda dalam waktu seminggu.”

Tidak cuma itu, Goto juga meninggalkan ponsel ke Zaeem. Zaeem memperkenalkan Goto ke penduduk Suriah lain, dan mereka berangkat ke Raqqa pada pagi hari 25 Oktober 2014. Seminggu berlalu tanpa kontak dari Goto. Kisaran 1 November, Zaeem menghubungi istri Goto.

Member staf dari Kedutaan Besar Jepang di Turki berkunjung Zaeem untuk info soal Goto. Pada tanggal 20 Januari, Zaeem tahu untuk ke-1 kalinya, Goto sudah ditangkap oleh ISIS.

Sebuah video online memperlihatkan seorang lelaki mempergunakan penutup muka dengan memegang pisau berdiri di antara Goto dan Yukawa. Ia menjelaskan, ke-2 lelaki Jepang akan dibunuh kecuali pemerintah Jepang membayar uang tebusan sebesar 200 juta dollar dalam waktu 72 jam.

“Goto ialah orang yang kuat, yang tidak gentar bahkan di garis depan di mana peluru terbang,” kata Zaeem menerangkan.

“Dia tidak menyokong liputan berita urusan angkatan bersenjata melainkan ingin memberitahukan soal bagaimana kehidupan penduduk dan anak kecil,” sambungnya. Kata Zaeem, Goto senantiasa tersenyum dan disambut baik di mana pun ia berangkat.

“Saya sudah menemani beberapa awak media, tetapi ada orang-orang tidak lebih cakep daripada Goto. Saya percaya dia akan kembali.”

Sementara itu, Perdana Menteri Shinzo Abe dan pemerintahnya menjelaskan mereka akan melaksanakan usaha maksimum untuk menjamin pembebasan Goto dan Yukawa.

Seorang lelaki yang terhubung ke grup anti pemerintah Suriah menjelaskan ada potensi Goto dan Yukawa ditahan di Raqqa, yang dinilai oleh ISIS selaku ibukotanya. (Al/republika)

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.