Jasa Web Alhadiy
Ulama Aswaja

Kini Saatnya NU Bangun Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi

Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, kini saatnya NU Bangun Rumah Sakit, Perguruan Tinggi, dan Jadi Ilmuwan.

Kini Saatnya NU Bangun Rumah Sakit, Perguruan Tinggi, dan Jadi Ilmuwan. Ketua Umum Pengurus Besar Nadhdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyatakan, sudah saatnya Nahdlatul Ulama (NU) berdakwah bukan dengan hanya berpidato dan ceramah saja. Tetapi juga dengan tindakan. Seperti membangun rumah sakit, lembaga pendidikan, dan mendorong Nahdliyin menjadi seorang ilmuwan.
Ketua Umum Pengurus Besar Nadhdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyatakan, sudah saatnya Nahdlatul Ulama (NU) berdakwah bukan dengan hanya berpidato dan ceramah saja, tetapi juga dengan tindakan. Seperti membangun rumah sakit, lembaga pendidikan, dan mendorong Nahdliyin menjadi seorang ilmuwan.
Menurut Kiai Said, saat ini NU sudah memiliki beberapa rumah sakit yang tersebar di beberapa kota seperti Jombang, Demak, Tuban, Surabaya, Bayuwangi, dan lainnya. Dalam beberapa tahun ke depan ini juga akan dibangun rumah sakit di Cirebon dan Kendal atas hasil kerja sama dengan Wika.
“Itu rumah sakit di bawah yayasan NU langsung, bukan yayasan pribadi,” kata Kiai Said pada acara Serah Terima Program CEPAT-LKNU & Peluncuran Program Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Diabetes Mellitus di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Kamis (2/11).

UNU Surakarta Perguruan Tinggi NU

Terkait dengan lembaga pendidikan, NU juga sudah memiliki puluhan perguruan tinggi yang berada langsung di bawah PBNU dan ratusan kampus yang memiliki afiliasi dengan NU. Sampai saat ini kampus milik NU di antaranya adalah UNU Surakarta, UNU Indonesia (Unusia) Jakarta, UNU Cirebon. UNU Surabaya (Unusa), Unisnu Jepara, UNU Sidoarjo, UNU Lampung, UNU Kalimantan Selatan, UNU Kalimantan Timur. Unisma Malang, dan Unisnu Bandung. Selain itu, UNU juga telah berdiri di Nusa Tenggara Barat (NTB), serta UNU lainnya di beberapa provinsi.
Selain itu, Pengasuh Pesantren Al Tsaqafah itu juga mengingatkan agar Nahdliyin berlomba-lomba dalam hal ilmu pengetahuan. Sehingga perdaban Islam yang dulu runtuh saat Baghdad diserang bisa dibangun kembali. Menurut dia, sebelum ada Amerika dan Eropa, umat Islam sudah banyak memiliki ilmuan.
“Ibnu Sina bapak pengobatan modern, pembuat navigator kompas pertama kali Ahmad bin Majid, pembuat peta pertama kali adalah Al Idrisi, dan Abbas bin Firnas adalah orang yang pertama kali terbang,” urainya. (Muchlishon Rochmat)
NU Online

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker